Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Belajar dari Syamsul Marif: 12 Skenario Belaian Kasih Sayang Aparat kepada Demonstran

badge-check


					Syamsul Marif unggah video postingan di akun instagram@syamsul_marif11, jelas tentang materi 12 skenario aparat hadapi demkbsyran. Foto: instagram@syansul_marif11 Perbesar

Syamsul Marif unggah video postingan di akun instagram@syamsul_marif11, jelas tentang materi 12 skenario aparat hadapi demkbsyran. Foto: instagram@syansul_marif11

Penulis: Arief H. Sorsatyo |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA— Pemilik akun instagram@syamsul_marif11, mengunggah 7 video membahas aksi demo 27 Agustus 2026.

Menggunakan kopyah dan bersarung, Syamsul begitu jernih membeberkan rangkuman kepiawai aparat dalam menaklukkan aksi demontrasi, dengan narasi istilah romantis: Belaian Kasih Sayang Aparat.

Ia membagi tiga fase dalam 12 skenario aksi demo yang digelar Kamis hari ini, 27 Agustus 2026.

Sebelum Hari H

SKENARIO KE-1 — Pengantaran Logistik Diganggu

Pengantaran logistik akan diganggu. Aparat menggunakan alasan keamanan. Cara pertama: penutupan jalan — jalan ditutup semuanya alasan keamanan, sehingga akses keluar-masuk logistik jadi susah.

Di sinilah peran ojol, warga Jakarta, warga Jabodetabek untuk saling bahu-membahu. Warga bantu warga.

Cara kedua: demo tandingan di sekitar lokasi basecamp logistik, menyusahkan pengantaran logistik. Perlu pengawalan.

SKENARIO KE-2 — Pembatasan Akses Menuju Lokasi

Pembatasan akses menuju lokasi — jalan ditutup di area pembatasan maupun di daerah masing-masing.

Tujuan pemerintah: supaya demo tidak terpusat di DPR. Karena kalau terpusat di DPR, jumlah peserta kelihatan banyak dan bisa menandingi demo tandingan.

Tiga solusi:

1. Koordinator wilayah berkomunikasi dengan pusat — ancam aparat jika demo dialang-alangi. Sampaikan: jika akses ditutup, tidak bisa menjamin kedamaian.
2. Berangkat sangat pagi sebelum hari H.
3. Berkelompok kecil, berpisah, bertemu di DPR. Jangan mencolok.

Fase Hari H

SKENARIO KE-3 — CCTV Dimatikan

CCTV milik pemerintah dimatikan di hampir semua titik Jakarta. Alasan resmi: keamanan. Sebenarnya: menutup jejak aparat.

Saran: Rekam diam-diam. Banyak penyusup terorganisir di sekitar lokasi. Jangan mencolok saat merekam.

SKENARIO KE-4 — Live Media Sosial Dimatikan/Dibatasi

Live sosmed akan dimatikan atau diblokir permanen. Siapa pun yang live di sekitar lokasi kemungkinan akunnya diblokir atau dihapus. Tujuan: menutup jejak aparat.

SKENARIO KE-5— Media Nasional Dilarang Live

Media nasional dilarang melakukan siaran langsung. Dulunya bebas, sekarang dilarang atas nama penertiban & keamanan. Sebenarnya: takut respons media asing. Jangan berharap ada live di TV — laporan tetap ada, tapi live tidak ada.

SKENARIO KE-6 — Drone Dilumpuhkan

Drone akan dilumpuhkan. Ada alat pelumpuh drone di lokasi. Tujuan: menutup jejak aparat DAN menutup jejak penyusup terorganisir supaya tidak terbongkar. Kecuali drone pemerintah — tetap bisa terbang.

SKENARIO KE-7 — Pembatasan View & Pemblokiran Akun

Membahas demo 27 Agustus = view anjlok. Pemerintah, parpol, DPR, dan aparat sedang kompak meredam demo. Akun-akun yang membahas ini dibatasi jangkauannya, bahkan diblokir/dihapus permanen.

Solidaritas: Warga bantu warga — dimulai dari sekarang. Rapatkan barisan: ojol, influencer, content creator, emak-emak FB, pekerja, semua warga.

Kasus nyata: Mas Botok dipeluk ojol yang memberikan jam tangan dan isi dompetnya — bukti solidaritas warga.

SKENARIO KE-8 — Pemblokiran Rekening & Akun Sosial Media Pentolan

Akun-akun pentolan Pati (Mas Botok, Mas Apro) diblokir & dihapus permanen dari TikTok — ada campur tangan Kominfo.

Rekening Mas Botok Rp80 juta (hasil donasi) diblokir Bank Mandiri atas tekanan pemerintah. Uang ini rencananya untuk menyewa bus warga Pati ke Jakarta. Sekarang terblokir. Mas Botok & Mas Teguh sekarang di Pati mengurusnya.

Hati-hati mencari talangan dana: Jangan dari politisi — nanti dituduh ditunggangi. Gunakan tokoh publik, akademisi (Ferry Amsari), aktivis independen (Gus Roy Murtado), atau figur publik luar negeri agar lebih sulit diblokir.

SKENARIO KE-9 — DPR Memberi Harapan Palsu

Jangan percaya janji pejabat. RUU Perampasan Aset dikatakan “dikebut, selesai Desember” — tapi draf TIDAK DIPUBLIKKAN.

Mana draf RUU Perampasan Aset? Mana RUU Hukum Koruptor? Tidak dipublikasikan.

Mengingatkan pada pengalaman RUU Revisi TNI yang disahkan cepat tanpa transparansi.

SKENARIO KE-10 — Membuat Demo Dicitrakan Anarkis & Pendemo Bayaran

Nanti akan ada narasi: demo ricuh, ada pendemo bayaran, ada sajam sebagai barang bukti.

Aparat akan menangkap orang dengan sajam — bahkan bisa diatur supaya pelakunya dari Pati, untuk membangun persepsi warga Pati datang ke Jakarta buat kerusuhan. Lalu disebarkan ketakutan agar orang takut datang.

SKENARIO KE-11 — Menargetkan Tokoh Kunci Agar Tidak Hadir

Upaya membuat tokoh aliansi dalam keadaan tidak bisa hadir — sakit, keracunan, gangguan perjalanan. Harap Mas Botok & Mas Teguh berhati-hati dalam makanan & minuman.

SKENARIO KE-12 — Pengalihan Isu & Narasi Balik

  • Kasus viral besar dibuat untuk mengalihkan fokus masyarakat
  • Bencana alam dikaitkan sebagai “akibat demo”
  • Narasi: pendemo bayaran — dari kaum 16 persen, dari “Mulyono”, dari “antek asing” (George Soros, dll.)
  • Demo tandingan digerakkan di sekitar lokasi
  • Semua ini untuk melemahkan tekanan rakyat

SAAT HARI H — TINDAKAN YANG DILAKUKAN

– Berangkat pagi-pagi sekali, berkelompok kecil, tidak mencolok
– Dokumentasi diam-diam karena alat resmi dibatasi
– Tetap damai — jangan terpancing provokasi penyusup
– Solidaritas warga bantu warga — saling jaga, saling bantu
– Sinyal kemungkinan mati — siapkan komunikasi alternatif
– Jangan bawa benda yang bisa dipakai sebagai alasan provokasi

SETELAH HARI H

  •  Narasi balik: demo anarkis, pendemo bayaran, jumlah peserta direkayasa
  • Simpan bukti di banyak tempat — jangan di satu perangkat saja
  • Sebarkan melalui banyak saluran agar tidak bisa dihapus
  • Tekanan berlanjut — jangan berhenti setelah 27 Agustus
  • Awasi proses legislasi — RUU harus terbuka, tidak boleh disahkan diam-diam.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

63 Siswa SMA dan SD di Konawe Keracunan MBG, Korban Dirawat Puskesmas Angata

14 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (68): 550.000 Penunggang Kuda Berwajah Pucat

14 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Trending di News