Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Keracunan Massal Pindah ke Lombok Tengah: 352 Siswa di Lima SDN dan MTs Bukitliang

badge-check


					Tercatat 352 sidwa di lima SDN dan MTs di Bukitliang, Lombok Tengah, alami keracunan MBG, Jumat siang, 11 September 2026. Foto: insyagram@trenster.id Perbesar

Tercatat 352 sidwa di lima SDN dan MTs di Bukitliang, Lombok Tengah, alami keracunan MBG, Jumat siang, 11 September 2026. Foto: [email protected]

Penulis: Eko Wienarto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, LOMBOK TENGAH —  Suasana panik melanda Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, siang ini. Ratusan siswa sekolah dasar dan madrasah di lima sekolah berbeda mendadak jatuh sakit serentak tak lama setelah menyantap makan siang dari program Makan Bergizi Gratis.

Lokasi Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, meliputi  meliputi SDN Beber, SDN 2 Lendang Tampel, SDN Repok Puyung, MTs Qudwatun Hasanah, SDN Mertak Kesambik

Hingga pukul 12.30 WITA, sebanyak 352 siswa harus dilarikan ke empat puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Keracunan Lagi

Sekitar pukul 10.40 WITA, tak lama setelah makanan disajikan dan dikonsumsi di sekolah, siswa satu per satu mulai mengeluh sakit.

Gejala berawal dari mual, diikuti muntah hebat, pusing berputar, nyeri di perut dan mulut, tubuh terasa lemas, sebagian mengalami sesak napas dan diare.

Dalam waktu singkat, kondisi memburuk hingga guru dan petugas sekolah kewalahan mengevakuasi para siswa.

Keluhan serupa datang dari lima sekolah sekaligus:

  • SDN Beber
  • SDN 2 Lendang Tampel,
  • SDN Repok Puyung,
  • MTs Qudwatun Hasanah,
  • SDN Mertak Kesambik

Semuanya menerima pasokan makanan dari sumber yang sama — SPPG di Desa Lendang Tampel.

Kepala Sekolah & Guru: “Anak-anak makan sekitar pukul sepuluh lewat. Belum sampai satu jam, ada yang mulai muntah.

“Lalu bertambah terus sampai kami bingung mau bawa ke mana. Semua sekolah di sekitar kami kena. Menunya sama persis — kebab, ayam suir, nugget, salad, dan salak,” ungkap salah satu kepala sekolah di lokasi.

Guru segera menghubungi orang tua dan puskesmas terdekat.

Panik

Kepanikan terlihat di sepanjang jalan menuju puskesmas. Orang tua berlarian menggunakan sepeda motor dan mobil membawa anak-anak mereka yang masih tampak pucat dan lemas.

“Saya baru saja sampai kerja, tiba-tiba ditelepon anak sudah di puskesmas. Belum pulang sekolah sudah sakit begini,” ujar seorang ayah yang terlihat cemas menunggu anaknya di Puskesmas Pringgarata.

Kapolresta Lombok Tengah Kombes Pol Heriyanto: “Dari data awal, ada tiga hingga lima sekolah yang terdampak. Semua siswa sudah dibawa ke empat puskesmas yang berbeda untuk ditangani.”

“Kami sudah turun ke lapangan, amankan bukti, dan selidiki penyebab pastinya. Kami minta pihak SPPG agar benar-benar bekerja sesuai SOP. Jangan sampai kejadian terulang,” tegasnya di lokasi kejadian.

Dinas Kesehatan Lombok Tengah: Tim surveilans cepat dikerahkan ke lokasi kejadian dan keempat puskesmas.

Sampel sisa makanan telah diambil dan dikirim ke laboratorium BPOM untuk diuji.

“Data 352 korban ini masih sementara. Kami terus memantau. Semua anak mendapat penanganan medis standar. Hasil laboratorium akan menentukan penyebab pastinya,” kata juru bicara Dinas Kesehatan Lombok Tengah.

Kepala Regional BGN NTB Eko Prasetyo membenarkan insiden tersebut.

“Betul ada laporan, sedang kami koordinasi dengan dinas kesehatan dan kepolisian untuk penanganan selanjutnya,” ujarnya singkat.

Data Korban 

  • Puskesmas Pringgarata menampung korban terbanyak, yakni 144 orang
  • Puskesmas Aik Darek 124 orang,
  • Puskesmas Mantang 67 orang,
  • Puskesmas Bagu 17 orang.

Sebagian besar siswa diperkirakan dapat pulang hari ini setelah kondisinya stabil dipantau petugas medis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemasok yayasan yang bersangkutan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Truk Angkut 14 Sapi Tabrak Dua Truk, hingga Terguling di Perak Jombang

28 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kinerja Disdikbud 2026, Wor Windari: Rerata Lama Sekolah di Jombang 9,15 Tahun Lampaui Program Nasional

28 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Meriahkan Operasi Patuh Semeru 2026 Satlantas Polres Gresik Bagikan Cokelat

28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Pemkab Gresik Lakukan Seleksi Sertifikasi BNSP Pelaku Kuliner

28 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Terjaring Operasi Patuh di Lumajang, Pelajar Nekat Terobos Hingga Menabrak Jatuh Wanita Polantas

27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jombang Terjadi Hujan Cukup Deras , Wiko Diaz: Ini Hujan Rekayasa Pemprov Jatim untuk Atasi Karhutla

27 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Perempuan Mati Mendadak Dalam Posisi Tertidur

27 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Kasus Pembunuh Istri Siri dan Anaknya, Polisi Ringkus Dwi Bagus Sembunyi di Desa Mejoyolosari, Gudo Jombang

27 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Ketua DPRD Hadi Atmaji dan Rombongan Hadir Nonton de’Massiv Penutupan Peringatan Hari Jadi Jombang

27 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Trending di News