Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Air Laut Surut dan Gempa Mag 3,8 Terjadi di Sekitar Gunung Anak Krakatau, BMKG: Tenang Bukan Tsunami

badge-check


					Setelah erupsi semburkan magma vulkanik 15.000 mter, kini kondisi air laut di pesisir pantai kawsan Gunung Anak Krakatau, disertai gempa magnetudo 3,8, terjadi Selasa malam, 8 September 2026. Foto: ist Perbesar

Setelah erupsi semburkan magma vulkanik 15.000 mter, kini kondisi air laut di pesisir pantai kawsan Gunung Anak Krakatau, disertai gempa magnetudo 3,8, terjadi Selasa malam, 8 September 2026. Foto: ist

Penulis: Mayang K. Mahardhika  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SERANG  — Gempa berkekuatan magnetudo 3,8 mengguncang kawasan sekitar Pulau Anak Krakatau pada Selasa malam, 8 September 2026.

Tak lama kemudian, warga di pesisir Selat Sunda melaporkan fenomena yang membuat mereka cemas: air laut tiba-tiba surut jauh meninggalkan garis pantai.

Bukan tsunami, kata BMKG — namun fenomena ini tetap menjadi peringatan bahwa aktivitas gunung berapi anak Krakatau sedang bergejolak.

Kejadian

Pada pukul 20.15 WIB, Selasa malam, gempa terasa di Pulau Sebesi, Pulau Panjang, serta pesisir Kabupaten Pandeglang dan Lampung Selatan.

Getaran berlangsung singkat namun terasa jelas — skala intensitas II hingga III MMI. Warga yang berada di sekitar pantai melaporkan sekitar 10 hingga 15 menit setelah gempa, air laut perlahan namun pasti menyurut hingga puluhan meter dari garis normal.

Dasar laut dan terumbu karang yang biasanya tertutup air tiba-tiba terlihat jelas. Fenomena ini berlangsung sekitar 20 menit sebelum air kembali naik ke batas normal.

“Saya sedang duduk di teras rumah menghadap laut. Tanpa suara gemuruh besar, air seolah ditarik mundur ke tengah. Kami langsung ingat pelajaran sekolah. Surut itu pertanda bahaya. Warga berlarian menjauhi pantai,” ujar Sukmana, warga Pulau Sebesi yang menyaksikan kejadian tersebut langsung.

Bukan Tsunami

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Sri Woro Budi Utami, memberikan klarifikasi resmi pada Rabu pagi, 9 September 2026:

“Gempa M 3,8 yang terjadi disebabkan oleh aktivitas magmatik di bawah Gunung Anak Krakatau. Fenomena air surut yang teramati di sekitar pulau adalah dampak langsung dari perubahan bentuk dasar laut akibat tekanan magma di bawah — bukan tsunami yang merambat jauh.” Kata dia.

“Gerakan lokal dasar laut mendorong air menjauhi pantai sesaat, lalu kembali normal dengan sendirinya. Tidak ada potensi tsunami jarak jauh, namun warga tetap diimbau menjauhi pantai selama status gunung masih Siaga.”

Peristiwa ini terjadi tak lama setelah erupsi abu tercatat pada Senin, 7 September 2026, ketika kolom abu mencapai ketinggian 800 meter di atas puncak kawah.

Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Siaga (Level III) — artinya aktivitas vulkanik meningkat dan potensi letusan dapat terjadi sewaktu-waktu.

Waspadai

Air yang surut di tengah malam tanpa gelombang besar yang mendahuluinya adalah fenomena langka namun wajar di kawasan gunung berapi aktif.

Meski kali ini dinyatakan aman, respons warga yang segera menjauhi pantai adalah langkah yang benar dan patut dicontoh.

Keselamatan tidak boleh ditawar — terutama ketika alam sendiri sedang memberi sinyal bahwa di bawahnya, masih ada tenaga raksasa yang terus bergerak.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dapur Utama dan Ruang Gizi RSUD Saiful Anwar Terbakar, Tidak Menyentuh Gedung Perawatan Kesehatan

9 September 2026 - 17:43 WIB

Tidak Masuk Akal Gelombang Keracunan Terus Terjadi: 300 Lebih Siswa SMP dan MTs Pati Diangkut ke Rumah Sakit

9 September 2026 - 16:14 WIB

Truk Tangki Air Angkut 1,5 Juta Batang Rokok Putih, Bea Cukai: Kerugian Negara Rp1,5 Miliar

9 September 2026 - 11:09 WIB

Elektabilitas Gerindra Naik 14.4 Persen, Rahmat Muhajirin: Bukti Program Presiden Prabowo Diterima Masyarakat

9 September 2026 - 09:30 WIB

Keterlaluan Tiga Kali SMAN 1 Tunjungan Blora Keracunan, Wabup Perintahkan SPPG Sukorejo 2 Tutup Permanen

9 September 2026 - 08:24 WIB

Mendahului Neuralink, RRT Izinkan Implan Cip NEO untuk Pulihkan Penderita Lumpuh

8 September 2026 - 06:57 WIB

Menelisik Akar Terorisme (54): Ritual Goor Kaum Thug untuk Mencekik

8 September 2026 - 06:35 WIB

800 Karateka Ikuti Gelar Gashuku II Lintas Kyokushin Jatim di Purwodadi

8 September 2026 - 05:59 WIB

Waspadai Risiko Abu Vulkanik, IDAI Merilis 13 Rekomendasi untuk Jaga Kesehatan Anakanak

8 September 2026 - 05:21 WIB

Trending di News