Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, RIYADH— Berdasarkan keterangan General Authority of Civil Aviation (GACA) & Saudi Press Agency (SPA), Minggu, 18 Oktober 2026
“Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mengumumkan PERPANJANGAN penangguhan sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional King Khalid (KKIA), Riyadh.”
“Langkah ini diambil demi keselamatan para penumpang dan awak pesawat, serta memberikan waktu yang cukup untuk menyelesaikan prosedur pemeriksaan keamanan menyeluruh dan memastikan kesiapan operasional penuh dari seluruh fasilitas bandara pasca-insiden yang terjadi.”
“GACA mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk terus memantau pembaruan jadwal dan berkomunikasi langsung dengan maskapai penerbangan masing-masing sebelum menuju ke bandara.”
Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) secara resmi mengumumkan perpanjangan penutupan operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada hari Senin, 12 Oktober 2026.
Keputusan ini diambil menyusul serangkaian serangan rudal dan drone yang diduga dilakukan oleh kelompok Houthi dan menyasar area bandara pada 10 Oktober 2026.
Melalui pengumuman resmi dan Pemberitahuan bagi Penerbang (NOTAM) yang dirilis pada tanggal tersebut, operasional bandara diputuskan ditutup sementara hingga hari Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 21.00 GMT atau sekitar dini hari tanggal 18 Oktober waktu setempat.
Perpanjangan waktu ini dimanfaatkan untuk pemeriksaan keamanan menyeluruh, perbaikan fasilitas yang terdampak, dan memastikan kesiapan penuh sebelum pesawat kembali dilayangkan.
1500 Penerbangan
Selama masa penutupan, diperkirakan sekitar 1.500 penerbangan mengalami gangguan — dialihkan, ditunda, atau dibatalkan. Pemulihan jadwal diperkirakan berjalan bertahap dalam beberapa hari ke depan mengingat besarnya volume penumpang dan pesawat yang tertunda.
GACA mengimbau seluruh calon penumpang untuk memastikan jadwal penerbangan langsung melalui maskapai masing-masing sebelum menuju ke bandara.
“Keselamatan dan keamanan penumpang serta awak pesawat adalah prioritas utama. Semua langkah ini diambil untuk memastikan fasilitas bandara benar-benar aman dan siap beroperasi kembali secara penuh,” bunyi pernyataan resmi GACA.
Reaksi RI
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan seluruh jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi dalam keadaan aman, menyusul penutupan Bandara Internasional King Khalid, Riyadh akibat serangan rudal dan drone pada 10 Oktober 2026 .
Berdasarkan data dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), saat ini tercatat 58.873 jemaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi.
Mayoritas dari mereka menjalankan ibadah di kota suci Makkah dan Madinah, sehingga aktivitas ibadah berjalan normal dan tidak terganggu oleh penutupan bandara di Riyadh.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa pihaknya memantau secara khusus jemaah yang menggunakan rute melalui Riyadh:
“Tercatat ada 37 jemaah umrah Indonesia yang keberangkatan atau kepulangannya melalui Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Alhamdulillah seluruhnya dipastikan aman dan selamat, kini berada di Makkah maupun Madinah sambil menunggu pengaturan jadwal kepulangan alternatif,” ujar Ichsan Marsha.**

















