Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Terulang, 400 Siswa Keracunan Usai Makan MBG, Begini Upaya Pemerintah

badge-check


					Terulang, 400 Siswa Keracunan Usai Makan MBG, Begini Upaya Pemerintah Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, TASIKMALAYA- Ratusan pelajar di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah. Sekitar 400 siswa dari jenjang TK, SD, SMP, hingga Madrasah Ibtidaiyah (MI) mengalami gejala mual, muntah, pusing, sakit perut, dan diare.

Sebanyak 25 siswa dengan gejala lebih berat mendapat perawatan di Puskesmas Rajapolah. Seorang guru juga menjadi korban dan dirawat di rumah sakit atas permintaan keluarga. Sebagian besar korban hanya mengalami gejala ringan dan telah kembali beraktivitas seperti biasa.

Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan, kini tengah melakukan penyelidikan. Mereka memeriksa dapur pengolahan MBG dan mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium. Hasil uji laboratorium masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti insiden ini.

Berikut beberapa kasus serupa yang terjadi di daerah lain:

Cianjur, Jawa Barat: Pada 21 April 2025, 21 siswa MAN 1 keracunan usai menyantap MBG. Gejala meliputi mual dan muntah. Diduga penyebabnya ayam basi dalam menu.

Tasikmalaya, Jawa Barat: Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengalami gejala keracunan seperti muntah dan diare setelah makan MBG. Kasus masih diselidiki.

Bandung, Jawa Barat: Sebanyak 342 siswa SMPN 35 dan dua guru mengalami keracunan setelah konsumsi MBG. Gejala muncul dalam rentang 30 menit hingga delapan jam setelah makan.

Karanganyar, Jawa Tengah: Kepala sekolah dan dua siswa SD Wonorejo alami diare dan sakit perut usai menyantap MBG pada 24 April 2025.

Sukoharjo, Jawa Tengah: Sebanyak 40 siswa SDN Dukuh 03 keracunan akibat ayam tepung MBG yang diduga kurang matang, Januari 2025.

Bombana, Sulawesi Tenggara: Puluhan siswa SDN 33 Kasipute muntah-muntah setelah makan MBG yang berbau amis dan diduga mengandung ayam basi.

Program MBG kini menjadi sorotan, dan pengawasan distribusi makanan di sekolah-sekolah kembali disorot untuk mencegah kejadian serupa.

Upaya Pencegahan oleh Pemerintah

Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mencegah keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), antara lain:

– Perketat Standar Keamanan Pangan: Menerapkan standar keamanan pangan ketat mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian makanan. Pelatihan dan sertifikasi penjamah pangan diwajibkan untuk memastikan kebersihan dan kualitas makanan.

– Kolaborasi BPOM dan Puskesmas: BPOM bekerja sama dengan puskesmas dan dinas kesehatan untuk pengawasan, pemantauan, serta mitigasi risiko keracunan. Tim Gerak Cepat (TGC) dibentuk untuk investigasi dan penanganan kejadian luar biasa (KLB) keracunan.

– Evaluasi dan SOP yang Ketat: Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat prosedur operasional dan distribusi makanan, termasuk pelaksanaan SOP yang mengatur jumlah porsi bertahap untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru agar kualitas makanan terjaga.

– Sosialisasi dan Edukasi: Melibatkan sekolah, masyarakat, dan penyelenggara dalam sosialisasi lima kunci keamanan pangan seperti menjaga kebersihan, memasak dengan benar, dan penyimpanan makanan pada suhu aman.

– Pengawasan dan Pelaporan: Sekolah dan masyarakat wajib melaporkan kejadian keracunan ke puskesmas untuk investigasi cepat dan penanganan yang tepat, serta memastikan sisa makanan dibersihkan agar tidak menjadi sumber keracunan.

– Usulan Penyediaan MBG oleh Kantin Sekolah: DPR mengusulkan agar makanan bergizi gratis disediakan oleh kantin sekolah untuk kontrol mutu yang lebih baik.

– Penanggungjawaban Biaya Pengobatan: Kepala SPPG bertanggung jawab menanggung biaya pengobatan siswa yang keracunan sebagai bagian dari evaluasi dan peningkatan kualitas layanan MBG.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Suhu Naik 1,2 Derajat Celcius Akibat Super El Nino, 451 Ribu Nyawa Melayang

25 September 2026 - 21:11 WIB

Ada Ruang Menyerupai Kantor Polres, RS O Smach untuk Ambil Paksa Organ Manusia

25 September 2026 - 18:55 WIB

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

Oknum Diknas Minta Jatah 10% dari Dana Revitalisasi 180 Gedung SD/ SMP di Bangkalan Rp38 Miliar

24 September 2026 - 16:56 WIB

Tim Ombudsman Sidak ke LP CIbinong: Temukan Bangunan Mirip Hotel dan Deretan Mobil Mewah!

24 September 2026 - 15:32 WIB

Trending di News