Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Soto Ayam Golkar Rp10.000 Laris Manis, Agus Karim 8 Tahun Menggelar Jumat Legi Berkah Makan Gratis

badge-check


					Di depan kantor sekretariat DPD Golkar Jombang, berdiri warung soto ayam kampung. Usaha ini milik Agus Karim (insert) dan istrinya Zulaikah. Seporsi Rp10.000, ia mengaku kantongi kelebihan Rp250.000/ hari. Foto: kredonews.com/ priyo suwarno Perbesar

Di depan kantor sekretariat DPD Golkar Jombang, berdiri warung soto ayam kampung. Usaha ini milik Agus Karim (insert) dan istrinya Zulaikah. Seporsi Rp10.000, ia mengaku kantongi kelebihan Rp250.000/ hari. Foto: kredonews.com/ priyo suwarno

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG — Di halaman depan kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Jombang, berdiri sebuah kedai soto ayam kampung sederhana setiap hari ramai dikunjungi prmbeli.

Di balik kedai itu, ada sosok sederhana bernama Pak Agus, 60, pria asli Lamongan bersama istrinys, Zulaikah, telah mengabdikan dirinya di lingkungan ini selama lebih dari seperempat abad.

Sudah 25 tahun lamanya Pak Agus menjadi tenaga kebersihan dan keamanan di lingkungan kantor DPD Partai Golkar Jombang. Pagi hari sebelum orang lain beraktivitas, ia sudah hadir.

Saat orang lain mulai pulang, ia baru menyelesaikan tugasnya. Sebagai bentuk penghargaan dan kepercayaan, ia diberikan tempat tinggal sederhana di lingkungan kantor partai politik tersebut.

“Saya diberi tempat tinggal, dipercaya menjaga tempat ini, menjaga kebersihan dan keamanan kantor ini. Bekerja dengan jujur dan menjaga amanah, itu cara saya bersyukur,” ucapnya dengan tulus.

Namun hatinya tak sekadar ingin bekerja dan bertahan. Ia ingin memberikan lebih dari sekadar tenaga. Delapan tahun lalu, kesempatan itu datang.

Dari Bakso ke Soto

Sejak 8 tahun lalu, Pak Agus mendapat izin untuk membuka usaha kecil di halaman depan kantor tersebut. Awalnya ia berjualan Bakso Karim. Selama tujuh tahun lebih bakso itu menjadi andalan pembeli.

Namun sekitar 4 bulan lalu, atas saran dan dorongan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Jombang, Andik Basuki Rahmat, Pak Agus beralih menyajikan Soto Ayam Kampung.

Bukan sekadar saran, Ketua DPD Golkar Jombang juga memberikan dukungan nyata berupa bantuan modal Rp1.000.000 untuk memulai perubahan tersebut.

Dengan harga hanya Rp10.000 per mangkuk, Pak Agus tidak sekadar menjual makanan yang mengenyangkan. Kuahnya bening dan gurih, daging ayam kampungnya terasa nyata, porsinya cukup mengenyangkan, dan isinya lengkap: soun, kol, tauge, seledri, bawang goreng, kerupuk, serta sambal yang pas rasanya.

Sederhana saja, tapi justru di sanalah letak kelezatannya. Pembeli datang berulang — bukan hanya karena lapar, tetapi karena mereka tahu makanan ini dibuat dengan hati tulus.

“Saya tidak mengejar keuntungan besar. Yang penting halal, bersih, enak, dan sisanya cukup untuk bisa berbagi,” tuturnya.

Kol berani buka harga Rp10.000/ mangkuk? ”  Lha saya ini diberi fasilitas kantor, tempat tidak perlu sewa. Air dan listrik gratis dari kantor, jadi saya buka harga Rp10.000. Disini kan, banyak pekerja kantoran, saya kita hargannya terjangkau!”

Untung rerata berapa? “Ya kirakira Rp250.000 per hari…” kata Agus yang selalu didampingi Zulaikah, istrinya.

Jumat Legi Berkah

Inilah yang paling menyentuh hati. Sejak mulai berjualan — dulu saat masih Bakso Karim, hingga kini menjadi Soto Ayam Kampung — Pak Agus memiliki satu tradisi yang tak pernah ia tinggalkan: setiap sebulan sekali, pada hari Jumat Legi.

Ia membagikan soto ayam secara GRATIS kepada seluruh jamaah yang melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Golkar.

“Mengapa Jumat Legi? Karena bagi saya, hari itu terasa istimewa. Ada kedamaian di hari itu. Bukan karena saya kaya, tapi justru karena saya ingin berbagi dari apa yang saya miliki,” jelasnya.

Ia tidak melakukannya untuk dipuji atau dikenal orang. Ia melakukannya karena merasa rezeki yang ia terima setiap hari bukan sepenuhnya miliknya — ada hak orang lain di dalamnya. Dan ia memilih hari yang penuh keberkahan itu untuk menunaikan hak tersebut.

Pak Agus bukan orang kaya. Ia hanyalah pekerja sederhana yang menyempatkan diri berjualan di halaman depan kantor di sela-sela waktunya. Namun dari kesederhanaan itu, ia menemukan kebahagiaan yang tak bisa dibeli dengan uang:

“Berbagi itu tidak harus menunggu kaya. Berbagi justru membuat hati merasa kaya. Jika dari satu mangkuk soto ini ada yang tersentuh hatinya, lalu tergerak untuk berbuat baik, itu sudah lebih dari cukup bagi saya.”

Pelajaran yang luar biasa sederhana namun dalam maknanya: rezeki yang sederhana jika disyukuri dan dibagikan, akan terasa berlimpah.

Dukungan dan kepercayaan dari pimpinan pun bukan sekadar bantuan materi, melainkan dorongan agar kemandirian dan kebaikan terus berjalan beriringan.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang sering kali melupakan hal-hal kecil yang bermakna, sosok Pak Agus mengingatkan kita: kebaikan tidak harus dimulai dari hal yang besar.

Satu mangkuk soto, satu hari kebaikan, satu hati yang ikhlas — itu pun sudah cukup untuk membuat dunia sedikit lebih baik.

Terima kasih, Pak Agus. Semoga kebaikan yang Bapak tanam setiap Jumat Legi senantiasa dibalas dengan keberkahan yang berlipat ganda.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Praktek Goreng Saham, OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun kepada DSSA, BREN dan CUAN

17 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Trending di News