Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Kementan dan Industri Pakan Tunda Kenaikan Harga untuk Lindungi Peternak

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Wijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kementerian Pertanian (Kementan) bersama industri pakan menyepakati penundaan kenaikan harga pakan ayam sebagai langkah melindungi peternak ayam petelur sekaligus mempercepat pemulihan harga telur di tingkat produsen.

Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, mengatakan pihaknya telah mempertemukan koperasi peternak ayam petelur dengan industri pakan untuk membahas kenaikan harga pakan yang dikeluhkan peternak, di tengah rendahnya harga telur di tingkat produsen.

“Kami berupaya meningkatkan harga telur sesuai harga acuan, termasuk mencari solusi agar di saat harga telur belum sesuai harga acuan ini, pabrik pakan menunda kenaikan harga pakan sampai kondisi harga telur membaik sebagaimana yang kita harapkan,” kata Agung seperti dilaporkan Antara, Selasa (4/8/2026).

Kementan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), bersama koperasi peternak, industri pakan, Satgas Pangan Polri, BUMN, dan pelaku usaha, menyepakati sejumlah langkah konkret untuk memulihkan harga telur dan menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat — salah satunya penundaan kenaikan harga pakan.

Menurut Agung, industri pakan memahami kondisi peternak sehingga berkomitmen menahan kenaikan harga sambil menunggu harga telur kembali di atas biaya produksi, sebagai dukungan terhadap keberlangsungan usaha peternak rakyat nasional.

Kenaikan harga bahan baku impor, biaya distribusi, maupun nilai tukar rupiah menjadi faktor yang mempengaruhi biaya produksi industri pakan.

“Teman-teman pabrik pakan juga berkomitmen menahan kenaikan harga pakan. Memang sekitar 30 persen bahan baku pakan masih impor sehingga dipengaruhi kenaikan kurs, biaya distribusi, maupun harga bahan baku dunia,” katanya.

Meski begitu, Agung menambahkan, produsen pakan siap menjaga stabilitas harga sebagai dukungan terhadap peternak rakyat yang menyumbang sekitar 98 persen produksi telur nasional.

Mengingat kondisi harga telur yang masih belum baik, para feedmill (pabrik pakan) sepakat menahan dulu kenaikan harga pakan sambil melihat perkembangan harga telur sehingga keberlanjutan peternak rakyat terus terjaga,” beber Agung.

Ia menyebutkan harga pakan ternak di pasaran saat ini bervariasi, mulai dari Rp9.000 per kilogram untuk pakan broiler, jenis lain berkisar Rp8.000-Rp9.000 per kg, ada pula yang seharga Rp7.000 per kg, bahkan beberapa jenis lain tersedia di bawah Rp6.000 per kg.

Karena itu, Agung mendorong koperasi-koperasi yang menaungi peternak untuk membeli pakan langsung dari pabrik.

“Begitu juga bagi yang melakukan pencampuran mandiri (self-mixing), untuk pembelian SBM-nya (Soybean Meal) bisa langsung ke importir, baik swasta maupun BUMN (PT Berdikari). Kami memfasilitasi pembelian langsung agar harganya tidak terlalu mahal dengan memotong jalur distribusi,” ucapnya.

Untuk menjaga stabilitas harga ayam, pemerintah juga mempercepat penyaluran jagung pakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak mikro dan kecil, guna menekan biaya produksi selama harga pakan meningkat.

Selain menjaga biaya produksi, pemerintah mendorong peningkatan penyerapan telur lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar harga di tingkat peternak segera pulih***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pengusaha Angkutan Modifikasi Mesin Respons Implementasi B50

4 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Balik Nama SHM Maksimal Cuma 10 Hari di 15 Daerah, Ini Daftarnya

4 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Pajak Marketplace Diprotes, Ditjen Pajak Janji Evaluasi

3 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Kemenhub Evaluasi Tarif Penerbangan, Fuel Surcharge Maksimal 30%

3 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Jatim Siapkan Progam Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 1-31 Agustus 2026

31 Juli 2026 - 18:39 WIB

PLN Tambah Stasiun Pengisian Daya Mobil Listrik di Tol Solo-Ngawi

31 Juli 2026 - 17:11 WIB

Daftar Lengkap Harga Emas Tiga Jenama Pegadaian pada Kamis

30 Juli 2026 - 19:07 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Selat Bali

30 Juli 2026 - 18:54 WIB

Harga Komoditas Pangan Berisiko Naik karena El Nino

30 Juli 2026 - 18:33 WIB

Trending di Nasional