Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JAKARTA– Kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diguncang penemuan yang sungguh di luar dugaan.
Di bangunan terpisah milik Yayasan Pendidikan Bina Generasi Cendekia, tepatnya di sebuah ruangan yang tertutup rapat bertahun-tahun lamanya, ditemukan ratusan senjata api lengkap beserta amunisi, narkoba, hingga konten terlarang.
Lokasi ini adalah bekas kantor pusat pengurus yayasan, bukan gedung tempat kegiatan belajar mengajar siswa berlangsung.
Pugar Bangunan Lama
Kejadian bermula pada awal Juli 2026, ketika pengurus yayasan yang baru mulai merencanakan pemugaran bangunan lama yang sudah terbengkalai.
Saat petugas persiapan akan membuka ruangan yang dinding dan pintunya diperkuat beton bertulang serta pelat besi tebal, mereka merasa ada yang janggal.
Pintu itu tampak seperti ruang penyimpanan yang sengaja dibuat aman dari jangkauan orang lain.
Setelah pintu berhasil dibuka pada 1 Agustus 2026, pemandangan di dalamnya sungguh mencengangkan.
Langsung dilaporkan ke Polsek Kebayoran Lama, kemudian diserahkan ke tim penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk pemeriksaan tuntas.
Pemeriksaan rinci pada 3–4 Agustus 2026 menemukan:
- Total 995 unit senjata api yang terdiri dari senapan angin, pistol rakitan, senapan laras panjang, hingga komponen lengkap untuk merakitnya.
- Ribuan butir amunisi berbagai kaliber
- Barang yang diduga ganja dan sabu
- Serta puluhan lempeng optik berisi konten pornografi.
Unik sekaligus mengherankan, seluruh senjata ditumpuk rapi di atas kotak styrofoam, sebagian terbungkus plastik kedap udara seolah sengaja dirawat agar tidak rusak dimakan usia.
Ruangan berukuran sekitar 4 x 6 meter itu memiliki dinding tebal dan pintu berlapis baja, persis menyerupai bunker penyimpanan aman.
Drs. H. Suhendar Yusuf, M.M., Ketua Yayasan Pendidikan Bina Generasi Cendekia yang baru menjabat dua tahun terakhir, menyatakan dirinya terkejut.
“Selama masa jabatan saya, ruangan ini selalu dikunci dan tidak pernah disinggung isinya. Kami sama sekali tidak tahu apa yang tersimpan di sana.”
“Begitu diketahui, kami melapor secepat kilat tanpa ragu sedikitpun. Kami meminta polisi membuka seluruh ruangan itu sejelas-jelasnya dan menuntaskan kasus ini secara transparan.”
Dra. Hj. Siti Aminah, M.Pd., Kepala Sekolah SMP–SMA Bina Generasi Cendekia, menegaskan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal dan aman.
“Lokasi kejadian terpisah jauh dari area kelas. Saya dan seluruh tenaga pendidik tidak pernah tahu hal ini. Kami siap membantu polisi memberikan keterangan apapun yang dibutuhkan.”
AKBP Teguh Purnomo, S.I.K., M.H., Kapolres Metro Jakarta Selatan, mengungkapkan fakta menarik yang sedang ditelusuri.
“Berdasarkan tumpukan debu, cara penyimpanan, dan jejak catatan yang ditemukan, barang-barang ini diperkirakan sudah diletakkan di sana sejak lebih dari 10 tahun yang lalu, pada masa kepengurusan yayasan sebelumnya.” Kata dia.
“Sampai saat ini belum ada nama yang ditetapkan sebagai tersangka. Kami sedang menelusuri jejak pemilik asli, alasan disimpan di sana, dan apakah senjata itu memiliki nomor seri yang terdaftar atau sepenuhnya buatan tangan.”
Dinas Pendidikan DKI Jakarta turun tangan memastikan kelangsungan sekolah sekaligus memeriksa kelengkapan administrasi yayasan.
Penemuan ini menjadi peringatan bahwa di tempat yang seharusnya penuh pendidikan dan harapan, ternyata tersimpan rapat misteri yang butuh ketelitian penuh untuk diungkap sampai ke akar-akarnya.**

















