Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

badge-check


					Dr. Wong Chung Chek (Foto: KREDONEWS.COM/ Hadi S Purwanto) Perbesar

Dr. Wong Chung Chek (Foto: KREDONEWS.COM/ Hadi S Purwanto)

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani | Editor: Hadi S Purwanto

Dr. Wong Chung Chek, the most wanted doctor, ahli bedah tulang belakang terkemuka di Asia-Pasifik, merupakan salah satu pionir prosedur VBT di Malaysia. Ini adalah alternatif modern untuk menggantikan operasi spinal fusion (peleburan tulang belakang) tradisional.

Mekanisme ini menggunakan pendekatan anterior (buka dari depan/samping) untuk memasang skrup titanium khusus pada korpus vertebra yang melengkung. Skrup tersebut kemudian dihubungkan dengan tali kabel (tether) fleksibel yang dikencangkan dengan ketegangan tertentu.

Keunggulan Teknik ini berbeda dari spinal fusion yang membuat tulang belakang kaku, VBT memanfaatkan sisa pertumbuhan alami anak untuk meluruskan tulang secara bertahap sekaligus mempertahankan fleksibilitas dan mobilitas gerakan punggung pasien.

Metode ini sangat efektif untuk anak-anak atau remaja penderita skoliosis idiopatik yang sedang dalam masa pertumbuhan pesat (usia emas 7–14 tahun).

Dr. Wong menjelaskan, untuk kasus revisi yang kompleks, baik pada skoliosis berat maupun hiperkifosis terfiksasi, beliau memanfaatkan teknologi Brainlab Navigation System.

“Sistem ini bertindak sebagai GPS real-time bermonitor gambar digital selama operasi berlangsung. Teknologi ini membantu memasang instrumen (pedicle screws) dengan presisi tingkat milimeter pada anatomi tulang belakang yang terdistorsi, sehingga meminimalkan risiko cedera saraf dan mempercepat pemulihan pascaoperasi,” ujar peraih FRCS (Fellowship of the Royal Colleges of Surgeons), di Edinburgh pada 1996, gelar kehormatan dari Royal College of Surgeons Inggris, pengakuan standar keahlian bedah tertinggi di Eropa.

Ketua AO Spine Asia Pasifik (2016–2019) dan Ketua AO Spine Asia Timur (2010–2013) ini menjelaskan, bagi pasien dengan derajat kemiringan ringan hingga sedang (sudut Cobb di bawah 40 derajat), dr. Wong mengutamakan penanganan non-bedah.

Dr. Wong Chung Chek sedang di dalam kamar operasi (Foto: Istimewa)

Hiperkofosis dengan kemiringan sampai 90 derajat, katanya, sangat mempengaruhi kerja paru-paru, jantung dan bahkan lambung. Dengan melakukan tindakan atau operasi tulang belakang, koreksi postur yang baik akan memperbaiki kerja organ paru, jantung dan lambung.

Dr Wong Chung Chek  bertangan dingin dengan pengalaman jam terbang tinggi, telah membuka harapan baru bagi banyak pasien untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

 

Separuh dari Indonesia

Dr. Wong Chung Chek adalah seorang konsultan bedah ortopedi tulang belakang yang dikenal sebagai salah satu pelopor teknik bedah tulang belakang minimal invasif (Minimally Invasive Spine Surgery) di Malaysia.

Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, beliau telah menangani berbagai kasus tulang belakang yang kompleks, mulai dari prosedur bedah terbuka hingga teknik bedah minimal invasif yang lebih modern. Dedikasinya dalam memberikan perawatan terbaik telah membantu banyak pasien mengurangi nyeri, memulihkan mobilitas, serta kembali menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik.

Tidak hanya aktif dalam praktik klinis, dr. Wong juga berkontribusi besar dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pelatihan bedah tulang belakang. Beliau terlibat aktif dalam berbagai program pengembangan profesional bersama AOSpine dan Asia Pacific Spine Society (APSS), dua organisasi tulang belakang terkemuka di tingkat internasional.

Kontribusinya dalam mengembangkan teknik bedah tulang belakang serta membimbing generasi baru spesialis tulang belakang (mentoring) telah mendapatkan pengakuan luas, baik di Asia maupun di berbagai negara lainnya. Beliau juga kerap diundang sebagai pembicara dan pengajar pada berbagai konferensi serta kongres nasional maupun internasional untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan keahliannya.

Saat masih mengabdi di sektor pelayanan Kesehatan pemerintah, Dr Wong dipercaya sebagai pelatih dalam Program Subspesialis Bedah Tulang Belakang Kementerian Kesehatan Malaysia.

Perkembangan penanganan kasus hiperkifosis. (Ilustrasi)

Sudah ribuan pasien scoliosis dan kifosis membaik dari tangannya, dimana lebih separuh adalah pasien dari Indonesia.

“Ya, sekitar 40 sampai 50 persen pasien dari Indonesia,” tutur Dr Wong, penerima beasiswa subspesialis Bedah Tulang Belakang, Universitas Hong Kong.

Dr. Wong lulus MBBS dari Universitas Malaya, Kuala Lumpur, 1992. Tahun 1996 mendapat gelar FRCS dari Royal College of Surgeons, Edinburgh, Inggris. Pada 1999 meraih Magister Bedah Ortopedi (MS Orth), Universitas Malaya.

Beliau adalah pelopor teknik bedah tulang belakang minimal invasif di Malaysia. Sejumlah jabatan telah disandangnya, antara lain penguji jurnal & pengajar tingkat nasional-internasional.

Dr. Wong terkenal sebagai ahli bedah tulang belakang invasif minimal & endoskopi, koreksi kelengkungan tulang belakang (skoliosis, kifosis), penanganan kasus kompleks & operasi ulang tulang belakang, dan penyakit saraf tulang belakang, hernia nukleus pulposus, stenosis.

Sederet keanggotaan profesional yang dipegangnya adalah Malaysian Orthopaedic Association (MOA, Malaysian Spine Society (MSS), Asia Pacific Spine Society (APSS), AO Spine International, Scoliosis Research Society (SRS).

Beliau belum secara resmi memakai sistem robotik mandiri, tapi sudah memanfaatkan teknologi panduan canggih setara presisi tinggi.

Teknologi yang dipakai dr. Wong adalah Navigasi O-Arm 3D, panduan sinar-X real-time. Teknologi ini memiliki fungsi dan tujuan sama, yakni akurasi posisi sekrup, luka kecil, radiasi lebih rendah, dan pemulihan lebih cepat.

Sebagai konsultan Orthopaedic Spine Surgeon, Dr Wong berfokus secara khusus pada penanganan deformitas, cedera, dan bedah pada area tulang belakang.

Bagi beliau, setiap operasi tulang  belakang bukan sekadar tindakan medis, tetapi sebuah upaya untuk mengurangi rasa nyeri, memulihkan kenyamanan, dan membantu pasien kembali menikmati kualitas hidup, terutama bagi remaja dengan kasus skoliosis, meningkatkan rasa percaya diri.

Khristina Kencana, perwakilan resmi KPJ Healthcare di Indonesia menuturkan, pasien dari Indonesia bisa melakukan konsultasi online dengan dr. Wong sebelum berangkat melakukan treatment berdasarkan data medis yang ada terlebih dahulu. Pasien bisa menghubungi saluran WhatsApp +62 812 8962 2999.

“Semua layanan kami bebas biaya alias gratis. Kami akan membantu proses perjalanan berobat lebih mudah, efektif dan efisien; mulai dari pasien sebelum berangkat, selama proses pengobatan hingga kembali ke tanah air,” papar Khristina.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

57 ASN di Kukar Terima Transferan Rp36,7 Miliar, BPK Kaltim: Bukan Kelebihan Bayar Biasa

15 Juli 2026 - 21:26 WIB

Tate McRae Curi Perhatian saat Bawa Bola Pertandingan Piala Dunia

15 Juli 2026 - 20:24 WIB

Yuenchi Arwindi Merasa Difitnah: Demi Allah, Saya tak Ada Hubungan dengan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

15 Juli 2026 - 20:17 WIB

Hentikan Oven Dumping 2028, Menteri LH Jumhur Hidayat Turun Langsung ke TPA Banjardowo Jombang

15 Juli 2026 - 16:57 WIB

Hutan Anjasmoro Mulai Terbakar, Wiku Diaz: Jombang Butuh Tambahan Satu Pos Damkar Lagi!

15 Juli 2026 - 13:28 WIB

Teluk Makin Membara, Presiden Trump Tegaskan Siap Serang Iran untuk Jangka Waktu 60 Hari ke Depan

15 Juli 2026 - 01:08 WIB

Analisis Prof Mahfud MD: Skenario Loloskan Jerat Hukum untuk Febrie Adriansyah

15 Juli 2026 - 00:25 WIB

Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Santri, Ahmad Muzakki Ajukan Praperdilan Polres Lombok Timur

14 Juli 2026 - 19:32 WIB

Pengacara Don Ritto Buka Suara: Uang Yang Disita Polisi untuk Bangun Pelabuhan

14 Juli 2026 - 18:11 WIB

Trending di News