Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Dubes Korsel Usut Dugaan Pencurian Teknologi Jet KF-21 oleh WNI

badge-check


					Jet tempur canggih patungan Korea Selatan-Indonesia, KF-21/IF-21 Boramae, sukses uji terbang perdana pada 19 Juli 2022. (Dok: Angkatan Udara Republik Korea Selatan) Perbesar

Jet tempur canggih patungan Korea Selatan-Indonesia, KF-21/IF-21 Boramae, sukses uji terbang perdana pada 19 Juli 2022. (Dok: Angkatan Udara Republik Korea Selatan)

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Duta Besar untuk Republik Korea Cecep Herawan mengatakan akan memberikan prioritas terhadap pendampingan kasus dugaan pencurian teknologi Jet Tempur KF-21 yang dituduhkan kepada sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang juga berstatus insinyur PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Hal ini sampaikan usai Presiden Prabowo melantik Cecep dan 30 duta besar Indonesia untuk sejumlah negara dan organisasi dunia di Istana Negara, Kemarin Sore. Menurut dia, kasus dugaan pencurian yang disematkan Korea Selatan terhadap insinyur PTDI telah menjadi perhatian pemerintah sejak lama.

“Menjadi salah satu prioritas kerja kita sesuai arahan yang kami terima dari pimpinan di Jakarta,” ujar Cecep dikutip, Selasa (25/03/2025).

Menurut dia, para duta besar baru sebenarnya sudah mendapat arahan dari sejumlah kementerian dan lembaga negara. Salah satunya, soal prioritas Presiden Prabowo Subianto dan turunan dari program Asta Cita.

Cecep mengatakan, masing-masing duta besar sudah mengidentifikasi kekuatan di negara perwakilan yang bisa berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia ke depan.

Sebagai informasi, sejumlah insinyur yang merupakan WNI sedang menjalani proses penyelidikan dalam dugaan pencurian teknologi jet tempur KF-21 di Korea Selatan.

Berdasarkan laporan Yonhap, mengutip Defense Acquisition Program Administration (DAPA), para insinyur yang dikirim ke Korea Aerospace Industries (KAI) tersebut mendapat tuduhan menyimpan dan mencuri data tentang pengembangan jet tempur KF-21 di dalam sebuah USB.

“Investigasi gabungan yang terdiri dari lembaga-lembaga terkait, termasuk Badan Intelijen Nasional, saat ini sedang dilakukan untuk menyelidiki dugaan pencurian teknologi yang dilakukan oleh warga Indonesia,” ungkap seorang pejabat DAPA kepada wartawan, Jumat (02/02/2024).

Menurut sumber, penyelidikan difokuskan pada apakah data yang disimpan berisi teknologi strategis terkait dengan program pengembangan KF-21. Para insinyur tersebut saat ini dilarang meninggalkan Korea Selatan.

Indonesia merupakan negara yang bermitra dengan Korea Selatan untuk proyek pengembangan jet tempur KF-21. Proyek tersebut menelan biaya 8,8 triliun won (Rp104 triliun), dengan skema pembayaran 60% dilakukan oleh pemerintah Korsel, 20% oleh pemerintah Indonesia, dan 20% lain oleh KAI.

Menurut Yonhap, Indonesia diperkirakan telah membayar 278,3 miliar won untuk proyek ini. Namun, masih menunggak sebesar hampir 1 triliun won. Korea Selatan berencana memulai produksi jet tempur KF-21 pada akhir tahun 2024. Pesawat tersebut ditargetkan dapat dikerahkan pada 2032.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Unras di Grahadi Berujung Ricuh Malam Ini

26 Juni 2026 - 20:04 WIB

Bapanas Usul Bansos Telur dan Daging Ayam Disalurkan Lagi Imbas Harga Anjlok

26 Juni 2026 - 19:37 WIB

Kemenperin Panggil PT Pakerin Buntut Kabar PHK Massal 2.500 Buruh

25 Juni 2026 - 20:29 WIB

CNG Jadi Pengganti LPG 3 Kg, Mulai Diproduksi Juli

25 Juni 2026 - 20:09 WIB

Pemerintah Sepakat Tetapkan Maksimal 40 Tahun Tenor KPR untuk MBR

25 Juni 2026 - 19:45 WIB

DJP Jatim Sita Aset Senilai Rp24,9 Miliar Milik 158 Penunggak Pajak

24 Juni 2026 - 19:06 WIB

Kuota Internet Tak Bakal Hangus, Telkomsel-XL-Isat Terapkan Skema Ini

23 Juni 2026 - 19:14 WIB

Antrean Panjang di Pelabuhan Ketapang, ASDP Tambah 3 Kapal

23 Juni 2026 - 19:02 WIB

Somasi 3 Kali Tak Digubris, Warga Sukodono Adukan Penyerobotan Tanah ke Polres

23 Juni 2026 - 14:43 WIB

Trending di Nasional