Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, MALANG – Yayasan Arek Lintang (ALIT) Indonesia didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP, dan Dana Indonesiana
menyelenggarakan kegiatan: Diseminasi Agenda Tanam Basis Kalender Tengger dan Pelestarian Budaya Bertani Ramah Lingkungan di Candi Kidal, Lembah Gunung Bromo, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini mengangkat kembali sistem astronomi dan kearifan lokal Jawa Kuno melalui penanggalan Pranata Mangsa berbasis Kalender Tengger.
Sistem penanggalan yang dikalibrasi
secara berkala melalui upacara Unan-Unan ini menjadi acuan penting dalam menjaga ketahanan pangan, menentukan pola tanam, hingga menjaga harmoni ekosistem di kawasan
Bromo-Semeru.
Dalam kesempatan ini, para narasumber menegaskan pentingnya kembali pada tuntunan leluhur yang berlandaskan tiga nilai utama kehidupan:
Prayangan, Pawongan, dan Palemahan demi menghadapi tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.
Pelaksanaan Acara:
* Hari, Tanggal: Sabtu, 5 September 2026
Waktu: 15.00 WIB – selesai
* Lokasi: Candi Kidal, Lembah Gunung Bromo (Jl. Raya Kidal, Kec. Tumpang, Kaubuparen Malang, Jawa Timur)
* Narasumber & Moderator:
Romo Eko Warnoto / Resi Eko Cokronoto (Ketua Paruman Dukun Pandita Tengger Brang Kulon) Yuliati Umrah (Direktur Eksekutif Yayasan Arek Lintang / ALIT Indonesia) Muh. Nur Udin (Sekjen API & Pembina ALIT Indonesia) Sri Sugiharta, S.S., M.P.A. (Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur) Gunawan (Moderator)
Melalui diseminasi ini, diharapkan kearifan lokal suku Tengger, seperti perlindungan terhadap 673 jenis vegetasi pangan dan obat-obatan serta teknik pertanian ramah lingkungan, dapat
dipahami dan diterapkan secara lebih luas oleh masyarakat umum maupun pengambil kebijakan.
Kontak Media/Informasi Lebih Lanjut:
Yayasan Arek Lintang (ALIT) Indonesia
Website: www.alitindonesia.or.id
Email: [email protected]. **

















