Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Pengusaha Akui RI Masih Dibanjiri Produk Impor Ilegal

badge-check


					Impor baju bekas Perbesar

Impor baju bekas

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM-Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani mengakui bahwa pasar domestik Indonesia saat ini masih banyak dibanjiri produk-produk impor. Nilainya pun diperkirakan cukup besar.

Shinta mengatakan pihaknya telah beberapa kali menyampaikan masukan kepada pemerintah agar persoalan tersebut segera diatasi. Terutama terkait masuknya produk impor ilegal yang dinilai dapat berdampak terhadap industri dalam negeri.

“Ya, memang kami juga sudah berikan masukan, yang kami hindarkan adalah yang namanya ilegal-ilegal impor yang kemudian akan berdampak juga dengan isu dalam negeri kita. Jadi itu yang sudah kami, sudah beberapa kali kami sampaikan juga sih mengenai hal itu. Jadi memang kami terus berkomunikasi dengan pemerintah,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Saat ditanya mengenai nilai kerugian yang ditimbulkan akibat membanjirnya produk impor ilegal tersebut, Shinta mengatakan pihaknya belum melakukan perhitungan pasti. Namun, ia mengatakan jumlahnya cukup besar.

“Besar nilainya lah, tapi nilai kita nggak pernah perhitungkan dari segi nilainya, belum sampai kita hitung,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman buka-bukaan soal penyebab produk yang dihasilkan UMKM belum banyak terserap pasar. Kondisi tersebut terjadi karena pasar domestik Indonesia masih “becek”.

Konteks “becek” yang dimaksud Maman ialah masih banyaknya barang-barang impor yang membanjiri pasar domestik.

Padahal, kata Maman, akses pembiayaan untuk UMKM terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal itu juga disertai pelatihan untuk membuat produk yang menghasilkan serta peningkatan kapasitas produksi. Namun, berbagai upaya tersebut belum mampu mendongkrak penjualan produk UMKM.

“UMKM-nya sudah kita kasih modal, kita berikan pelatihan, kita buka peningkatan kapasitas produksi bagaimana caranya mereka bisa produksi barang sebagus-bagusnya, tetapi yang jadi masalah pada saat dia sudah produksi barang, dia mau jual ke pasar, barangnya nggak laku, barangnya nggak laku. Ada beberapa pertanyaan kenapa barangnya nggak laku? Ya macam-macam, tapi faktor yang paling besar adalah pasar domestik kita becek,” ujar Maman dalam acara UMKM Finance Summit 2026, Selasa (11/8/2026).

“Pasar domestik kita dipenuhi dengan produk-produk barang impor yang mau nggak mau di-top-up pembiayaan seperti apapun, didorong akses pendanaan seperti apapun. Tapi pada saat pasarnya nggak bisa kita sterilisasi, mereka akan mati dengan sendirinya,” sambungnya.

Maman mengatakan kementeriannya tidak anti terhadap barang impor. Namun, ketika produk impor tersebut sebenarnya bisa dibuat oleh UMKM dalam negeri, ada baiknya barang tersebut dipertimbangkan kembali untuk masuk ke pasar Indonesia sehingga produk UMKM bisa terserap pasar.

Dengan begitu, Maman mengatakan persoalan UMKM bukan hanya soal pembiayaan. Menurutnya, ada aspek lain yang harus dilihat secara menyeluruh. Ia mengatakan jika UMKM hanya diberikan akses pembiayaan tanpa bisa menjual barangnya, hal itu justru akan menimbulkan persoalan baru.

“Kalau misalnya UMKM-nya dia nggak bisa jual barangnya, akhirnya ujug-ujug kredit macet juga. Ujug-ujug NPL naik. Akhirnya problem sosial. Artinya dalam kesempatan kali ini saya juga ingin coba mulai kita melihat dari beberapa perspektif yaitu tidak hanya sekedar dilihat dari aspek pembiayaan dan itu saling keterkaitan dengan seluruh aspek,” ujarnya.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

63 Siswa SMA dan SD di Konawe Keracunan MBG, Korban Dirawat Puskesmas Angata

14 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (68): 550.000 Penunggang Kuda Berwajah Pucat

14 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Kapal Turis KM Feronia Terbalik Dihantam Ombak, 29 Orang Selamat Veronica Beatrix Hilang

14 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Polisi Bersama Petani Desa Cek Pertanian Jagung

14 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Trending di News