Penulis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG— Tak belebihan bila disebut lautan manusia menutup alun alun di depan kantor Pemkab Jombang, Selasa sore hingga jelang pergantian waktu 13 Oktober 2026.
Seolah tadi malam itu seluruh warga Jombang tersedot magnet pada acara Jombang Bersholawat, menghadirkan tokoh muda Gus Iqdam untuk memperingati Hari Jadi 116 Pemkab Jombang.
Sejak tiga hari lalu, ridging jumbo telah diinstalasi, lengkap dengan tata panggung acara modern, layar penel pun ukuran raksasa melatarbelakangi panggung.
Untuk memastikan semua jamaah yang hadir bisa menyasikan acara secara lengkap, maka dipasangi dua layar di depan SMK1 Jombang, dua layar lainya di Jl. Wachid Hasyim sampai di dekat lapangan Kebon Rojo.

Bupati Jombang H Warsubi (kiri) duduk berdampingan dengan Gus Iqdam, gelar acara Jombang Bersholawat, Selasa malam, 13 Oktober 2026. Foto: jombangkab.go.id
Bupati Jombang H Warsubi (kiri) duduk berdampingan dengan Gus Iqdam, gelar acata Jombang Bersholawat, Selasa malam, 13 Oktober 2026. Foto: jombangkab.go.idMassa tumpah hingga di jalan jalan ikut serta menyaksikan akbar 2026 ini.
Antusiasme warga luar biasa, siang hari mereka sudah berdatangan membawa alas plastik. Telah mematok kavelingan, untul bisa menyaksikan acara ini di depan panggung.
Dalam kehangatan acara Jombang Bersholawat yang memadati halaman Alun-alun Kabupaten Jombang, tokoh masyarakat dan ulama, Gus Iqdam, mengajak seluruh warga untuk merenungkan anugerah terbesar yang dimiliki daerah ini.
Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar Jombang Bersholawat bersama Gus H. Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam) dan Hadroh Pusat Sabilu Taubah di Alun-Alun Kabupaten Jombang, Selasa malam.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Jombang Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jombang H. Warsubi, S.H., M.Si., Wakil Bupati Jombang Gus Salmanudin, S.Ag., M.Pd., Wakil Bupati Blitar H. Beky Herdihansah, jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang, para kiai dan alim ulama, pengasuh pondok pesantren, tokoh agama dan masyarakat, serta jamaah dari Kabupaten Jombang dan sekitarnya.
Bahkan sebelumnya, Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, telah mengedarkan pengumuman internal undangan wajib bagi seluruh pejabat di lingkungan pemkab hadir pada acara ini
Dalam sambutannya, Bupati Jombang Warsubi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gus Iqdam beserta Hadroh Pusat Sabilu Taubah yang telah hadir dan membersamai masyarakat Jombang dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang.
Fondasi Moral
Di tengah peringatan Hari Jadi ke-116 Kabupaten Jombang, ia menegaskan bahwa kemajuan pembangunan fisik penting, namun fondasi sesungguhnya kemuliaan Jombang berdiri tegak di atas kekuatan dunia pendidikan Islam yang tumbuh subur di tanah ini.
Dalam tausyiahnya, Gus Iqdam menyampaikan, keberadaan puluhan pondok pesantren yang tersebar di seantero Jombang bukan sekadar lembaga pendidikan biasa, melainkan warisan luhur yang menjadi penopang moral dan karakter masyarakat dari generasi ke generasi.
“Sungguh, nikmat yang paling nyata bagi Jombang adalah hadirnya pondok-pondok pesantren yang luar biasa. Darul Ulum, Tambakberas, Tebuireng, hingga Denanyar — semuanya berdiri megah di sini. Masyaallah, betapa besar karunia Allah menempatkan pusat-pusat ilmu di tengah-tengah kita. Tak hanya dikenal di dalam negeri, namanya telah melintasi batas negara,” ujar Gus Iqdam disambut takbir dan pujian dari ribuan jamaah.
Ia juga menyoroti sejarah panjang yang membanggakan: dua kali penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama di Jombang.
“Dua kali Muktamar digelar di tanah ini. Itu bukan kebetulan semata, melainkan pengakuan bahwa Jombang adalah salah satu poros utama perkembangan Islam di Indonesia. Tradisi ini harus kita jaga, kita rawat, dan kita wariskan kepada anak cucu kelak,” tambahnya.
Doa untuk Jombang
Di kesempatan yang penuh berkah itu, Gus Iqdam turut memanjatkan doa tulus bagi Bupati Jombang dan seluruh jajaran pemerintahan daerah.
“Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan usia, serta kemudahan bagi Bupati Jombang dalam menjalankan amanah yang dipercayakan masyarakat.
“Semoga setiap langkah kebaikan yang direncanakan senantiasa dijalankan dan dirahmati-Nya,” doanya dengan suara yang menyentuh hati ribuan hadirin.
Pemerintah Kabupaten Jombang melalui momentum Jombang Bersholawat ini menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar merayakan usia daerah yang bertambah, melainkan momen untuk mempererat tali persaudaraan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat mencintai Rasulullah adalah perekat paling kuat yang menyatukan beragam elemen masyarakat di Jombang.
Dengan berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang telah tumbuh dan dibina oleh para pendiri pesantren terdahulu, Jombang diharapkan terus melangkah sebagai daerah yang maju secara pembangunan namun tak pernah kehilangan jati diri dan akar budaya keagamaannya.
“Mari kita jaga kebersamaan ini. Karena ketika kita bersatu dalam kebaikan, Jombang bukan hanya tua dalam usia, melainkan tumbuh makin dewasa dalam peradaban yang diridhai Allah,” demikian pesan yang mengalir di tengah kehangatan acara malam itu.**

















