Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Menelisik Akar Terorisme (53): Kaum Thug Menganut Dewi Kali

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penukis: Jacobus E. Lato  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM– Kaum Thug sendiri menjelaskan asal mereka berkaitan dengan tradisi Hindu bahwa setan memakan manusia ketika setiap manusia diciptakan.

Setan itu begitu besar sehingga laut dalam pun hanya menutupinya hingga pinggang. Kemudian, Kali datang menyelamatkan dan memenggal tewas setan itu. Namun dari setiap tetesan daerah setan itu justru muncul setan lain.

Ketika Kali membunuh tiga setan baru, setiap tetesan darah mereka menghasilkan lebih banyak setan lagi.

Sementara itu, kalangan Hindu orthodoks menegaskan bahwa Kali menyelesaikan masalah pelipatgandaan para setan dengan cara menjilat darah luka mereka. Namun kaum Thug mengaku Kali sangat kelelahan kemudian membuat dua manusia dari keringat-keringat yang keluar dari lengannya.

Dia kemudian memberikan dua asal-asul kaum Thug itu sapu tangan dan meminta mereka membunuh semua setan tanpa ada darah tertumpah.

Kaum Thug pun segera merasa wajib menjalankan perintah itu kemudian menawarkan diri mengembalikan sapu tangan-sapu tangan yang sudah mereka gunakan. Namun Kali meminta mereka menyimpan sapu tangan-sapu tangan itu sebagai kenangan sekaligus memberikan suatu cara hidup suci yang menguntungkan mereka dan keturunan mereka.

Kedua orang itu, bukan saja diizinkan mencekik orang seperti yang mereka lakukan atas setan-setan, tetapi juga diperintahkan untuk melakukannya demikian.

Seorang anggota Thug dilahirkan dalam situasi ini sehingga tidak dapat melarikan diri dari tugas pembunuhan relijiusnya. Belakangan, mulai tumbuh semacam pemahaman yang aneh antara kaum Thug dan Sleemen. Sleeman merasa dirinya sangat mirip alat Allah dan nasib seperti juga yang dialami kaum Thug.

Seorang sejarahwan sekte itu berkomentar bahwa salah satu jawaban mereka kepada Sleeman mungkin datang dari mulut orang Ibrani kuno yang mempertahankan catatan orang taklukannya sekaligus orang-orang pilihannya.

“Semenjak masa itu, pertanda yang baik sangat disukai.” Orang Thug menegaskan, “Kami menganggap pelancong sebagai korban yang dilemparkan ke tangan kami oleh dewa untuk dibunuh. Kami pun sekedar alat tangan-tangan dewi untuk menghancurkan mereka.”

Meski menginterogasi kaum Thug yang tertangkap secara mendalam, Sleeman gagal menemukan alasan mengapa melakukannya.

Meski tindakan itu didedikasikan kepada seorang dewi Hindu, kelompok itu mencakup begitu banyak orang Muslim.

Ketika dia menuduh seorang Muslim anggota Thug tidak setia kepada agamanya, dia pun mencoba membenarkan penyembahannya kepada Kali dengan mengatakan sang dewi itu identik dengan Fatima, putri Nabi Muhammad.

Namun, Sleeman menyingkap kaum Thugs sebagai sekte pemujaan agama, yang anggotanya menyadari adanya komunikasi satu sama lain termasuk dengan para dewi mereka serta dedikasi mereka terhadap cara hidup mereka yang jarang dicari padanannya dalam sejarah masyarakat-masyarakat rahasia.

Simbol beliung suci penting bagi kaum Thug, sama spentingnya dengan kerangka manusia bagi kaum Templar.

Simbol itu disucikan dalam sebuah upacara rumit melewati api tujuh kali dan dijadikan sebagai jaminan sumpah.

Pelaku sumpah palsu berarti mati mengerikan enam hari setelah menjalankan sumpah dengan beliung, kepalanya pelahan berputar hingga wajahnya berada di atas bahu.

Jika beliung jatuh dari tangan orang yang membawanya dalam kelompok, maka kematiannya atau pembubaran kelompok itu pasti terjadi dalam kurun waktu setahun.

“Apakah kami tidak menyembahnya” seorang anggota Thug mengatakan tentang beliung itu, “setiap hari ketujuh?…Pernahkah suaranya terdengar oleh orang lain selain anggota Thug ketika tengah menggali kuburan. Dan bisakah orang bersumpah salah atasnya?” (Bersambung)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kendarai Motor Matic Tiga Remaja Masuk Kolong Truk, Satu Orang Tewas di Jogoloyo Sumobito

25 Oktober 2026 - 21:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (72): Praktek TWK Hancurkan Bisnis Lawan

25 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Peringati Hari Santri, BEM PTNU Kirim 120.000 L Air Bersih ke Ketapang Kalbar

25 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Ini Alasan Gus Irfan Angkat Dua Anaknya Menjadi Staf Ahli: Sejak Awal Sudah Jadi Relawan Tanpa Bayaran

25 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Riuh di Indonesia, Vega Pratama Menggebrak Pole Position di Moto3 Sirkuit Philip Island

24 Oktober 2026 - 18:52 WIB

PT Maghfiroh Kampanyekan Tabungan Rp20.000/ Hari untuk Berangkat Umrah ke Tanah Suci

24 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Gudang Plastik Milik Muhaimin di Desa Bandung Jombang Ludes Terbakar

24 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Investasi Rp4,8 Triliun, Bupati Warsubi Ground Breaking JIP PT Intiland di Katemas Kudu

24 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Menelisik Akar Terorisme (71): Klan Wajah Baru Serang Israel dan Katolik

23 Oktober 2026 - 23:57 WIB

Trending di News