Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Hasan Nasbi: Soeharto Layak Dapat Gelar Pahlawan Nasional

badge-check


					Mantan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengatakan mantan Presiden Republik Indonesia, Soeharto, layak mendapat gelar pahlawan nasional. (Foto.Instagram Hasan Nasbi) Perbesar

Mantan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengatakan mantan Presiden Republik Indonesia, Soeharto, layak mendapat gelar pahlawan nasional. (Foto.Instagram Hasan Nasbi)

Penulis: Gandung Kardiyono | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA – Mantan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengatakan mantan Presiden Republik Indonesia, Soeharto, layak mendapat gelar pahlawan nasional.

Pernyataan Hasan Nasbi tersebut terlihat dalam tayangan YouTube pribadinya yang diunggah pada Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, selama 32 tahun kepemimpinan Soeharto, banyak hal yang telah dilakukan untuk kemajuan bangsa, meskipun tidak lepas dari kesalahan.

“Menurut saya Pak Harto layak untuk jadi pahlawan, dia presiden 32 tahun, banyak hal yang dia bikin, bukan berarti dia tanpa kesalahan,” katanya.

Hasan menekankan, setiap pemimpin pasti memiliki kekurangan dan tidak bisa dihakimi hanya dari sisi kesalahannya saja.

“Kalau mau menilai seseorang mau jadi pahlawan atau enggak, itu bukan berarti dia tanpa cela, bukan berarti dia tanpa kesalahan, tapi kasih timbangan yang adil,” tegasnya.

Hasan juga menyinggung pentingnya objektivitas dalam proses penetapan gelar pahlawan nasional oleh pemerintah.

“Biar bandul itu bisa bergerak. Kalau cuman satu subjektivitasnya cuman satu, itu bukan timbangan namanya,” imbuhnya.

Ditambahkan ajakan agar publik melihat jasa seorang tokoh secara lebih utuh.

“Lebih banyak jasanya atau lebih banyak dosanya,” pungkasnya.**

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Unras di Grahadi Berujung Ricuh Malam Ini

26 Juni 2026 - 20:04 WIB

Bapanas Usul Bansos Telur dan Daging Ayam Disalurkan Lagi Imbas Harga Anjlok

26 Juni 2026 - 19:37 WIB

Kemenperin Panggil PT Pakerin Buntut Kabar PHK Massal 2.500 Buruh

25 Juni 2026 - 20:29 WIB

CNG Jadi Pengganti LPG 3 Kg, Mulai Diproduksi Juli

25 Juni 2026 - 20:09 WIB

Pemerintah Sepakat Tetapkan Maksimal 40 Tahun Tenor KPR untuk MBR

25 Juni 2026 - 19:45 WIB

DJP Jatim Sita Aset Senilai Rp24,9 Miliar Milik 158 Penunggak Pajak

24 Juni 2026 - 19:06 WIB

Kuota Internet Tak Bakal Hangus, Telkomsel-XL-Isat Terapkan Skema Ini

23 Juni 2026 - 19:14 WIB

Antrean Panjang di Pelabuhan Ketapang, ASDP Tambah 3 Kapal

23 Juni 2026 - 19:02 WIB

Somasi 3 Kali Tak Digubris, Warga Sukodono Adukan Penyerobotan Tanah ke Polres

23 Juni 2026 - 14:43 WIB

Trending di Nasional