Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Dokter Jadi Guru Boleh, Guru Suntik Murid Gak Boleh, Guru Gembul Malah Dihujat

badge-check


					Dokter Jadi Guru Boleh, Guru Suntik Murid Gak Boleh, Guru Gembul Malah Dihujat Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Pada 30 Mei 2025, dalam sebuah sesi tanya jawab di Couldron Content, Guru Gembul memberikan pandangannya yang cukup kontroversial hingga disomasi terkait kompetensi guru. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas pertanyaan dari Andini Effendi.

Guru Gembul menjelaskan bahwa profesi guru tidak bisa disamakan dengan profesi lain seperti pilot atau dokter. Ia mencontohkan, “Ketika ada pilot masuk kelas dan diminta menjadi guru, itu sah dan boleh. Begitu juga dengan dokter yang menjadi guru, itu juga sah. Namun, apakah guru bisa masuk ruang bedah menggantikan dokter? Tidak boleh. Guru masuk kokpit pesawat jadi pilot? Itu juga tidak boleh.”

Menurutnya, perbedaan utama terletak pada kompetensi yang dimiliki oleh setiap profesi. “Pilot memiliki kompetensi yang tidak dimiliki orang lain, dokter juga demikian. Tapi guru? Bahkan orang lulusan teknik elektro bisa jadi guru. Artinya, ada kompetensi yang hilang di guru.”

Guru Gembul menegaskan pentingnya lembaga pendidikan guru fokus pada pengembangan kompetensi guru agar mereka mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

“Sayangnya, kebanyakan pelatihan guru lebih banyak mengajarkan soal administrasi, bukan bagaimana menyampaikan pesan atau berdialog secara psikologis.”

Sehingga, kata dia orang akan berfikiran semua orang bisa jadi guru, karena itu profesi guru mudah ditembus oleh siapapun dan murah.

“Akibatnya, semua orang bisa menjadi guru, dan itu membuat profesi guru menjadi murah. Pernyataan saya ini dianggap melecehkan guru, padahal saya justru membela guru. Ironisnya, sekarang banyak yang tidak suka sama saya karena hal ini.” ungkapnya

Pernyataan Guru Gembul ini membuka diskusi penting tentang kualitas dan kompetensi guru di Indonesia, serta bagaimana sistem pendidikan guru perlu diperbaiki agar profesi guru benar-benar dihargai dan profesional.

Bagaimana pandangan guru Gembul tentang kompetensi yang harus dimiliki guru

Guru Gembul memandang kompetensi guru sebagai hal yang sangat krusial dan saat ini masih banyak kekurangan. Ia menekankan bahwa guru harus memiliki kompetensi khusus yang membedakan profesinya, bukan sekadar bisa mengajar. Menurutnya, kompetensi guru harus meliputi kemampuan menyampaikan materi, berdialog secara psikologis dengan siswa, serta mengelola pembelajaran secara efektif.

Guru Gembul juga menyoroti bahwa banyak guru di Indonesia belum memiliki sertifikasi kompetensi yang memadai, sehingga kualitas pengajaran menjadi rendah. Ia mengkritik sistem seleksi dan pelatihan guru yang lebih fokus pada administrasi daripada peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional.

Selain itu, Guru Gembul mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi dan inovasi dalam pembelajaran, mengingat tantangan era digital dan perkembangan AI yang semakin pesat. Namun, data menunjukkan hanya sebagian kecil guru yang mampu menggunakan media elektronik sebagai sumber belajar, menandakan perlunya peningkatan kompetensi digital guru.

Singkatnya, Guru Gembul menilai kompetensi guru harus mencakup pengetahuan, keterampilan mengajar, kemampuan psikologis dalam berinteraksi dengan siswa, serta kesiapan menghadapi tantangan teknologi, agar guru dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan efektif***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur, Polresta Sidoarjo Diancam Didemo

9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kuasa Hukum Dua Rekanan Kirim Surat ke Perumda Delta Tirta Harus Bayar Tagihan Rp 1,4 Miliar Sesuai Perintah Hakim Kasasi MA

6 Juni 2026 - 18:56 WIB

Ketika Rumah Kebudayaan Menjadi Arena Perebutan Panggung

11 Mei 2026 - 18:17 WIB

Bupati Fandi Ahmad Yani Beri Sangu Obat dan Vitamin untuk Ratusan Jamaah Haji Asal Kabupaten Gresik

3 Mei 2026 - 19:26 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

GAAN Soroti Peredaran dan penyalahgunaan Narkoba Makin Mengkhawatirkan

2 April 2026 - 18:56 WIB

Jadwal Acara Film Televisi Nasional Kamis 2 Maret 2026 ada Hellboy hingga Bioskop Trans TV

2 April 2026 - 10:44 WIB

Trending di Headline