Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Gerakan AI Global: Kembalikan Kecerdasan dan Kekuasaan kepada Rakyat!

badge-check


					Dunia AI mulai menyerbarkan kekuatan informasi dari rakyat, dengan membukan semua informasi secara terbuka dan dari akar rumput: rakyat. Foto: ist Perbesar

Dunia AI mulai menyerbarkan kekuatan informasi dari rakyat, dengan membukan semua informasi secara terbuka dan dari akar rumput: rakyat. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA— Dari peta samar hingga papan kendali nyata, gerakan data terbuka bangkit dari Selatan.

Dua berita hampir serupa muncul beriringan, seakan saling menjawab: satu menyuarakan janji, satu lagi mewujudkan alatnya.

Bersama-sama mereka menandai perubahan besar: pusat kendali informasi dunia perlahan bergeser — bukan lagi dari Barat ke Selatan, melainkan dari tangan segelintir ke tangan semua orang.

Abstract Justice

Pertama hadir visualisasi peta jalur kabel serat optik bawah laut yang membelah samudra benua Afrika, dibagikan atas pesan: “Kembalikan kekuasaan dan kecerdasan ke tangan rakyat, jauhkan dari pemerintah kita, kurangi sedikit saja.”

Akun media sosial bernama  abstract.justice  memperlihatkan apa yang selama ini dirahasiakan: 99% lalu lintas data dunia mengalir di jalur-jalur halus di dasar laut, dan peta lengkapnya tak pernah dibuka untuk umum.

Disebut-sebut berkaitan dengan gerakan sumber terbuka, bahkan ada yang menyebut nama sandi “Osiris” — namun hingga hari ini belum ada situs resmi, belum ada kode yang dapat diunduh, belum diketahui siapa sebenarnya pembuatnya.

Petanya viral, jalurnya terlihat jelas — tetapi pintu masuknya belum terbuka.

Meski belum utuh, dampaknya sudah terasa: rakyat mulai menyadari bahwa internet bukan udara yang datang begitu saja — ia punya jalur, punya pemilik, punya titik lemah, dan siapa yang memegang peta memegang kuncinya.

Sudah Nyata dan Terbuka

Kemudian datang bukti nyata yang melampaui janji. Satu pengembang tunggal: Elie Habib.

Ia tokoh teknologi asal Lebanon pendiri platform musik terbesar Timur Tengah — membangun papan kendali pemantauan dunia secara langsung, lalu melepaskannya sepenuhnya secara bebas dan terbuka. Namanya: World Monitor.

“Satu pengembang membangun papan kendali kecerdasan global waktu nyata — lalu menjadikannya bebas dan terbuka sepenuhnya.”

Tidak sekadar peta jalur kabel. Lima puluh enam lapisan data nyata dari sumber resmi dikumpulkan ke satu layar:

  • berita global dengan ringkasan buatan kecerdasan buatan,
  • peta konflik & aktivitas militer dari data ACLED & PBB,
  • pesawat terbang sipil dan militer dari jaringan pemantauan terbuka,
  • kapal laut beserta rute pelayarannya, gempa bumi dari USGS,
  • kebakaran hutan dari NASA,
  • pasar keuangan dari Dana Moneter Internasional, hingga pemadaman internet dan serangan siber.

Semua sumber tertulis jelas di layar, diperbarui otomatis, dapat diperiksa siapa saja tanpa izin, tanpa biaya, tanpa mendaftar.

Diluncurkan awal tahun 2026, kini telah dipakai lebih dari dua juta orang di seratus sembilan puluh negara, dengan kode sumber sepenuhnya terbuka di bawah lisensi sahih. Bukan janji lagi — sudah nyata di tangan rakyat.

Afrika dan Asia Gerakan Baru

Dua proyek ini satu belum selesai, satu sudah berjalan — keduanya bermula dari belahan dunia yang selama ini hanya penerima informasi, bukan pembuatnya.

Elie Habib dari Lebanon di Timur Tengah; fokus peta pertama di benua Afrika. Bukan Silicon Valley, bukan Eropa Barat — pusat pergerakan data terbuka kini bergeser ke Selatan.

Ini maknanya dalam: selama puluhan tahun data dunia dikumpulkan, diproses, dan diputuskan di Amerika Serikat & Eropa — lalu dikirimkan kembali ke belahan lain. Kini arahnya terbalik: rakyat di Selatan mulai membangun alatnya sendiri, mengumpulkan datanya sendiri, membagikannya ke seluruh dunia. Bukan meminta izin — membuat sendiri.

Dua Tahapan Satu Tujuan

Situs abstract.justice   World Monitor
Kondisi Peta viral, belum ada alat unduhan dan sudah berjalan, bebas diakses

Pencipta Belum diketahui Elie Habib — nama nyata, profil jelas. Sumber data Belum tercantum. Baru Tercantum lembaga per lembaga. Status janji terbuka dan sudah terbuka sahih

Lokasi fokus Afrika Dunia, berbasis di Timur Tengah

  • Yang satu memecahkan theka: “ini yang kalian tak ketahui.”
  • Yang lain membuktikan: “kalian juga bisa memilikinya.”

Realisasi Janji

“Kembalikan kekuasaan ke rakyat” — bukan lagi slogan. Sudah ada buktinya.

World Monitor membuktikan: tidak butuh pemerintah raksasa, tidak butuh anggaran miliaran, satu orang berkemauan kuat saja cukup.

Situs abstract.justice membuktikan: rakyat sudah haus tahu, sudah siap memegang peta — tinggal pintunya dibukakan sepenuhnya.

Dua proyek, dua tahapan, satu arah yang sama: data bukan lagi rahasia penguasa — urat nadi milik semua orang. Langkah pertamanya sudah diambil.

Langkah keduanya sedang berjalan. Dan kali ini bukan dari Utara ke Selatan — dari Selatan ke seluruh dunia.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Direktur RSKKA Dr Agus Harianto Dorong Agar Iluni Memiliki RS Kapal demi NKRI

7 September 2026 - 11:38 WIB

Efek Erupsi Anak Krakatau: Gas SO₂ Terdeteksi di Jateng, Bandara Soeta Tutup 3 Jam

6 September 2026 - 21:09 WIB

Boro Pimpin Blokade Jalur Material ke PSN IPIP Kolaka, Sebut TNI Bajingan!

6 September 2026 - 18:14 WIB

Gunung Anak Krakatau Meletus Lagi: Semburkan Lava Pijar 15 Km

5 September 2026 - 22:22 WIB

Diseminasi 673 Vegetasi dalam Pranata Mangsa Suku Tengger di Candi Kidal Tumpang

5 September 2026 - 20:31 WIB

Menelisik Akar Terorisme (53): Kaum Thug Menganut Dewi Kali

5 September 2026 - 19:58 WIB

Mozza Setahun Hilang Jasadnya Ditanam di Lereng Tol, Pelaku Mahendra Anggara Ditangkap di Blora

5 September 2026 - 19:01 WIB

Gus Alex ‘Gigit’ 24 Anggota DPR: Minta Oleholeh 3.000 Riyal/ Orang Saat Kunker di Makkah

4 September 2026 - 18:00 WIB

William Gunawan Minta Bantuan Presiden Prabowo: Emas 2.2 Kg Senilai Rp6.6 Miliar Hilang di Bank BJB

3 September 2026 - 21:31 WIB

Trending di News