Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Elon Musk: Blindsight Implant bagi Penyandang Kebutaan Bisa Melihat

badge-check


					Perusahaan Neuralink, milik Elon Musk, mengabarkan implant Blindsight mampu mengubah penderita kebutaan bisa melihat. Foto: ist Perbesar

Perusahaan Neuralink, milik Elon Musk, mengabarkan implant Blindsight mampu mengubah penderita kebutaan bisa melihat. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SAN FRANSCISCO  — Pendiri Neuralink, Elon Musk, mengumumkan pengembangan implan eksperimental bernama Blindsight, yang dirancang untuk melewati mata sepenuhnya dan mengirimkan informasi visual secara langsung ke korteks visual di otak.

“Bahkan jika seseorang benar-benar buta sejak lahir, kita dapat menulis langsung ke korteks visual,” ujar Musk, menambahkan bahwa pendekatan ini telah diuji coba dan terbukti berhasil pada monyet .

Hasil Validasi

Unggahan media sosial dikutip dari pernyataan resmi Elon Musk & Neuralink — sesuai rilis perusahaan dan media sains terpercaya

Prinsip kerja perangkat ini: Lewati mata & saraf mata → rangsang langsung korteks visual — benar, berbeda dari implan retina lama yang butuh saraf mata masih berfungsi

UJI KERA

Teruji pada kera; satu individu membawa alat aktif hingga ±3 tahun — terkonfirmasi Neuralink telah melaporkan hasilnya sejak Maret 2024
– Resolusi awal: “Cukup rendah”, dibandingkan grafis konsol lama — Musk sendiri menyamakan dengan grafis Nintendo/Atari awal

Visi masa depan: inframerah, ultraviolet, radar — pernyataan resmi Musk, belum teruji

Status regulasi: FDA beri penetapan Breakthrough Device — percepatan peninjauan, BUKAN persetujuan akhir; uji coba manusia direncanakan akhir 2026, belum ada yang resmi ditanam

Pengawasan

Dunia kedokteran dan antarmuka otak-komputer menyambut terobosan luar biasa dari perusahaan teknologi Neuralink milik Elon Musk.

Sebuah implan bernama Blindsight yang berjanji mengembalikan kemampuan melihat bagi orang yang sama sekali tidak memiliki penglihatan, bahkan sejak lahir.

Caranya sungguh membalikkan jalan alamiah penglihatan — mata dan saraf penglihatan dilewati sepenuhnya. Sebuah kamera kecil menangkap gambar, data diubah menjadi sinyal listrik, lalu dikirimkan langsung melalui ribuan mikroelektroda yang tertanam di korteks visual — bagian otak yang memproses penglihatan.

Otak seakan-akan menerima sinyal seolah datang dari mata sendiri, sehingga timbul persepsi melihat.

“Bahkan jika seseorang benar-benar buta, kita dapat menulis langsung ke korteks visual,” tegas Musk. Pada tahap awal, resolusinya relatif rendah, disamakan Musk dengan grafis video game generasi lama — titik-titik cahaya yang perlahan terbentuk menjadi pola dan bentuk.

Namun visi jangka panjang jauh lebih ambisius: resolusi sangat tajam hingga kemampuan melihat spektrum di luar jangkauan manusia biasa — inframerah, ultraviolet, bahkan gelombang radar. “Ini seperti memiliki kekuatan luar biasa,” kata Musk.

Sebelum ke manusia, teknologi ini sudah diuji bertahun-tahun pada kera. Neuralink melaporkan hewan percobaan mampu merespons rangsangan visual buatan seolah melihat benda sungguhan, dan ada individu yang membawa alat aktif hingga tiga tahun tanpa komplikasi serius.

Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat — FDA telah memberikan penetapan Alat Terobosan (Breakthrough Device Designation) pada September 2024, mempercepat jalur uji coba manusia, meskipun bukan berarti sudah disetujui untuk dijual.

Penanaman pertama pada manusia ditargetkan akhir 2026, menunggu persetujuan akhir.

Namun para ilmuwan mengingatkan: masih banyak hal belum dipahami sepenuhnya.

“Lebih banyak elektroda belum tentu otak melihat lebih baik — kode otak untuk visual belum sepenuhnya terpecahkan,” ungkap peneliti independen.

Belum diketahui juga apakah orang buta sejak lahir, yang korteks visualnya tak pernah terlatih, benar-benar dapat memproses sinyal tersebut. Keamanan jangka panjang, biaya, serta akses merata juga menjadi perdebatan penting.

Jika berhasil, jutaan orang di seluruh dunia yang buta akibat kerusakan mata atau saraf penglihatan — yang tidak bisa ditolong operasi maupun implan retina lain — berpeluang melihat dunia untuk pertama kalinya. Bukan sekadar obat, ini pintu gerbang manusia menuju evolusi penglihatan baru.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Travel ITS Group Telantarkan 196 Jamaah Umrah di Juanda dan Jombang

30 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Ricuh 30 Menit di Muktamar NU, Massa Pakai Kaos Gambar Bakal Calon Terbalik

30 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Warga Wonorejo Temukan Jasad Bayi Perempuan Mengambang di Sungai

30 Agustus 2026 - 14:38 WIB

13 Pelanggaran yang Masuk RUU Perampasan Aset

30 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Berdasarkan CCTV, Netizen Menduga Kelompok GRIB Pelaku Penganiayaan Bambang Setyawan

29 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Diduga Preman Mengeroyok secara Sadis Bambang Setyawan dalam Kericuhan Aksi Unjuk Rasa

29 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Polisi Menangkap 322 Orang dalam Aksi Demo 27-29 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Polisi Jombang Ringkus Pelaku Love Scamming di Lampung

28 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Peternak Blitar Kirim 8,7 Ton Telur kepada Warga NTT Korban Gempa Flores

28 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Trending di News