Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Petani Lapor Sulit Mendapat Pupuk Subsidi, Menteri Amran Langsung Copot Manajer Gudang Banggai

badge-check


					Inilah tindakan spontan, saat mrndapat kekuhan petani Banggai, non poktan mendapat pupul subsidi. Menteri langsung copot manajer gudang pupuk Banggai, Selasa 8 September 2026. Foto: instagram@haluandotco Perbesar

Inilah tindakan spontan, saat mrndapat kekuhan petani Banggai, non poktan mendapat pupul subsidi. Menteri langsung copot manajer gudang pupuk Banggai, Selasa 8 September 2026. Foto: instagram@haluandotco

Penulis: Mulawarman  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, LUWUK, BANGGAI — Kunjungan kerja Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, berubah menjadi momen pemecatan, Selasa 8 Septembet 2026.

Saat itu, Amran berdialog terbuka dengan ratusan petani di Lapangan Sepak Bola Luwuk, langsung mencopot seorang manajer gudang pupuk subsidi di hadapan warga.

Pencopotan langsung, setelah menerima laporan bahwa petani kesulitan mendapatkan pupuk subsidi dengan alasan belum tergabung dalam kelompok tani.

Copot Spontan

Saat sesi tanya jawab, seorang perwakilan petani mengeluh di hadapan Mentan: “Kami mau beli pupuk subsidi di gudang, tapi ditolak. Katanya kami belum masuk kelompok tani. Padahal kami sudah bertani di tanah ini puluhan tahun.”

Mendengar hal itu, Amran tidak tinggal diam. Ia memanggil petugas yang bersangkutan ke depan panggung.

“Siapa manajer gudang di sini? Maju ke depan!” Setelah seorang pria berjalan maju, Amran mengonfirmasi namanya — Sudirman — dan langsung menyatakan pencopotannya.

“Mulai saat ini, Bapak Sudirman tidak lagi menjadi manajer gudang pupuk di sini. Dicopot, efektif detik ini juga,” tegas Amran disambut riuh tepuk tangan warga.

Instruksi Amran “Saya copot mulai saat ini. Jangan pulang sebelum diganti. Cari orang baru yang siap melayani petani. Yang tidak mau bekerja untuk rakyat, silakan pergi.”

Alasan Pencopotan

Amran menjelaskan, aturan mengharuskan petani tergabung dalam kelompok tani memang ada, namun tujuannya untuk memudahkan pelayanan, bukan untuk mengalangi.

Tugas petugas justru membantu petani yang belum punya kelompok tani agar segera terbentuk — bukan menutup akses mereka terhadap pupuk.

“Kalau ada petani belum punya kelompok tani, bantu mereka buat. Bukan malah dilarang. Kalau tidak mau melayani rakyat, untuk apa Bapak di sana? Bapak digaji untuk melayani, bukan menolak,” tegur Amran.

Solusi

Mentan memberikan kebijakan lunak: petani yang belum tergabung kelompok tani tetap boleh membeli pupuk subsidi selama tiga bulan ke depan. Dalam waktu itu, wajib dibentuk kelompok tani bersama-sama.

“Tiga bulan lagi, semua harus sudah masuk kelompok. Tapi mulai hari ini sampai tiga bulan ke depan, tidak boleh ada satu pun petani yang ditolak. Siapa yang menolak, saya copot juga,” ancamnya.

Amran juga meminta Dinas Pertanian Banggai dan PT Pupuk Indonesia segera menunjuk pengganti Sudirman hari itu juga, dan memastikan distribusi berjalan lancar tanpa hambatan.

Lanjutan

Langkah tegas ini disambut lega oleh para petani. “Ini baru mentan yang benar-benar mendengar kami. Semoga penggantinya lebih baik,” ujar seorang petani tua dengan mata berkaca-kaca.

Hingga akhir kunjungan, manajer pengganti telah ditunjuk dan mulai bekerja.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Investasi Jatim Turun 2,6%, Apindo Soroti Kepastian Berusaha

11 September 2026 - 18:59 WIB

Keracunan Massal Pindah ke Lombok Tengah: 352 Siswa di Lima SDN dan MTs Bukitliang

11 September 2026 - 17:14 WIB

Lamaran Ditolak, Mantan Pacar Bunuh Dua Remaja Kakak Beradik 5 Tahun Baru Terkuak

11 September 2026 - 11:34 WIB

Zulhas: MBG, Kita Akui Gagal! Sabar, Kita Perbaiki Manajemennya

11 September 2026 - 10:54 WIB

Sayembara Bukti Ijazah Gibran Berhadiah Rp10,28 M Ditutup, Denny Indrayana: Dilanjut Gugatan ke MK

11 September 2026 - 09:58 WIB

SAR Gabungan Temukan Jaket Pelampung dan Botol, Belum Dipastikan Milik 5 Jurnalis dan 3 Kru Liputan Anak Krakatau

10 September 2026 - 21:46 WIB

Tim SAR Gabungan temulan satu jaket pelampung dan botol putih, tetapi belum bisa dipastikan yang dikenakan para jurnalis, Rabu 10 September 2026. Foto: okezone

Salah Injak Pedal: Alphard Santap 3 Mobil, 11 Motor, dan Rombong Bakso di Sukolilo

10 September 2026 - 03:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (55): Kisah Pembantaian 100 Pria dan 5 Wanita Pelancong

9 September 2026 - 19:53 WIB

5 Jurnalis dan 2 Kru Kapal Belum Ditemukan, Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau Sejak 7 September 2026

9 September 2026 - 19:22 WIB

Trending di News