Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Gempa M 5,2 Malang Tak Begitu Dirasakan Warga, Ini Penyebabnya

badge-check


					Peta gempa yang terjadi pada pukul 08.20 WIBm Selasa, 27 Januari 2026, pada kedlaaman 105 km partai wilayah pacitan. Dikabarkan belum ada dampak atau pun tsunami. Foto: BMKG Perbesar

Peta gempa yang terjadi pada pukul 08.20 WIBm Selasa, 27 Januari 2026, pada kedlaaman 105 km partai wilayah pacitan. Dikabarkan belum ada dampak atau pun tsunami. Foto: BMKG

Penulis: Sapteng M Nunggal | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, MALANG-Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah laut selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur pada hari Senin, 14 September 2026 pukul 08.42 WIB.

Berdasarkan rilis resmi dari BMKG, episentrum gempa terletak di laut pada jarak 156 kilometer arah tenggara Kabupaten Malang dengan kedalaman dangkal 10 kilometer (lalu dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,0 di kedalaman 39 km).

Meskipun memiliki parameter kekuatan yang cukup signifikan, gempa ini dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Menariknya, sebagian besar warga di area perkotaan Malang mengaku tidak terlalu merasakan guncangan dari fenomena alam ini.

Setelah dianalisis, ada beberapa faktor teknis mengapa getaran gempa kali ini tidak begitu terasa kuat di wilayah pemukiman padat Malang karena:

– Jarak Episentrum yang Jauh: Pusat gempa berada jauh di tengah laut, yakni sekitar 156–160 km dari daratan Kabupaten Malang. Jarak yang jauh ini membuat energi gelombang seismik melemah (mengalami atenuasi) sebelum mencapai wilayah perkotaan.

– Intensitas Skala MMI yang Rendah: Di daratan Malang sendiri, kekuatan getaran hanya terukur pada skala II MMI. Pada skala ini, getaran tergolong sangat lemah dan umumnya hanya dirasakan oleh beberapa orang yang sedang bersantai, diam di dalam rumah, atau disadari lewat goyangan benda gantung yang sangat tipis.

– Waktu Kejadian (Jam Sibuk): Gempa terjadi pada pukul 08.42 WIB, di mana mayoritas masyarakat sedang aktif bergerak, berkendara, atau fokus memulai aktivitas kerja pagi hari. Aktivitas fisik yang dinamis ini membuat sensitivitas tubuh terhadap getaran kecil menjadi berkurang.

Hingga laporan ini diturunkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengonfirmasi tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang, Ricko Kardoso, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu hoaks yang tidak bertanggung jawab.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri UMKM Siapkan Kebijakan Khusus buat Hadapi Aturan Wajib Halal

14 September 2026 - 19:01 WIB

,Harga Pertamax Turbo hingga Dexlite Kompak Naik, Daftar Harga BBM Terbaru 13 September 2026

13 September 2026 - 19:21 WIB

Harga Emas Antam Loyo, Turun Sedalam Ini Sepekan

13 September 2026 - 19:08 WIB

Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 90 Ribu/Kg

13 September 2026 - 19:00 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Harga Pertamax Bisa Tembus ke Rp 20.000

11 September 2026 - 18:41 WIB

Akhir Bulan Ini Semua SPBU Bisa Jual B50

11 September 2026 - 18:32 WIB

Jasa Marga Ungkap Daftar Jalan Tol Baru yang Siap Beroperasi

9 September 2026 - 19:17 WIB

1.845 KK di Surabaya Tercatat Turun Kelas Desil

9 September 2026 - 19:06 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp92.400 per Kg, Ini Daftar Harga Pangan Nasional

9 September 2026 - 18:49 WIB

Trending di Nasional