Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Menelisik Akar Terorisme (70): KKK Punya 4 Juta Anggota

badge-check

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Hadi S. Purwanto

KREDONEWS.COM —  Pada tahun film klasik Griffith muncul, seorang yang rasis mencium adanya angin reaksi lalu melawan pengaruh-pengaruh aneh itu lalu memutuskan menjadi Jenderal Forrest kedua demi kepentingan masyarakat Selatan Lama.

William Joseph Simmons dari Alabama, yang pernah menjadi tentara dan menteri serta pedagang kaos kaki menjadi seorang penggabung kenamaan.

Dia menjadi anggota dari sekitar lima belas organisasi persaudaraan, termasuk Masons. ‘Saya percaya pada orde-orde persaudaraan dan relasi antarmanusianya,’ ujarnya, ‘dalam persaudaraan sebagai bangsa.’

Atas nama persaudaraan rakyat Amerika Protestan kulit putih melawan meningkatnya kalangan kulit berwarna dan Katolik serta Yahudi dan kaum imigran dari Eropa Selatan, Simmon pun melakukan aksinya.

Pada suatu malam pada tahun 1915, bersama lima belas pengikutnya, dia mendaki puncak Gunung Stone dekat Atlanta; membakar salib yang dilukiskan sedang marah di samping altar batu kasar tempat diletakan bendera Amerika, Alkitab terbuka, sebuah pedang serta sebuah botol air yang diyakini dari sungai suci.

Di sanalah, Simmons memaklumkan diri sebagai Grand Wizzard dari Ku Klux Klan yang kembali bangkit dan menerapkan sumpah bersatu atas para muridnya yang berlutut, yang diangkat sebagai Knight (Ksatria) dari Kekaisaran Yang Tidak Terlihat yang baru.

Namun Simmons gagal sebagai organisatoris dan pedagang; Kaisar di Eropa nampak lebih sebagai musuh penting dibanding sebagai mahluk asing di negeri sendiri.

Simon nyaring menghancurkan dirinya ketika menarik perhatian beberapa ribu anggota untuk mengawali kebangkitan Klan. Tetapi ketika dia berada pada titik kehancuran, dia menemui dua pedagang kebencian yang paling berhasil.

Edward Young Clark dan istri simpanannya, Elizabeth Tyler, yang mengelola sebuah bisnis hubungan masyarakat dan promosi bernama Southern Publicity Association.

Mereka mengumpulkan dana bagi Young Men’s Christian Association (Asosiasi Anak Muda Kristen) serta Salvation Army (Bala Keselamatan); namun menetapkan bahwa keuntungan sikap fanatic mungkin jauh melebihi keuntungan dari kelompok persaudaraan.

Ketika bertemu Simmons pada tahun 1920, Clarke pun menandatangani kontrak dan berdasarkan kontrak itu pula, Sang Grand Wizzard tetap menjadi figur kebangkitan Klan, sementara Clarke-Tyler turut terlibat melakukan perekrutan anggota baru dan mengeruk dompet dari Knights of the Invincible Empire (Ksatria Kekaisaran Yang Tak Terlihat).

Bersamaan dengan penjualan tergesa-gesa pakaian para anggota persaudaraan Klan yang gelisah bagai bendera Amerika selama Perang Dunia I, jumlah keanggotaan Klan pun meledak berkembang.

Jika sebelum 1921, dia hanya beranggotakan 100.000 orang, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 4 juta anggota pada masa tiga tahun berikutnya.

Gerakan itu memanfaatkan ketakutan khayalan yang melanda kota-kota kecil Selatan dan Barat sehingga bisa mendapatkan pengikut di pedesaan Utara.

Keberhasilan terpenting perekrutan Klan, yang pernah disaksikan Clarke dan Tyler dijadikan metode memperdayai orang picik yang menghamba pada kaum berada untuk bergabung dalam persaudaraan mengubah tujuan Klan.

Dari lembaga pengumpulan dana, ia berubah menjadi kekuatan politis dalam banyak negara bagian dan dalam partai Demokrat.

Ketika anggotanya berjumlah jutaan, organisasi itu diubah menjadi ancaman nasional terhadap demokrasi, sementara Klan pertama hanya melakukan tindakan subversif terhadap pemerintahan popular di Selatan.

Klan kedua membuatnya tidak banyak berarti, jika sebuah kelompok pemberontak yang secara politis dipimpin oleh dokter gigi bodoh, Hiram Wesley Evans, tidak merebut kekuasaan atas masyarakat rahasia.

Simmons pun kala itu diangkat sebagai sekretaris nasional, atau Imperial Kligrapp orde itu. Meski demikian, Evans mendapat cukup banyak dukungan dari antara para pemimpin Klan sehingga Simmons tidak punya kekuasaan sama sekali.

Ia sekadar Kaisar Klan. Sekaligus sebagai salah satu cara untuk mendorong keluar Clarke dan Tyler dari kekuasaan mereka.

Bagaimanapun, kedua orang itu ditemukan separuh telanjang dan mabuk bersama sehingga dituduh berperilaku tidak senonoh.

Evans mengorganisasikan Klan sebagai kelompok kekuatan politis di dalam Partai Demokrat Selatan.

Para calon Klan meraih kursi Senat Amerika Serikat serta jabatan gubernur beberapa negara bagian. (Bersambung).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Diduga Bakar Lahan 800 M2, Warga Bareng Tangkap Pengamen dan Diikat di Tiang Listrik

19 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Kapolres Jombang Pantau Langsung Ketersediaan BBM di SPBU

19 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Kapolres Jombang, AKBP Yanto Mulyanto saat memantau langsung ketersediaan BBM di salah satu SPBU

Jombang Bersarung Empat Hari 19-22 Oktober, Peringati Hari Santri

19 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Empat Suporter PSS Sleman Tewas Kecelakaan di Tol Madiun

19 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Arab Saudi Umumkan Perpanjangan Penutupan Bandara Riyadh

19 Oktober 2026 - 00:09 WIB

Damkar Bergerak Lagi Atasi Kebakaran Usaha Sol Sepatu Karobelah Mojoagung

18 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Parade Ikonic Baskara RCC 2026, Warsubi Target Masuk KEN Pariwisata

18 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Prajurit TMMD 130 Jombang, Juga Terlibat Bantu Petani Desa Klitih Panen Cabai

18 Oktober 2026 - 18:13 WIB

PMI Warga Jombang Meninggal Dunia di Warsawa Polandia, Jenazah Terancam Dikremasi

18 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Trending di News