Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, RIYADH — Serangan beruntun menggunakan rudal balistik menghantam Bandara Internasional Raja Khalid, Riyadh, Arab Saudi, Selasa–Kamis, 6-8 Oktober 2026.
Gelombang serangan terbaru yang diklaim oleh kelompok Houthi Yaman. Bukan berita lama — serangan terjadi dalam rentang 6–8 Oktober 2026, berlangsung berturut-turut dan memakan korban jiwa.
Pada hari Selasa, 6 Oktober & Rabu, 7 Oktober: Serangan pertama dan kedua menghantam Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh serta Bandara Abha di Arab Saudi barat daya.
Dilanjutkan serangan pada hari Kamis, 8 Oktober: Houthi melancarkan serangan gelombang berikutnya ke bandara yang sama.
Rudal balistik diklaim menghantam area terminal, dan sebuah pesawat Airbus A320 milik maskapai nasional Saudia dilaporkan mengalami kerusakan saat berada di darat.
Pernyataan Houthi
Juru Bicara Militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, mengeluarkan beberapa pernyataan berturut-turut melalui media sosial resmi pada 7–8 Oktober 2026:
“Pasukan kami menembakkan rudal balistik yang mengenai sasaran dengan tepat ke Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh. Serangan ini menyebabkan terganggunya pergerakan penerbangan di bandara tersebut.”Pernyataan pertama, Kamis pagi, 8 Oktober 2026
“Kami memberikan peringatan terakhir kepada maskapai penerbangan internasional untuk berhenti menggunakan ruang udara Arab Saudi. Ruang udara Saudi kini telah menjadi zona operasi militer kami. Pengecualian hanya berlaku untuk ruang udara di atas Kota Suci Mekkah dan Madinah.” Pernyataan kedua, Kamis siang, 8 Oktober 2026
“Serangan ini adalah tanggapan atas agresi berkelanjutan koalisi pimpinan Saudi terhadap rakyat Yaman. Operasi kami akan terus berlanjut sampai warga Yaman mendapatkan keadilan dan penghentian blokade.” Pernyataan lengkap, 8 Oktober 2026
Respon Arab Saudi
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi dan maskapai Saudia mengeluarkan pernyataan resmi:
“Tiga warga negara tewas dalam serangan yang menargetkan fasilitas bandara dan satu pesawat milik Saudia yang sedang berada di darat. Sejumlah warga dan penduduk dari berbagai kewarganegaraan mengalami luka-luka, mulai dari ringan hingga berat, dan telah segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.” Demikian keterangan Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi, Kamis malam, 8 Oktober 2026
“Satu pesawat Airbus A320 milik kami mengalami kerusakan saat berada di area parkir terminal. Tidak ada penumpang di dalam pesawat pada saat kejadian. Salah satu karyawan kami, Kapten Hamoud Ali Alkalthami, meninggal dunia. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan.” Demikian pernyataan resmi Maskapai Saudia, 8 Oktober 2026
Sementara itu, juru bicara Koalisi Arab, Brigjen Turki al-Malki, menyatakan:
“Pasukan pertahanan udara kami berhasil mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan ke arah Riyadh, serta satu rudal lainnya yang menargetkan wilayah Khamis Mushait. Namun puing-puing hasil pencegatan jatuh ke permukaan dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan sipil.”
Status Terkini
– Operasi penerbangan di Bandara Raja Khalid telah kembali berjalan normal sejak Kamis malam
– Total 3 orang tewas dan 36 orang luka-luka dari berbagai kewarganegaraan
– Satu pesawat Airbus A320 milik Saudia mengalami kerusakan fisik
– Liga Arab telah mengutuk keras serangan ini sebagai pelanggaran hukum internasional yang menargetkan fasilitas sipil
Informasi mengenai kerusakan detail pesawat dan kemungkinan korban di dalam terminal masih terus diverifikasi.
Beberapa sumber media sosial menyebutkan kerusakan lebih luas, namun data resmi dari pihak berwenang tetap menjadi rujukan utama.**

















