Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Rupiah Tembus Rp17.420, Masih Tahan Banting Dibanding Mata Uang Lain

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Nilai tukar Rupiah pada Selasa, 5 Mei 2026 dibuka sedikit terdepresiasi ke level 17.420 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan Rupiah dinilai masih dalam batas wajar dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin G. Hutapea menegaskan, pergerakan rupiah masih wajar. Hal itu ditandai dengan pergerakan Rupiah yang sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.

Menurut Erwin, sejumlah mata uang lain mengalami pelemahan yang lebih dalam. Peso Filipina melemah 6,58 persen, Baht Thailand turun 5,04 persen, sementara Rupee India terkoreksi 4,32 persen.

Peso Chile pun melemah 4,24 persen, sedangkan Rupiah berada di kisaran pelemahan 3,65 persen. Adapun won Korea mencatat pelemahan lebih rendah, yakni 2,29 persen.

“Pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya,” ujar Erwin di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026. Dari data tersebut, lanjut Erwin, menunjukkan bahwa Rupiah belum tertekan secara dalam.

Bank Indonesia bahkan memastikan akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen.

Instrumen-instrumen tersebut transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, kemudian transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Bahkan, hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Erwin menegaskan, langkah-langkah tersebut ditempuh secara konsisten dan terukur. Tujuannya agar mekanisme pasar tetap berjalan baik dan nilai tukar Rupiah tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.

“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik. Dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya,” ucapnya.

Namun, kinerja ekonomi Indonesia pada awal 2026 menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah tekanan global. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen.

Angka tersebut meningkat bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 persen. Angka pertumbuhan tersebut merupakan angka pertumbuhan secara tahunan.

Capaian ini menempatkan Indonesia tetap berada di jalur ekspansi, bahkan melampaui ekspektasi sebagian pelaku pasar. Sebelumnya diperkirakan pertumbuhan akan berada di kisaran 5,5 persen.

“Melihat kondisi fiskal yang sedikit lebih jelek, kemudian cadangan devisa pun juga nyusut, ini harus hati-hati. Apakah sesuai dengan target pemerintah di atas 5,5 persen atau di bawah 5,5 persen,” kata pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assu’aibi.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Sekolah Negeri Bakal Digratiskan, Mendikdasmen: Dimulai dari TK hingga Kuliah

23 September 2026 - 20:43 WIB

Warga RI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rp 50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T

23 September 2026 - 19:59 WIB

Pastikan Sesuai Spek, LSM Seven Gab Bersama Dinas PU Sidoarjo Pantau Proyek Jalan Bluru

23 September 2026 - 10:27 WIB

PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim Imbas Pasokan Gas Terbatas

22 September 2026 - 20:36 WIB

Pemprov Jatim Amankan 411 Aset Idle dari Ancaman Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:07 WIB

Arahan Prabowo, Bahlil Godok Strategi Konversi Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:12 WIB

Beras di Ritel Modern Kosong Imbas Fortifikasi Disetop, Mentan Buka Suara

21 September 2026 - 19:02 WIB

Trending di Nasional