Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

103 Siswa Keracunan Usai Konsumsi Makanan MBG di Rejotangan Tulungagung

badge-check


					Sejauh tercatat 103 siswa SD alami ketacunan setelah konsumsi makanan MBG di Rejotangan, Tulungagung. Foto: instagram@kabar_tulungagung Perbesar

Sejauh tercatat 103 siswa SD alami ketacunan setelah konsumsi makanan MBG di Rejotangan, Tulungagung. Foto: instagram@kabar_tulungagung

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, TULUNGAGUNG – Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa peserta penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, terus berkembang hingga tanggal 31 Juli 2026.

Jumlah warga maupun siswa yang melaporkan mengalami keluhan sakit perut, mual, muntah, dan gangguan pencernaan lainnya telah tercatat sebanyak 103 orang.

Kejadian ini bermula dari konsumsi menu olahan yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Pakisrejo.

Aris Setiawan, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, menjelaskan rincian alur kejadian

“Berdasarkan data yang kami terima, makanan tersebut disajikan pada hari Senin, 27 Juli 2026. Namun laporan dari warga dan sekolah baru masuk ke kantor kami pada Rabu siang, 29 Juli 2026.” Kata dia.

“Begitu laporan diterima, tim kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, pengambilan sampel sisa makanan, bahan baku, serta lingkungan dapur pengolahan.”

Ia berharap  sebagian besar korban hanya mengalami gejala ringan dan sudah diizinkan beristirahat di rumah dengan pengawasan puskesmas setempat.

Sebagian kecil yang kondisinya sempat mengkhawatirkan kini sudah stabil setelah mendapat perawatan intensif.

Sampel yang kami ambil sudah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Timur untuk uji lebih lanjut guna mengetahui secara pasti zat atau bakteri penyebab gangguan tersebut.

Drs. H. Suwandi, Kepala SD Negeri 1 Pakisrejo, tempat di mana sebagian besar siswanya menjadi korban, menyatakan prihatin.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Awalnya kami mengira hanya beberapa siswa yang sakit biasa, namun semakin hari jumlahnya makin bertambah.”

“Kami baru menyadari ada keterkaitan setelah banyak orang tua melapor bahwa gejalanya sama persis dan semuanya terjadi sesaat setelah menyantap makan siang program tersebut. Kami segera menghentikan sementara penerimaan menu dari dapur tersebut demi keamanan anak-anak.”

AKP Bayu Prasetyo, S.I.K., Kepala Unit Tindak Pidana Umum Polres Tulungagung, menerangkan langkah kepolisian: “Kami telah menerima laporan resmi dan saat ini sedang melakukan penyelidikan awal guna menelusuri alur pengadaan bahan, cara pengolahan, hingga penyaluran makanan tersebut.

“Kami juga meminta keterangan kepada pengurus dapur, petugas penyalur, hingga pihak terkait lainnya. Kami menunggu hasil laboratorium dari Dinas Kesehatan sebagai dasar untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian atau pelanggaran aturan yang dapat dikenakan sanksi hukum.”

Siti Maimunah, orang tua salah satu siswa kelas 4 yang sempat dirawat di Puskesmas Rejotangan, menceritakan pengalamannya.

“Anak saya pulang sekolah masih biasa saja, namun tak lama kemudian mengeluh sakit perut hebat dan muntah terus menerus.

“Ternyata saat saya bertanya ke tetangga, hampir semua anak di sekitar sini juga mengalami hal yang sama persis. Kami berharap ini segera diteliti sampai tuntas agar tidak terulang menimpa anak-anak lain.”

Dimas Firmansyah, siswa kelas 5 SD Negeri 1 Pakisrejo yang termasuk korban, bercerita: “Saat dimakan rasanya biasa saja, tidak ada yang terasa aneh. Tapi sore harinya perut saya terasa sangat perih dan mual sekali. Saya senang sekarang sudah semakin membaik, tapi saya kaget kalau ternyata banyak sekali teman-teman saya yang juga mengalami sakit yang sama.”

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengurus Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Pakisrejo maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung. Pemerintah daerah berjanji akan mengumumkan hasil lengkap penyelidikan segera setelah ada kepastian dari laboratorium dan tim pemeriksa, serta akan memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan para korban ditanggung sepenuhnya.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semburan Lumpur Pekat di Oro-oro Kesongo Blora Bergemuruh Mencapai 20 Meter

7 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (46): Desalines Dirangsek Hingga Mati, Christhope Bunuh Diri

7 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Rp124 Miliar Hak 302 Anggota Tidak Cair, KPRI Sejahtera Jombang Punya Catatan Transaksi Rp248 Miliar

7 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Ruang Rahasia Gedung Yayasan Pendidikan BGC: Berisi 995 Pucuk Senjata, Ganja dan VCD Porno

6 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Viral Unggahan Yurizal, Meninggal setelah 8 Jam di IGD tak Mendapat Kamar Rawat di RSD IA Moeis

6 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Tiga Kiriman Narkoba dari Malaysia Libatkan Pilot dan Kopilot, Nilai Rp 127 Miliar

6 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (45): Orang Mapan Eropa-Amerika Isap Darah Budak

5 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Rp124 Miliar Macet di KPRI Jombang, Bupati Warsubi Copot Hartono sebagai Kepada Bapperinda

5 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Ringkus Kopilot Malaysia Bawa Narkoba, Datul Husein Kagum Sekaligus Heran kepada BC dan BNN

5 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Trending di News