Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Karhutla Bromo Hanguskan 120 Hektare, Diduga Ulah Manusia

badge-check


					Kebakaran Gunung Bromo menghanguskan sekitar 120 hektare, diduga dipicu aktivitas manusia, bukan faktor alam. (Foto: X/@juanjulianto2)
Perbesar

Kebakaran Gunung Bromo menghanguskan sekitar 120 hektare, diduga dipicu aktivitas manusia, bukan faktor alam. (Foto: X/@juanjulianto2)

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo telah menghanguskan sekitar 120 hektare kawasan konservasi. Petugas memastikan api bukan dipicu faktor alam, melainkan diduga kuat berasal dari aktivitas manusia di kawasan perbukitan setempat.

Titik awal kebakaran diduga muncul dari punggungan Blok Bantengan menuju kawasan Argosari. Lokasi tersebut tergolong sulit dijangkau sehingga proses penanganan kebakaran menghadapi tantangan besar sejak awal kejadian.

“Kalau dugaan kita memang karena dari atas (sumber api). Dari atas punggungan (perbukitan) dari Bantengan ke arah Argosari,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha dalam keterangan pers yang diterima, Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurut Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, cuaca kering memang memperbesar kobaran api. Tetapi bukan menjadi penyebab munculnya titik awal kebakaran.

Dugaan tersebut diperkuat berdasarkan lokasi kemunculan api yang berada di jalur tradisional masyarakat menuju kawasan Jantur dan Argosari. Medan berbukit yang curam membuat petugas kesulitan menjangkau titik api menggunakan jalur darat selama proses pemadaman berlangsung.

Kondisi itu menyebabkan upaya pengendalian kebakaran membutuhkan dukungan peralatan udara agar penanganan lebih efektif dan cepat. Sebagai langkah percepatan penanganan, petugas mengerahkan helikopter serta drone ‘water spray’ untuk penyisiran titik api.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Subroto, menyebut kebakaran sempat membesar pada Rabu siang di kawasan Blok Bantengan. Menjelang malam, intensitas kobaran api mulai menurun meski beberapa titik bara masih ditemukan oleh petugas gabungan.

“Sejak mendapat informasi adanya kebakaran pada 3 Agustus 2026 di kawasan atas Watu Gede, kami langsung mengirimkan tim ke lokasi. Dukungan drone water spray sangat membantu proses pemadaman,” ucapnya.

Hingga kini, proses pemadaman dan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Petugas juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas agar kebakaran hutan serupa tidak kembali terjadi.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Arahan Prabowo, Bahlil Godok Strategi Konversi Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:12 WIB

Beras di Ritel Modern Kosong Imbas Fortifikasi Disetop, Mentan Buka Suara

21 September 2026 - 19:02 WIB

“Demam Ube” Menggila: Filipina Stop Eksport, Peluang Emas Ubi Ungu Indonesia Mendunia

20 September 2026 - 18:28 WIB

Penyeberangan Pelabuhan Jangkar-Celukan Bawang Dioptimalkan

18 September 2026 - 20:39 WIB

Dirjen Pajak Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif PPN

18 September 2026 - 20:07 WIB

DJP Mulai Terapkan Pajak Marketplace per 1 November 2026

17 September 2026 - 16:25 WIB

Layanan Harhubnas 2026 Layanan Trans Jatim Gratis

17 September 2026 - 16:09 WIB

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Diminta Perkuat Pasokan Beras Premium

16 September 2026 - 19:24 WIB

Tuntut UMP Naik 9,5%, Buruh Siapkan Aksi Besar Oktober

16 September 2026 - 19:12 WIB

Trending di Nasional