Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Presiden Prabowo Suguhi Anglung untuk Sahabatnya PM Modi: Muncullah Alunan Kuch Kuch Hota Hai!

badge-check


					Muhibah sahabat lama dari India kembali terjadi di Indonesia. PM Narendra Modi melakulan kunjungan persahabatan ke Indonesia, mendapat suguhan dan buah tangan angklung. Foto: setneg Perbesar

Muhibah sahabat lama dari India kembali terjadi di Indonesia. PM Narendra Modi melakulan kunjungan persahabatan ke Indonesia, mendapat suguhan dan buah tangan angklung. Foto: setneg

Penulis: Tanasyafira L. Tirani  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.CO,  JAKARTA — Di ruang pertemuan kenegaraan Istana Merdeka, suasana serius berubah menjadi hangat, akrab, dan penuh senyum.

Di hadapan para pejabat dan awak media, Presiden Prabowo Subianto secara khusus menyerahkan cenderamata istimewa kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi: satu set angklung, alat musik bambu khas Jawa Barat yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya.

“Hadiah kecil dari kami, simbol persahabatan dan keharmonisan,” ujar Prabowo sambil menyerahkan alat musik itu dengan senyum lebar.

Modi menerimanya dengan antusias, memegang gagang bambu itu seolah sedang memegang sesuatu yang sangat berharga. Matanya berbinar, jari-jarinya menyentuh batang-batang bambu yang tersusun rapi itu.

Keduanya lalu berdiri berdampingan, sama-sama memegang angklung masing-masing. Presiden Prabowo memegang angklung bernada dasar Do (C), suara paling dasar dan utama, sementara Perdana Menteri Modi memegang angklung bernada Sol (G), nada penyangga yang memberi keindahan harmoni.

Seorang pemusik angklung berdiri di samping mereka, siap memandu.

“Cukup digoyangkan perlahan, Pak,” bisik pemusik itu. Keduanya tertawa, lalu bersamaan mengayunkan tangan. Ting… ting… tung… suara bambu berdentang lembut, bersahutan, menciptakan nada yang indah.

Kuch Kuch Hota Hai

Modi tampak sangat senang, mengulangi gerakan itu berulang kali, semakin lincah, seolah sudah terbiasa memainkannya. Prabowo ikut tertawa melihat kegembiraan tamunya.

Momen paling berkesan terjadi saat pemusik utama mulai memainkan alunan nada yang sangat dikenal Modi dan seluruh rakyat India. Melodi lagu legendaris Kuch Kuch Hota Hai mengalun lembut dari deretan angklung.

Lagu ikonik “Kuch Kuch Hota Hai” dari film berjudul sama (1998) dinyanyikan oleh Udit Narayan dan Alka Yagnik. Berikut adalah cuplikan lirik lagu romantis legendaris ini:
Tum paas aaye, yun muskuraaye
Tumne na jaane kya sapne dikhaye
Ab toh mera dil, jaage na sota hai
Kya karu haye, kuch kuch hota hai.
Lirik lengkapnya mencakup ungkapan perasaan cinta yang mendalam, kebingungan emosi, dan kerinduan, yang diulang dalam bait-bait lagu tersebut.

Secara spontan Modi melangkah mendekat, ikut bergoyang, dan memainkan nada-nada pelengkap lagu itu dengan tepat. Tepuk tangan riuh segera terdengar memenuhi ruangan.

“Wah, hebat sekali Pak Modi, ternyata berbakat musisi!” seru Prabowo sambil menepuk bahu tamunya dengan akrab. Modi hanya tersenyum lebar, matanya berbinar puas, seolah bangga bisa ikut memainkan lagu kenangan negaranya dengan alat musik Indonesia.

Diplomasi lewat budaya ini menjadi momen paling manusiawi di tengah seriusnya pembahasan kerja sama dagang, pendidikan, dan pertanian. Angklung yang sederhana itu menjadi jembatan hati: dua pemimpin bangsa besar, berbeda latar belakang, bersatu lewat nada dan rasa persahabatan.

Filosofi Angklung

“Angklung itu filosofinya kebersamaan. Tidak ada satu nada yang lebih tinggi atau lebih rendah, semuanya harus bersatu agar indah terdengar,” kata Prabowo menjelaskan makna hadiahnya.

Modi mengangguk setuju, menambahkan: “Begitu juga hubungan kita, Indonesia dan India, harus selalu selaras dan bersatu.”

Pagi itu, di ruang Istana Merdeka, tidak hanya kesepakatan kertas yang ditandatangani, tapi juga ikatan persaudaraan yang dipererat lewat alunan bambu dan melodi kenangan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pengacara Keluarga Korban: Sayembara Berhadiah Rp20 Juta untuk Mencari Erlan

8 Juli 2026 - 09:44 WIB

SIG Catatkan Penjualan 15 Juta Ton, Januari hingga Mei 2026

7 Juli 2026 - 21:43 WIB

Menelisik Akar Terorisme (33): Pria Bernama Kamis Adalah Mimpi Buruk

7 Juli 2026 - 18:52 WIB

Muncul Nama Erlan Warga Dampit, Benarkan Terlibat Kasus Temuan Jasad Wanita di Area Parkir Bandara Juanda?

7 Juli 2026 - 14:07 WIB

Perlawanan/ Eksepsi atas Dugaan Penipuan Rp5 Miliar, Tuding Dakwaan Jaksa Kabur dan Minta Hakim Bebaskan Terdakwa

6 Juli 2026 - 22:43 WIB

Black Out Enam Provinsi di Sumatera Negara Rugi Rp5 Triliun, Diduga Efek Pasokan Batubara Mutu Rendah

6 Juli 2026 - 21:36 WIB

2 Tewas 14 Luka-luka Sugeng Rahayu VS Truk di Paron Nganjuk, Aipda Sutrisno Selamatkan Ibu dan Bayinya

6 Juli 2026 - 20:11 WIB

40 Orang Gardupapak Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRD Jombang, Jl. Hasyim Asy’ari Tetap Zona Kuning

6 Juli 2026 - 19:24 WIB

Polsek Perak Tindak Tegas Pelaku Balap Liar

6 Juli 2026 - 19:17 WIB

Trending di News