Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Permintaan Maaf Tidak Cukup, Warga Tuntut Kepala Puskesmas Dupak Dicopot

badge-check


					Permintaan Maaf Tidak Cukup, Warga Tuntut Kepala Puskesmas Dupak Dicopot Perbesar

Penulis: Majid | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Polemik kasus meninggalnya istri Joko Widodo warga RT 5 RW 5, Jalan Dupak Bangunrejo 1/32, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, kota Surabaya akibat dugaan kelalaian tenaga medis
Puskesmas Dupak terus memanas.

Setelah insiden tragis yang memicu kemarahan warga Dupak Bangunrejo itu viral, jajaran Puskesmas akhirnya mendatangi rumah duka dengan didampingi pihak Kelurahan Dupak.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Puskesmas Dupak secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas insiden yang terjadi.

Namun, sikap tersebut dianggap tidak cukup oleh keluarga korban maupun Paguyuban Warga Dupak Bangunrejo.
“Kami tidak bisa menerima tragedi ini dianggap selesai hanya dengan permintaan maaf. Yang kami butuhkan adalah pertanggungjawaban yang nyata dan langkah konkret agar kejadian ini tidak berulang,” tegas Joko Widodo, suami korban, dengan nada penuh emosi.

Ketua Paguyuban Warga, Dhani Bachtiar, bahkan menyatakan secara terbuka bahwa pihaknya mendesak agar Kepala Puskesmas Dupak diberi sanksi tegas. Ia menyebut bahwa apa yang terjadi bukan semata kelalaian prosedural, melainkan bentuk nyata dari buruknya manajemen pelayanan kesehatan dasar yang selama ini diabaikan.

“Jika Kepala Puskesmas tidak mampu memastikan kualitas dan kecepatan layanan kesehatan, apalagi dalam kondisi gawat darurat, maka sudah seharusnya ia dicopot dari jabatannya. Ini soal nyawa manusia, bukan sekadar administrasi!” seru Dhani.

Menurut informasi yang dihimpun, surat pengaduan resmi dari paguyuban telah disiapkan dan akan segera dikirimkan kepada Wali Kota Surabaya dan Dinas Kesehatan Kota. Surat tersebut berisi desakan agar:

1. Dilakukan investigasi menyeluruh dan transparan terhadap insiden ini.
2. Diberikan sanksi administratif hingga pencopotan terhadap pihak yang bertanggung jawab.
3. Diperbaiki secara sistematis protokol layanan darurat di seluruh puskesmas wilayah Surabaya.

Warga berharap tragedi ini menjadi momentum reformasi pelayanan kesehatan dasar di Surabaya. Mereka tak ingin ada lagi warga yang harus kehilangan nyawa hanya karena sistem yang lambat dan birokrasi yang kaku.
“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada keadilan. Jangan ada lagi warga miskin yang dibiarkan mati hanya karena tak sempat dilayani,” tutup Dhani dengan suara bergetar.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Diduga Kasus Tanah Kaveling, Polresta Malang Terbitkan Surat DPO terhadap Ipda Wibowo Hari Sucahyo

10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Mobil Peserta Drag Rage Hilang Kendali, Enam Penonton Tewas Tertabrak 11 Lukaluka di Kotamobagu

9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Menelisik Akar Terorisme (47): Hector Pahlawan Troya Mati Ketakutan

9 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

Beroperasi Pakai Ambulans, Petugas Satpol PP Tangkap Pencuri Bangku di Taman Mundu Surabaya

9 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Diduga Praktek Mafia Hukum, Istri Cari Keadilan Tiba-tiba Jadi Pengaju Gugatan Cerai di PA Karawang

9 Agustus 2026 - 18:44 WIB

OTT KKP Banjarmasin, KPK Dapat Setoran Rp8,3 M dari Saksi yang Namanya Dirahasiakan

8 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Semburan Lumpur Pekat di Oro-oro Kesongo Blora Bergemuruh Mencapai 20 Meter

7 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (46): Desalines Dirangsek Hingga Mati, Christhope Bunuh Diri

7 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Trending di News