Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Barbossa dan Gibran Ajukan Surat Mundur sebagai Staf Ahli Kemenhaj

badge-check


					Wakil Kemenhaj, Dahnil Ansar Simanjuntak menyatakan dua putra menteri haji, Gus Irfan mengajukan surat pengunduran diri sebagai staf ahli kemenhaj. Foto: ist Perbesar

Wakil Kemenhaj, Dahnil Ansar Simanjuntak menyatakan dua putra menteri haji, Gus Irfan mengajukan surat pengunduran diri sebagai staf ahli kemenhaj. Foto: ist

Penulis: Yusran Hakim. |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA – Polemik terkait pengangkatan dua putra kandung Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) sebagai tenaga ahli di lingkungan kementerian berakhir dengan pengajuan surat pengunduran diri kedua orang tersebut pada Senin, 26 Oktober 2026.

Konfirmasi resmi disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di ruang kantor kementerian Jakarta Pusat.

Dua orang yang melepaskan jabatan adalah Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, yang sebelumnya tercantum dalam Keputusan Menteri Nomor 3 Tahun 2026 sebagai tenaga ahli kementerian.

Pengangkatan keduanya sempat menuai kritik publik terkait dugaan praktik nepotisme, setelah daftar nama tenaga ahli tersebut tersebar luas di media sosial beberapa hari terakhir.

Wakil Menteri Dahnil menjelaskan bahwa surat pengunduran diri telah diterima secara penuh oleh pimpinan kementerian pada hari yang sama.

“Kami, saya dan Pak Menteri, sudah menerima pengunduran diri dua orang tenaga ahli tersebut.

“Beliau berdua memutuskan untuk mengundurkan diri demi menjaga integritas lembaga dan meredam kegaduhan di masyarakat,” ujarnya kepada wartawan.

Sebelumnya, Menteri Gus Irfan telah memberikan klarifikasi bahwa kedua putranya telah membantu pembentukan badan awal kementerian sejak tahun 2024, ketika lembaga tersebut belum memiliki staf tetap maupun fasilitas pendukung yang memadai.

Meski demikian, sorotan masyarakat tetap muncul karena pengangkatan anggota keluarga dekat ke jabatan strategis di kementerian yang dipimpin oleh ayahnya.

Pihak kementerian menyatakan akan segera membuka proses pengisian posisi tenaga ahli yang kosong.

Proses seleksi selanjutnya akan dilakukan dengan prinsip keterbukaan dan berdasarkan kompetensi calon tanpa memprioritaskan hubungan keluarga.

Pihak pemantau etika berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat publik untuk menjaga batas etika dalam penunjukan tenaga pendukung, guna menghindari persepsi penyalahgunaan wewenang di mata masyarakat.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kalaksa BPBD Wiko Diaz: Glontorkan Air Bersih ke Kebon Dalem Bareng dan Jipurafah Plandaan

26 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Jembatan Rp3 Miliar Kudu-Ngusikan Rampung 70,9 Persen, Warsubi Permudah Lalu Lintas dan Ekonomi

26 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Pinsar Usulkan Zonasi Harga untuk Atasi Anomali Harga Telur Ayam

26 Oktober 2026 - 19:30 WIB

PKK Jombang Meraih 2 Penghargaan di Malang: Lomba Video dan Kader Pendamping ASI Eksklusif

26 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Tiga Bulan Gelar Operasi Sarang Narkoba, Polres Jombang Ungkap 41 Kasus 

26 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Kapolres Jombang Ajak Jemaat Gereja Jaga Kamtibmas

26 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Rumah Usaha Kasur Terbakar Merembet ke Rumah Tetangga di Mancilan, Fatkhur Alami Kerugian Rp800 Juta

26 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Prajurit TMMD 130 Selesaikan Bangun Jalan, Permudah Akses Ekonomi Warga Klitih Plandaan

26 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Kendarai Motor Matic Tiga Remaja Masuk Kolong Truk, Satu Orang Tewas di Jogoloyo Sumobito

25 Oktober 2026 - 21:32 WIB

Trending di News