Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Direktur RSKKA Dr Agus Harianto Dorong Agar Iluni Memiliki RS Kapal demi NKRI

badge-check


					RSKKA bekerja sama denan Tim UI dalam melayani pertolongan bagi korban gempa bumi di Flores, NTT. Foto: ist Perbesar

RSKKA bekerja sama denan Tim UI dalam melayani pertolongan bagi korban gempa bumi di Flores, NTT. Foto: ist

Penulis: Gandhi Wasono M  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA—  Direktur Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA), dr. Agus Harianto, SpB., memberikan kepercayaan kepada Ketua Tim Relawan Bencana Gempa Flores dari Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI), dr. Raihan Arlan, SpAn(TI) memimpin pelayanan RSKKA dalam misi kebencanaan.

“Setelah beberapa hari bekerjasama di
RS Lapangan Kolaboratif Dampek, saya percaya beliau sanggup pemimpin di dalam pelayanan di RSKKA,” jelas Agus, dalam rilis kepada pers, Senin 7 September 2026.

Agus menambahkan, soal tanggung jawab pelayanan RSKKA secara keseluruhan masih ada pada dia sebagai Direktur RSKKA.

Pelayanan radiologi x-ray di Posko Oranye RS Lapangan Tenda 3 lokasi gempa, NTT. Sudah berjalan, dengan alat dari RSKKA, tim radiografer dari ILUNI FKUI, tim operator dadi MERC. Rujukan penunjang kasus medik juga dapat diterima Dokter-dokter. Ekspertise ke SpRad dapat dimintakan case by case. Foto: Ist

Merespon adanya keleluasaan dalam memimpin pelayanan di RSKKA, Raihan mengatakan:  “Ke depan Agus berharap, Universitas Indonesia (UI) suatu saat juga memiliki rumah sakit kapal.”

Karena hingga saat ini hanya ada sepuluh rumah sakit kapal di
Indonesias, yaitu:

* RS Kapal KRI dr. Rajiman Wedyodiningrat, RS Kapal KRI dr. Soeharso

* RS Kapal KRI dr. Wahidin Sudirohusodo yang dimiliki oleh TNI AL;

* RS Kapal dr. Lie Dharmawan II, RS Kapal Nusa Waluya II

* RS Kapal Ganda Nusantara I,

* RS Kapal Ganda Nusantara II, RS Kapal Laksamana Malahayati,

* RS Kapal KDDC dr. Joserizal Jurnalis

* RS Kapal Ksatria Airlangga.

17.380 Pulau

Menurut Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk tahun 2024 total ada 17.380 pulau tersebar di lautan seluas 7,8 juta kilometer persegi.

Sementara menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2024 teridentifikasi ada 1.562 pulau yang berpenghuni. Terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai terpanjang kedua di Asia.

Namun, kekayaan laut ini berbanding terbalik dengan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pesisir, pulau-pulau terluar, dan perbatasan negara.

Rakyat di wilayah terluar sering kali harus menempuh perjalanan berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mendapatkan penanganan medis dasar, apalagi tindakan medis darurat.

Kondisi ini menimbulkan ketimpangan yang nyata: warga di pulau utama mudah menjangkau rumah sakit, sementara saudara sebangsa di pulau terluar harus menanggung risiko keterlambatan penanganan yang bisa berujung pada kehilangan nyawa.

Menyadari ketimpangan ini, muncul gagasan strategis dan visioner: mendorong Ikatan Lulusan Universitas Negeri Indonesia (ILUNI) untuk memiliki dan mengelola Rumah Sakit Kapal sendiri.

Bukan berarti menggantikan peran pemerintah, melainkan menjadi mitra strategis yang mempercepat pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke titik terjauh NKRI.

Mengapa Harus Iluni

ILUNI sebagai wadah persatuan ribuan lulusan universitas negeri tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara, memiliki keunggulan unik yang menjadikannya pihak paling tepat untuk menginisiasi hal ini:

– Kumpulan tenaga profesional lintas disiplin — dokter, insinyur, ekonom, pengusaha, tokoh masyarakat — semuanya bersatu atas dasar almamater dan cinta tanah air
– Jaringan luas dan kuat — tersambung dari Sabang sampai Merauke, mampu menggerakkan dukungan sosial, keuangan, dan sumber daya manusia secara nasional
– Independen dan netral — bukan lembaga politik maupun komersial, sehingga pelayanan berorientasi pada kepentingan rakyat semata
– Nilai pengabdian — mencerminkan semangat pengabdian yang ditanamkan selama menuntut ilmu di almamater, kini dikembalikan untuk melayani masyarakat yang paling membutuhkan

Kegunaan RSK

Rumah Sakit Kapal bukan sekadar fasilitas kesehatan mengapung — ia adalah infrastruktur kemanusiaan bergerak yang menjangkau daratan yang tak bisa dijangkau rumah sakit darat. Fungsinya meliputi:

  • Pelayanan kesehatan rutin & tindakan medis dasar bagi warga pulau terluar yang jauh dari fasilitas kesehatan
    – Tindakan darurat & rujukan medis
  • mengurangi angka kematian akibat keterlambatan penanganan
    – Pendidikan & pelatihan tenaga kesehatan lokal — meningkatkan kemandirian kesehatan wilayah binaan
  • Posko darurat bencana — tiba-tiba gempa, banjir, atau kebakaran di kepulauan, kapal ini langsung bergerak menjadi rumah sakit darurat di lokasi kejadian
  • Simbol kehadiran negara — di perbatasan terluar, kehadiran pelayanan kesehatan adalah bentuk kedaulatan yang nyata dan dirasakan langsung oleh warga

Langkah Realisasi

Wujudkan Rumah Sakit Kapal ILUNI bukan hal mustahil jika dilakukan bertahap dan bersama-sama:

  • Konsolidasi & dukungan — ajukan gagasan ke pengurus pusat ILUNI, bentuk tim khusus yang merancang konsep, anggaran, dan rencana operasional
  • Kemitraan luas — ajak pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat untuk berpartisipasi. Sumbangan tidak harus uang — bisa berupa peralatan medis, tenaga ahli, atau dukungan operasional
  • Pembangunan & pengoperasian bertahap — mulai dari kapal yang berfungsi sebagai klinik terapung, lalu dikembangkan menjadi Rumah Sakit Kapal lengkap dengan ruang operasi, rawat inap, dan unit gawat darurat
  • Pola operasional mandiri & berkelanjutan — agar tetap berjalan jangka panjang, dikelola dengan prinsip nirlaba yang transparan, akuntabel, dan terkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat

PENUTUP

“Kesehatan adalah hak setiap warga negara, tak peduli di pulau mana ia lahir dan tinggal.”

Rumah Sakit Kapal ILUNI bukan sekadar kapal. Ia adalah jembatan kasih sayang antar pulau, bukti bahwa ilmu yang didapat dari almamater seharusnya bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ketika rumah sakit bisa berlayar sampai ke depan pintu rumah warga di pulau terluar, maka barulah kita bisa berkata: NKRI benar-benar satu, sejahtera dari Sabang sampai Merauke. Mari wujudkan bersama.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor DPRD Jombang, Doni Angun: Kami Siap Tampung Seluruh Aspirasi

22 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Protes Anggota Parlemen Malaysia kepada Presiden Prabowo: Kobongan Hutan Enggal Dipetni, Ojo Digawe Guyonan

22 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Bupati Warsubi dan Jajaran Pemkab Jombang Nyekar ke Makam R. Ario Setyonegoro, Pendiri Jombang

22 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Selain Membangun, Prajurit TMMD 130 Plandaan Juga Tingkatkan Strategi Komsos

22 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Damkar Jibaku Padamkan Pasar Cukir Jombang 54 Kios Hangus

22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Motor Dicuri Saat Korban Tertidur di Musala, Polisi Perak Tangkap Pelaku Berkat CCTV

21 Oktober 2026 - 19:30 WIB

460 Orang Berhasil Diselamatkan, KM Batumandi Terbakar di Selat Sunda

21 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Jalin Sinergitas, Kapolres Jombang Bertemu Ketua Pengadilan Negeri

21 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Gerak Cepat, Polsek Perak Bekuk Pelaku Curanmor

21 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Trending di News