Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

120 Santri Manba’ul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Gus Wachid: Seluruh Penderita Dirawat RS Rujukan

badge-check


					Empat rumah sakit di Sidoarjo sibuk berat menangani kasus keracunan massal 120 santri Ponpes Manba'ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa 1 September 2026. Fito: ist Perbesar

Empat rumah sakit di Sidoarjo sibuk berat menangani kasus keracunan massal 120 santri Ponpes Manba'ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa 1 September 2026. Fito: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SIDOARJO— Puluhan ambulans berseliweran dengan sirene kencang di kawasan Tanggulangi, Sidoarjo, Selasa malam ini, 1 September 2026.

Ambulans itu sedang mengangkut sekiar 120 santri di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dilaporkan mengalami dugaan keracunan massal pada hari Selasa, 1 September 2026.

Para korban diduga mengalami gejala tersebut setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan informasi awal, para santri menyantap paket makanan MBG setelah melaksanakan salat zuhur. Gejala mual, muntah, dan pusing mulai dirasakan massal memasuki waktu asar.

Data sementara menunjukkan sedikitnya 120 santri harus dievakuasi karena mengalami gejala keracunan. Jumlah ini masih berpotensi bertambah seiring proses penyisiran yang terus berjalan di area pondok.

Dirujuk ke RS

Puluhan armada ambulans dikerahkan untuk melarikan para santri ke beberapa rumah sakit terdekat demi mendapatkan perawatan darurat, dengan rincian sementara:
* RSUD Sidoarjo:  80 santri
* RS Siti Hajar: 19 santri
* RS Delta Surya: 12 santri
* RS Pusura Gelam : 9 santri

Sumber Makanan

Paket makanan MBG yang dikonsumsi tersebut diketahui didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.

Namun, pihak berwenang dan Dinas Kesehatan masih melakukan penelusuran serta mengambil sampel makanan untuk uji laboratorium guna memastikan penyebab sebenarnya.

Kawasan pondok pesantren saat ini dilaporkan mendapat penjagaan ketat dari personel TNI dan kepolisian demi kelancaran evakuasi.

Puluhan wali santri juga tampak memadati luar gerbang pondok untuk memantau kondisi anak-anak mereka.

Respon Ponpes

Pihak Pondok Pesantren Manba’ul Hikam telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden keracunan yang menimpa para santrinya.

KH Abdul Wahid Harun (Gus Wahid), selaku Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, memberi keterangan terbuka melalui wawancara bersama media.

Gus Wahid mengonfirmasi secara tegas bahwa kejadian keracunan itu benar-benar terjadi.

“Betul ada yang keracunan. Ini sudah terdata 100 santri, tapi belum tahu jumlah pastinya,” ujarnya secara langsung saat memberikan keterangan kepada awak media.

Berdasarkan penjelasan pihak pesantren, gejala kesehatan tidak muncul seketika.

Para santri menyantap makanan jatah program Makan Bergizi Gratis (MBG) selepas pelaksanaan salat zuhur.

Keluhan baru mulai muncul beberapa jam kemudian — tepatnya setelah waktu salat asar — di mana mual, muntah, dan rasa sakit perut mulai dialami secara serentak oleh para santri.

Kejadian berkembang cepat. Awalnya hanya beberapa anak yang melapor merasa tidak enak badan. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah santri yang jatuh sakit melonjak drastis.

Pihak pesantren terpaksa melakukan evakuasi darurat beruntun, mengantar para santri yang semakin memburuk kondisinya satu per satu menggunakan ambulans menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga saat ini, tegas Gus Wahid, pengurus sepenuhnya memusatkan perhatian pada keselamatan santri.

“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan seluruh santri yang terdampak mendapatkan penanganan medis terbaik di rumah sakit rujukan,” demikian ditegaskan pihak yayasan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Agustiar Sabran Pamit dan Tidak Kembali, Massa Aksi Demo Segel Kantor Gubernur Kalteng

19 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kartiyono 12 Tahun di Bapemperda Jombang: Pastikan Perda Sesuai Kebutuhan dan Hidup di Masyarakat!

19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Bakar Lahan 800 M2, Warga Bareng Tangkap Pengamen dan Diikat di Tiang Listrik

19 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (70): KKK Punya 4 Juta Anggota

19 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Kapolres Jombang Pantau Langsung Ketersediaan BBM di SPBU

19 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Kapolres Jombang, AKBP Yanto Mulyanto saat memantau langsung ketersediaan BBM di salah satu SPBU

Jombang Bersarung Empat Hari 19-22 Oktober, Peringati Hari Santri

19 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Empat Suporter PSS Sleman Tewas Kecelakaan di Tol Madiun

19 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Arab Saudi Umumkan Perpanjangan Penutupan Bandara Riyadh

19 Oktober 2026 - 00:09 WIB

Damkar Bergerak Lagi Atasi Kebakaran Usaha Sol Sepatu Karobelah Mojoagung

18 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Trending di News