Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Aneh 172 Dokter PPDS Alami Keracunan Makanan, Pihak RSUD Soetomo dan FK Unair Masih Bungkam

badge-check


					Bukan cuma 43.000 siswa siswi PAUD, SD, SMP, SMA yang keracunan MBG, tetapi kasus ini juga menimpa 172 dokter PPDS di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, mereja menderita keracunan tetapi bukan karena makan makanan MBG, Senin, 28 September 2026. Foto: victory nerws Perbesar

Bukan cuma 43.000 siswa siswi PAUD, SD, SMP, SMA yang keracunan MBG, tetapi kasus ini juga menimpa 172 dokter PPDS di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, mereja menderita keracunan tetapi bukan karena makan makanan MBG, Senin, 28 September 2026. Foto: victory nerws

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA — Sebuah peristiwa yang mencengangkan terjadi di lingkungan salah satu rumah sakit terbesar di Indonesia.

Dari total 289 peserta kegiatan Pra-Pendidikan (Pradik) Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), sebanyak 172 orang atau hampir dua pertiga peserta, tiba-tiba jatuh sakit.

Diduga akibat mengonsumsi makanan yang disajikan saat kegiatan berlangsung di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) Lantai 7 RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Senin, 28 September 2026.

Yang membuat kasus ini menonjol: korban bukan kelompok rentan, melainkan para tenaga medis calon dokter spesialis — orang-orang yang paling paham soal kesehatan dan kebersihan pangan — justru mengalami gangguan kesehatan di tempat yang seharusnya menjadi standar kebersihan tertinggi.

Makanan yang dikonsumsi saat sarapan atau makan siang di lokasi kegiatan diduga menjadi pemicu utama. Gejala yang muncul serentak berupa mual, muntah, dan pusing.

Sebagian besar peserta mengalami keluhan ringan dan disarankan observasi mandiri di rumah. Namun enam orang harus mendapat penanganan langsung di IGD RSUD Dr. Soetomo, satu orang dirujuk ke RSAL, dan satu orang lainnya dirujuk ke RSUD dr. Soewandhie.

Hingga kini, seluruh korban yang mendapat perawatan sudah dipulangkan dalam kondisi membaik.

Pihak RSUD Dr. Soetomo bersama FK Unair bergerak cepat. Sampel sisa makanan diambil langsung dari lokasi kejadian, disertai pemeriksaan usap rektal kepada peserta yang mengalami gejala.

Bukti-bukti tersebut dikirim ke tiga lembaga sekaligus untuk pemeriksaan silang: Puslabfor Polda Jawa Timur (unsur pidana), Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) (penyebab biologis), dan BPOM (keamanan pangan). Keterlibatan kepolisian menegaskan bahwa kasus ini ditangani secara serius dan menyeluruh, bukan sekadar keluhan biasa.

Direksi RSUD Dr. Soetomo serta pimpinan FK Unair belum merilis pernyataan lengkap secara tertulis, namun langkah penundaan kegiatan pada Selasa, 29 September 2026, menjadi bukti nyata keseriusan penanganan. Kegiatan Pradik ditiadakan sementara guna mengevaluasi total penyedia jasa katering yang menyuplai konsumsi ratusan peserta tersebut.

Kronologi

Senin, 28 September 2026 — Pagi–Siang

  • Kegiatan Pradik PPDS FK Unair berlangsung di GPDT Lantai 7 RSUD Dr. Soetomo, dihadiri 289 peserta
  • Peserta mengonsumsi makanan yang disediakan katering kegiatan
  • Muncul gejala mual, muntah, pusing secara beruntun pada peserta

Senin, 28 September 2026 — Siang–Sore

  • 172 peserta dipastikan mengalami gejala keracunan
  • 6 orang ditangani IGD RS Soetomo; 1 dirujuk RSAL; 1 dirujuk RS Soewandhie
  • Seluruh pasien dirawat dan dipulangkan
  • Tim gabungan RS Soetomo + FK Unair mengambil sampel makanan & pemeriksaan usap rektal
  • Sampel dikirim ke Puslabfor Polda Jatim, Labkesmas, dan BPOM

Selasa, 29 September 2026

  • Kegiatan Pradik diliburkan sementara
  • Penyelidikan laboratorium berjalan — hasil belum diumumkan
  • Identitas katering belum dirilis, sedang dalam pemeriksaan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada nama penyedia jasa katering yang dipublikasikan maupun hasil pemeriksaan laboratorium yang keluar.

Masyarakat menunggu transparansi penuh: apa yang sebenarnya dikonsumsi, mengapa terjadi kontaminasi, dan siapa yang bertanggung jawab.

Bagi para dokter yang hari ini merawat orang lain, kemarin merekalah yang membutuhkan pertolongan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Video Guru Merekam Rok Siswi di SMP Subang, Dedi Mulyadi: Usut Tuntas, Pecat!

29 September 2026 - 13:10 WIB

Rapat KPRI Jombang: Ketua Hartono Klaim Ada Aset Rp 160 M, Purwanto Tolak Laporan Pertanggungjawaban

29 September 2026 - 12:02 WIB

Jasad Pria Membusuk dalam Jeep Nopol Bengkulu di Area Parkir RS Muhammadiyah Dau Malang

29 September 2026 - 10:42 WIB

Awas PM2.5, Dokter Piprim: Karhutla Bencana Lingkungan, Juga Ancaman Darurat Kesehatan Anak!

28 September 2026 - 19:57 WIB

18 Napi Kelas Kakap Ini Jadi ‘Harta Karun’ LP Cibinong Dibongkar Ombudsman

28 September 2026 - 19:01 WIB

Menelisik Akar Terorisme (62): Ideologi Anarki merupakan Reaksi Kejam Melawan Aturan yang Mapan

28 September 2026 - 17:47 WIB

13 dari 16 Rumah di Klaster Mewah LP Cibinong Tidak Tercatat dalam Administrasi Milik Negara

28 September 2026 - 16:58 WIB

Tutupi Kebohongan dengan Kebohongan, Wisnu Hani Sengaja Bongkar Perabot dan tidak Pasang CCTV

28 September 2026 - 15:31 WIB

Update Keracunan MBG di Batang: Korban 589 Siswa, 127 Masih Dirawat, SPPG Dihentikan 30 Hari

27 September 2026 - 20:16 WIB

Trending di News