Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Katarak tidak hanya dialami oleh lanjut usia, tetapi juga dapat muncul pada usia produktif bahkan sejak masa kanak-kanak. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai katarak juvenil dan dapat dipicu oleh berbagai faktor.
Diabetes yang tidak terkontrol menjadi salah satu penyebab utama karena kadar gula darah tinggi dapat mempercepat kekeruhan lensa mata. Selain itu, cedera pada mata, penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, serta miopia atau mata minus tinggi juga meningkatkan risiko terjadinya katarak lebih dini.
Paparan sinar ultraviolet secara terus-menerus tanpa pelindung mata turut mempercepat kerusakan lensa. Sementara itu, pada bayi, katarak dapat bersifat bawaan atau kongenital yang umumnya berkaitan dengan infeksi selama kehamilan, seperti rubella atau toksoplasmosis.
Gejala katarak di usia muda umumnya berupa penglihatan buram seperti berkabut, mudah silau, dan ukuran kacamata yang cepat berubah. Penanganan utama dilakukan melalui operasi penggantian lensa yang kini semakin aman dan efektif.
Pemeriksaan mata secara rutin serta pengendalian faktor risiko menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan penglihatan yang lebih serius. Masyarakat yang mulai merasakan gejala atau memiliki faktor risiko dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata.***

























