Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Diduga Keracunan MBG, Sekitar 100 Siswa SD di Cirebon Masuk Rumah Sakit

badge-check


					Sekitar sertus anak siswa SD di Citebon, Jabar, alami keracunan, Selada, 20 Oktober 2026. Foto: ist Perbesar

Sekitar sertus anak siswa SD di Citebon, Jabar, alami keracunan, Selada, 20 Oktober 2026. Foto: ist

Penulis: Mayang K. Mahardhika  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CIREBON — Sekitar 100 anak yang terdiri dari peserta TK, siswa SD, dan anak‑anak Posyandu di wilayah Kalijaga Kota Cirebon mengalami dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Gejala mulai muncul sekitar pukul 15.00 WIB saat para anak pulang ke rumah, berupa keluhan mual, pusing, muntah‑muntah, hingga diare.

Berdasarkan kesaksian orang tua, menu yang diduga menjadi pemicu adalah sup telur puyuh.

Beberapa orang tua melaporkan bahwa kuah sup tersebut sudah terasa asam dan tidak layak dikonsumsi saat dimakan anak‑anak.

Keterangan resmi dari otoritas pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) disampaikan langsung oleh Yulian Septa Pratama, selaku Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon. 
Berikut adalah poin-poin pernyataan resmi dan tindakan tegas yang diambil oleh pihak pengelola program MBG:
  • Pemberian Sanksi Tegas (Suspend): Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menghentikan sementara operasional (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga Lima selaku dapur penyedia makanan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Diketahui, dapur SPPG ini melayani sekitar 2.500 penerima manfaat setiap harinya. 
  • Tanggung Jawab Penuh Biaya Pengobatan: Pihak MBG menegaskan fokus utama mereka saat ini adalah penanganan medis. Mereka berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh proses pengobatan para korban ditanggung sepenuhnya oleh pihak pengelola. 
  • Penyisiran dan Validasi Data Korban: Pihak KPPG Cirebon langsung menyisir sejumlah rumah sakit tempat para siswa dirawat untuk memvalidasi jumlah korban. Data sementara mencatat sekitar 100 anak terdampak (mencakup siswa SDN Kaliaga, dan SDN Tamann Kalijaga)
  • Investigasi Sumber Masalah: Sampel hidangan (sup telur puyuh) telah diamankan untuk diuji di laboratorium guna mendeteksi penyebab pasti kontaminasi makanan. Pihak MBG juga melacak distribusi makanan guna mendeteksi apakah ada penerima manfaat lain yang mengalami gejala serupa.

Hidangan tersebut diproduksi dan didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga Lima.

Pernyataan Walikota

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengonfirmasi sekolah terdampak antara lain SDN Taman Kalijaga dan TK Teratai.

Ratusan tenaga medis dikerahkan untuk menangani korban yang dilarikan secara bertahap ke sejumlah rumah sakit, yaitu RSD Gunung Jati, RS Ciremai, RS Cahaya Bunda, dan RS Siloam Putera Bahagia.

Pemerintah Kota Cirebon menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan para anak korban.

Hasil uji laboratorium tersebut akan menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut dan penentuan langkah sanksi terhadap pihak terkait.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk hanya merujuk pada informasi dari sumber resmi, dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi terkait insiden ini.

Kronologi

* Selasa, 20 Oktober 2026, siang hari — Anak‑anak peserta MBG di wilayah Kalijaga mengonsumsi menu sup telur puyuh dari SPPG Kalijaga Lima

* Pukul 15.00 WIB — Orang tua mulai melaporkan anaknya mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah pulang sekolah

* Sore hari — Korban mulai dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Kota Cirebon

* Sore hari — BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Kalijaga Lima

* Malam hari — Petugas mengambil sampel makanan untuk uji laboratorium; Wali Kota Cirebon mengonfirmasi insiden dan membantah kabar kematian korban

* Rabu, 21 Oktober 2026 — Penyelidikan masih berlangsung, hasil uji laboratorium belum diumumkan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Arumi Bachin Jalan Kaki 1,5 Km di Terik Matahari, Kunjungi 3 Rumah Manik di Plumbon Gambang

20 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Polres Jombang Kedepankan Pelayanan Humanis

20 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Berdialog, Kapolres Jombang Ajak Mahasiswa Jaga Kamtibmas

20 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Hari Purnomo: Koperasi di Jombang Tumbuh Jadi 1.020 Unit Volume Usaha Rp500 M, 168 UMK Naik Kelas

20 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Agustiar Sabran Pamit dan Tidak Kembali, Massa Aksi Demo Segel Kantor Gubernur Kalteng

19 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kartiyono 12 Tahun di Bapemperda Jombang: Pastikan Perda Sesuai Kebutuhan dan Hidup di Masyarakat!

19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Bakar Lahan 800 M2, Warga Bareng Tangkap Pengamen dan Diikat di Tiang Listrik

19 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (70): KKK Punya 4 Juta Anggota

19 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Kapolres Jombang Pantau Langsung Ketersediaan BBM di SPBU

19 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Kapolres Jombang, AKBP Yanto Mulyanto saat memantau langsung ketersediaan BBM di salah satu SPBU
Trending di News