Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Adab Presiden Prabowo Saat Menyalami Kiai Sepuh KH Nurul Huda Djazuli di Muktamar NU

badge-check


					Adab Presiden Prabowo saat bertemu dengan kiai sepuh KH Nurul Huda Dhazuli, pengasuh Ponpes Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso Kediri yang duduk di kursi roda, dalam pembukaan Muktamar ke 35 NU, di Jombang. Foto: Ist Perbesar

Adab Presiden Prabowo saat bertemu dengan kiai sepuh KH Nurul Huda Dhazuli, pengasuh Ponpes Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso Kediri yang duduk di kursi roda, dalam pembukaan Muktamar ke 35 NU, di Jombang. Foto: Ist

Penulis: Arief H. Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG— Di pelataran Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, tempat di mana Nahdlatul Ulama tumbuh dan berakar, adab lebih tinggi daripada jabatan.

Saat pembukaan Muktamar ke-35 NU digelar Kamis pagi itu, 27 Agustus 2026,  mata ribuan hadirin tertuju bukan pada lambang kepresidenan di dada, melainkan pada sikap seorang pemimpin negara yang justru berskap adab, dengan cara hormat merendahkan dirinya di hadapan para kiai sepuh.

Presiden Prabowo Subianto hadir lengkap dengan pakaian kebesaran dan peci hitam.

Namun begitu melihat KH Nurul Huda Djazuli, Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso Kediri yang duduk di kursi roda, langkahnya tak berhenti di jarak hormat.

Ia langsung merendahkan tubuhnya hingga bersimpuh di lantai, sejajar tinggi duduk sang kiai sepuh.

Bahu membungkuk dalam, jemari saling bertaut, lalu diiringi pelukan hangat hingga ciuman di pipi kanan dan kiri — penuh tulus, tanpa ragu, tanpa peduli sorotan kamera.

Bukan satu kiai saja yang disambut demikian. Presiden berkeliling sendiri mendatangi para ulama dan tetua NU di area acara, mendekat ke kursi mereka, menunduk saat berbicara, seakan-akan tak ada jarak antara Istana dan pesantren.

Kepala negara melayang turun, menyatu dengan adat santri: ilmu lebih tinggi dari pangkat, guru lebih mulia dari jabatan. Aksi spontan itu bukan sekadar seremonial.

Di pidato resminya, Presiden menegaskan: pemerintah bertekad dekat, membesarkan, dan memberdayakan pesantren serta organisasi keagamaan seperti NU maupun Muhammadiyah. Dan ia membuktikan kata-katanya saat itu juga.

Sikap bersimpuhnya menjadi pelajaran hidup: seberapa pun tinggi seseorang mendaki tangga dunia, ia tetap harus tahu tempat berlututnya di hadapan sumber ilmu.

Di tengah zaman yang kerap memuja kemegahan, momen sederhana di Tambakberas ini justru bersinar paling terang.

Sebuah pesan tak bersuara namun didengar seantero negeri: negara besar tak ditandai betapa tingginya pemimpin berdiri, melainkan betapa dalam ia tahu cara merendah demi menghormati akarnya.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (55): Kisah Pembantaian 100 Pria dan 5 Wanita Pelancong

9 September 2026 - 19:53 WIB

5 Jurnalis dan 2 Kru Kapal Belum Ditemukan, Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau Sejak 7 September 2026

9 September 2026 - 19:22 WIB

Dapur Utama dan Ruang Gizi RSUD Saiful Anwar Terbakar, Tidak Menyentuh Gedung Perawatan Kesehatan

9 September 2026 - 17:43 WIB

Air Laut Surut dan Gempa Mag 3,8 Terjadi di Sekitar Gunung Anak Krakatau, BMKG: Tenang Bukan Tsunami

9 September 2026 - 16:59 WIB

Tidak Masuk Akal Gelombang Keracunan Terus Terjadi: 300 Lebih Siswa SMP dan MTs Pati Diangkut ke Rumah Sakit

9 September 2026 - 16:14 WIB

Truk Tangki Air Angkut 1,5 Juta Batang Rokok Putih, Bea Cukai: Kerugian Negara Rp1,5 Miliar

9 September 2026 - 11:09 WIB

Elektabilitas Gerindra Naik 14.4 Persen, Rahmat Muhajirin: Bukti Program Presiden Prabowo Diterima Masyarakat

9 September 2026 - 09:30 WIB

Keterlaluan Tiga Kali SMAN 1 Tunjungan Blora Keracunan, Wabup Perintahkan SPPG Sukorejo 2 Tutup Permanen

9 September 2026 - 08:24 WIB

Mendahului Neuralink, RRT Izinkan Implan Cip NEO untuk Pulihkan Penderita Lumpuh

8 September 2026 - 06:57 WIB

Trending di News