Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Tiga Gelombang Rudal Houthi Sasar Bandara Riyadh: Tiga Orang Tewas, 31 Lukaluka, Pesawat 320 Rusak Berat

badge-check


					Tiga hari Houthie tembakkan rudal dari Yaman ke Riyadh, di antaranya berhasil mengenai bandara. Foto: ist Perbesar

Tiga hari Houthie tembakkan rudal dari Yaman ke Riyadh, di antaranya berhasil mengenai bandara. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, RIYADH — Serangan beruntun menggunakan rudal balistik menghantam Bandara Internasional Raja Khalid, Riyadh, Arab Saudi, Selasa–Kamis, 6-8 Oktober 2026.

Gelombang serangan terbaru yang diklaim oleh kelompok Houthi Yaman. Bukan berita lama — serangan terjadi dalam rentang 6–8 Oktober 2026, berlangsung berturut-turut dan memakan korban jiwa.

Pada hari Selasa, 6 Oktober & Rabu, 7 Oktober: Serangan pertama dan kedua menghantam Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh serta Bandara Abha di Arab Saudi barat daya.

Dilanjutkan serangan pada hari Kamis, 8 Oktober: Houthi melancarkan serangan gelombang berikutnya ke bandara yang sama.

Rudal balistik diklaim menghantam area terminal, dan sebuah pesawat Airbus A320 milik maskapai nasional Saudia dilaporkan mengalami kerusakan saat berada di darat.

Pernyataan Houthi

Juru Bicara Militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, mengeluarkan beberapa pernyataan berturut-turut melalui media sosial resmi pada 7–8 Oktober 2026:

“Pasukan kami menembakkan rudal balistik yang mengenai sasaran dengan tepat ke Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh. Serangan ini menyebabkan terganggunya pergerakan penerbangan di bandara tersebut.”Pernyataan pertama, Kamis pagi, 8 Oktober 2026

“Kami memberikan peringatan terakhir kepada maskapai penerbangan internasional untuk berhenti menggunakan ruang udara Arab Saudi. Ruang udara Saudi kini telah menjadi zona operasi militer kami. Pengecualian hanya berlaku untuk ruang udara di atas Kota Suci Mekkah dan Madinah.” Pernyataan kedua, Kamis siang, 8 Oktober 2026

“Serangan ini adalah tanggapan atas agresi berkelanjutan koalisi pimpinan Saudi terhadap rakyat Yaman. Operasi kami akan terus berlanjut sampai warga Yaman mendapatkan keadilan dan penghentian blokade.” Pernyataan lengkap, 8 Oktober 2026

Respon Arab Saudi

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi dan maskapai Saudia mengeluarkan pernyataan resmi:

“Tiga warga negara tewas dalam serangan yang menargetkan fasilitas bandara dan satu pesawat milik Saudia yang sedang berada di darat. Sejumlah warga dan penduduk dari berbagai kewarganegaraan mengalami luka-luka, mulai dari ringan hingga berat, dan telah segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.” Demikian keterangan Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi, Kamis malam, 8 Oktober 2026

“Satu pesawat Airbus A320 milik kami mengalami kerusakan saat berada di area parkir terminal. Tidak ada penumpang di dalam pesawat pada saat kejadian. Salah satu karyawan kami, Kapten Hamoud Ali Alkalthami, meninggal dunia. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan.” Demikian pernyataan resmi Maskapai Saudia, 8 Oktober 2026

Sementara itu, juru bicara Koalisi Arab, Brigjen Turki al-Malki, menyatakan:

“Pasukan pertahanan udara kami berhasil mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan ke arah Riyadh, serta satu rudal lainnya yang menargetkan wilayah Khamis Mushait. Namun puing-puing hasil pencegatan jatuh ke permukaan dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan sipil.”

Status Terkini 

– Operasi penerbangan di Bandara Raja Khalid telah kembali berjalan normal sejak Kamis malam
– Total 3 orang tewas dan 36 orang luka-luka dari berbagai kewarganegaraan
– Satu pesawat Airbus A320 milik Saudia mengalami kerusakan fisik
–  Liga Arab telah mengutuk keras serangan ini sebagai pelanggaran hukum internasional yang menargetkan fasilitas sipil

Informasi mengenai kerusakan detail pesawat dan kemungkinan korban di dalam terminal masih terus diverifikasi.

Beberapa sumber media sosial menyebutkan kerusakan lebih luas, namun data resmi dari pihak berwenang tetap menjadi rujukan utama.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KM Virgo 8 Tenggelam: Polisi Tetapkan 4 Tersangka, 108 Selamat, 82 Tewas, 53 Hilang

9 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Tingkatkan Sinergitas, Kapolres Jombang Sambangi Bupati

9 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Polisi Gerebek Judol di Kompleks Cijantung, KSAD Jenderal Maruli: Ada Laporan Pasti Kita Tindak Tegas!

9 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Massa Segel Pintu Gerbang PT JPN, Efek Limbah Bau Busuk Ganggu Siswa SMPN 4 Banjardowo Jombang

9 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Plafon SDN 2 Cempoko Sragen Ambrol, Dua Wanita Guru Alami Lukaluka

9 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Khairul Kalam Sukses Hancurkan Bangunan Calon Gerai Indomart, Kini Kapolres Pamekasan Siap Meringkusnya

8 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Kirim Surat ke KPK, Nusron Wahid tak Bisa Hadiri Pemeriksaan

7 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Diduga Sarang Judol, Petugas Gerebek Rumah Dinas di Cijantung Ringkus 11 Tersangka dan 32 Komputer

7 Oktober 2026 - 16:50 WIB

27 Pelajar SMPN 1 Mojoanyar Diangkut ke Puskesmas Gayaman Mojokerto Akibat Keracunan Sate Ayam MBG

7 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Trending di News