Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Menelisik Akar Terorisme (32): Diktator Kaum Proletariat

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Hadi S. Purwanto

KREDONEWS.COM— Revolusi para professional biasanya menganggap pemerintah sebagai semacam konspirasi orang kaya terhadap rakyat, yang dianggap lugu dan pasif.

Sebagai komplotan yang menunjuk diri bertindak demi kaum miskin, mereka berupaya melengserkan atau menggantikan klik-klik orang kaya.

Usai revolusi, mereka mendidik para pekerja supaya memahami bahwa mereka, para revolusioner, sebagai benar-benar pemimpin mereka.

Blanqui sendiri, menyamakan istilah “diktator kaum proletariat” dalam upayanya membenarkan masa-masa menyusul berhasilnya revolusi, ketika para revolusioner yang ahli, yang meski belum mendapatkan dukungan bangsanya, justru mendikte rakyatnya.

Meski ritus-ritus revolusi kerap menggelikan, masyarakat rahasia kaum nasionalis pada awal abad sembilan mungkin merupakan unsur terpenting perubahan politik.

Pada masa pergolakan, efektivitas ritus ini tak perlu diragukan. Di berbagai negara, khususnya Italia, pusat pembinaan Masonic menjadi sarana kebangkitan politik kelas menengah.

Masyarakat rahasia nasional termasyur di benua Eropa, seperti kaum Carbonari pada awal abad kesembilan, sangat terpengaruhi disusupi oleh kaum Freemason.

Meski mengadopsi banyak ritus persaudaraan yang lebih tua, kaum Carbonari, pada dasarnya merupakan organisasi politik jika dirunut dari masa kekuasaan Napoleon di Italia.

Pusat pembinaan pertama kaum Masonik didirikan di Capua, antara 1802 dan 1810 oleh sekelompok pejabat republik pasukan Prancis yang jengkel terhadap perkembangan Bonapartisme.

Pusat-pusat pembinaan berperan menggerakkan oposisi politik terhadap Perancis dan kepada pers demi jaminan konstitusional; mendapat banyak calon anggota di antara para staf pasukan, tuan tanah dan pejabat.

Kaum Carbonari meminjam nama mereka. Banyak ritus mereka berasal dari masyarakat pembuat arang yang saling bergotong-royong, yang berkembang pesat semenjak Abad Pertengahan kemudian terpengaruh oleh kaum Freemanson.

Upacara inisiasi mereka merupakan perpaduan berbagai ritus tradisional, diikuti siksaan dengan mata tertutup yang dilakukan dekat api di hadapan Salib dan kapak.

Sumpah mereka dibuat mengikuti model sumpah kaum Mason. Dengan tangan ditumpangkan di atas kapak, upacara dimulai dengan sumpah, “Di atas baja ini, instrumen pembalasan dendam para pesumpah palsu secara teliti menjaga rahasia Carbonarisme, baik untuk menulis, memahat dan melukis apapun tentang hal ini, tanpa mendapatkan izin tertulis.

“Saya berjanji untuk membantu para Saudaraku yang Baik ketika diperlukan sejauh kemampuanku serta tidak berupaya dengan cara apapun untuk melawan kehormatan keluarga mereka. Saya setuju dan berharap bahwa jika saya bersumpah palsu, maka badanku boleh dipotong berkeping-keping, kemudian dibakar lalu abu jenazahku dibuang diterbangkan angin agar namaku musnah dari ingatan Para Saudara yang Baik di seluruh dunia.”

Sumpah kaum Carbonari jelas-jelas tidak bertendensi politis, berisi ‘tidak satu katapun tentang tujuan organisasi’ seperti dicatat oleh pemberontak Mazzini ‘dengan rasa heran dan penuh curiga’ ketika dia diinisiasi menjadi anggota masyarakat itu. Tetapi karena kaum Carbonari direkrut dari kalangan kelas menengah yang ambisius, maka mereka menginginkan kemajuan politis bagi tingkat sosial itu.

Tempat-tempat pembinaan mereka tersebar di Perancis hingga Spanyol, dari Italia hingga Yunani, bahkan hingga ke Rusia.

Di manapun mereka merepresentasikan diri sebagai penyebab liberalisme melawan Persekutuan Suci yang memang dibentuk untuk menguasai Eropa menyusul kekalahan Napoleon.

Dalam berbagai rangkaian kerusuhan yang berawal pada tahun 1812, kaum Carbonari memenangkan konstitusi di Spanyol dan beberapa negara bagian Italia serta kemerdekaan bagi bangsa Yunani.

Mereka sangat efektif ketika disatukan dengan para perwira muda mereka—yang terkenal dengan pasukan-pasukan mereka sehingga mampu membakar semangat mereka untuk melakukan pemberontakan.

Bagaimanapun, para penguasa reaksioner Eropa segera menumbangkan pemerintahan-pemerintahan konstitusional baru itu. Dan, seiring dengan gagalnya kudeta terakhir yang diinspirasi oleh kaum Carbonari, marga Descembrist bangkit menentang Tsar Nicholas I dari Rusia pada 1825, sehingga masa jaya masyarakat borjuis semu para Masonik pun berakhir. (Bersambung).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Berangkat Naik Ojol, Nadira Az- Zahra Mahasiswi Telkom University Bandung Belum Ditemukan

6 Juli 2026 - 16:22 WIB

Aturan Baru Hak Impor 3,12 Juta Ton Gula Rafinasi: SugarCo, PTN Rajawali dan Bulog

6 Juli 2026 - 12:08 WIB

Seorang Warga China Ikrar Mualaf Dipimpin Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik

5 Juli 2026 - 11:20 WIB

Tarsipan dan Sinto Rela Menyemir Hitam Tubuhnya untuk Meriahkan Sedekah Desa Plumbon Gambang

5 Juli 2026 - 11:00 WIB

Tersangka Dana Hibah Pemprov Jatim Rp2,1 Triliun, Anwar Sadad Masih Duduk Tenang di Kursi DPR RI

4 Juli 2026 - 21:27 WIB

Menelisik Akar Terorisme (31): Masyarakat Nasionalis Dibentuk Seperti Militer

4 Juli 2026 - 20:24 WIB

Pegadaian Besuki Salurkan Bantuan Bencana Banjir untuk SDN 1 Kalianget Situbondo

4 Juli 2026 - 19:25 WIB

Pitono Nugroho Nakhodai ICMI Jatim 2026–2031: Usung Tujuh Modal

4 Juli 2026 - 18:20 WIB

Anak Krakatau Meletus Semburkan Awan Panas 400 M, Hindari Jarak Radius 2 Kilometer

4 Juli 2026 - 13:41 WIB

Trending di News