Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Menelisik Akar Terorisme (31): Masyarakat Nasionalis Dibentuk Seperti Militer

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato   |  Editor: Hadi S. Purwanto

KREDONEWS.COM— Peraturan yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat atau kelompok minoritas yang diterapkan penjajah, merupakan kondisi paling umum yang cenderung membangkitkan adanya masyarakat rahasia kaum nasionalis.

Perlawanan terhadap peraturan semacam ini biasanya berawal dari pembentukan masyarakat budaya yang terbuka, yang dibentuk sebagai kelompok para pemimpin mayoritas masyarakat tertindas.

Kelompok ini berkembang berdasarkan pertimbangan budaya seiring dengan tuntutan reformasi terhadap kekuasaan yang sedang bercokol.

Ketika semua itu ditentang, kelompok pun terpecah belah menjadi kelompok moderat atau ekstremis atau bekerja di bawah tanah.

Pada titik inilah, masyarakat rahasia kaum nasionalis terbentuk. Tujuannya adalah melakukan kerusuhan. Organisasinya yang bergaya militer kerap mengandalkan revolusi massa masyarakat perkotaan.

Sejarahwan Inggris, Sir Lewis Namier, dalam pengamatannya yang sangat mengagumkan seputar penyebab revolusi Eropa tahun 1848, menemukan bahwa kaum revolusioner merupakan intelektual kelas menengah paling eksklusif yang mendapat keuntungan dari kerusuhan-kerusuhan massal; yang justru banyak muncul di kawasan kumuh padat di ibukota-ibukota.

Revolusi Prancis menentukan pola pemberontakan perkotaan. Di ibukota Prancis, perusuh berkomplot naik ke puncak kekuasaan namun kemudian digulingkan.

Paris bergerak, bangsa bergerak pun. Teror sebelum masa pemerintahan Napoleon Bonaparte membuktikan bahwa sekelompok kecil pria nekad, seperti kaum Jacobin dapat merebut kekuasaan, bertahan beberapa saat berkat penggunaan para agen mereka serta orang yang dilatih secara militer guna membasmi kelompok oposisi dalam dan luar negeri.

Bagaimanapun, “Konspirasi Orang-Orang Semartabat”, kegagalan Babeuf meraih kekuasaan pada 1796 justru memperkenalkan era revolusi para profesional – dari orang-orang seperti Filippo Buonarroti dan Aguste Blanqui.

Orang-orang ini, yang menyukai revolusi, persiapan dan ritusnya, membentuk sebuah masyarakat rahasia kecil sebagai sarana perjuangan nasionalisme mereka.

Kebijakan revolusi perkotaan sangat jelas. Bertujuan membentuk kelompok militan, menciptakan rasa tidak aman lewat aktivitas teroris dan menggunakan dukungan perwira pasukan simpatisan yang progresif.

Menunggu hingga masa paceklik atau malaise membuat kelompok masyarakat perkotaan gelisah kemudian melancarkan kerusuhan. Merebut titik-titik strategis kota seperti parlemen, istana dan kantor-kantor surat kabar.

Mengumumkan kelompok revolusionernya menjadi pemerintahan sementara, sambil menekan upaya kontrarevolusi apapun. Yang indah dari metode ini adalah ia membutuhkan beberapa militan dan jika ada, sedikit dukungan masyarakat. (Bersambung)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

OTT KPK Sasar Kantor BNPB, Tangkap 14 Pejabat dan Pengusaha, Uang dan Emas Batangan

13 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Israel Melarang Pesawat Kargo Ethiopia Mendarat, karena Pilotnya Warga Indonesia

13 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Desak Penutupan 23 Pabrik Rokok Ilegal, Massa LSM Lempari Telur Kantor Bea Cukai Madura di Pamekasan

13 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Suasana Memanas, Bentrok Massa AMPB Vs LSM Aksi Pati Bangkit di Halaman PN

13 Oktober 2026 - 21:17 WIB

TMMD Ke 130 Buka Akses Desa Klitih Plandaan: Bangun Jalan Rabat Beton 1.338 M, 10 RLTH dan 6 WC Umum

13 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Dinkop-UMK Beri Pelatihan 302 Personel Pengawas KDMP Jombang

13 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Senin 12 Oktober 2026: Gempa Siang Mag 4.1, Gempa Sore Mag 4.6 di Blitar Selatan

13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Menelisik Akar Terorisme (67): Jenderal Sherman Memaklumkan Derita Tiap Rumah Tangga

13 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Hari Purnomo: 211 KDMP di Jombang Selesai 100 %, 88 Unit Telah Beroperasi di Bawah PT Agrinas

12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Trending di News