Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Tak Cukup Maaf, Abdullah Minta Keadilan Bagi Sudrajat

badge-check


					Tak Cukup Maaf, Abdullah Minta Keadilan Bagi Sudrajat Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA – Abdullah, Anggota Komisi III DPR RI, menegaskan bahwa kasus fitnah terhadap Sudrajat, pedagang es gabus, tidak bisa selesai hanya dengan kata maaf. Tuduhan salah mengenai bahan baku yang menghancurkan martabat korban harus dibayar dengan keadilan nyata.

“Saya menilai penyelesaian kasus Pak Sudrajat tidak cukup hanya dengan permintaan maaf.” ujar Abdullah di Jakarta. Ia khawatir jika dibiarkan, rakyat kecil akan terus menjadi korban arogansi tanpa ada pembelaan hukum.

Abdullah mendesak pimpinan Polri dan TNI untuk memberikan sanksi etik serta disiplin yang keras bagi oknum terlibat. Ia juga mendorong lembaga bantuan hukum membantu korban menuntut ganti rugi secara pidana.

“Harus ada bentuk tanggung jawab negara atas perbuatan oknum aparat yang melanggar ketentuan hukum. Ini penting untuk memulihkan harkat dan martabat Pak Suderajat sebagai warga negara,” tegasnya. Baginya, aparat di lapangan wajib dibekali pemahaman HAM agar tidak menyalahgunakan wewenang.

“Peningkatan kapasitas dan pemahaman hukum aparat di tingkat bawah sangat penting agar kehadiran negara benar-benar menjadi pelindung, bukan justru menakutkan rakyat,” tambahnya.

Kekerasan fisik dan mental yang dialami Sudrajat di Kemayoran meninggalkan trauma mendalam. Ia masih ingat jelas bagaimana dirinya diperlakukan kasar saat itu.

“Begini, dia (aparat) beli es kue (es gabus). Kata polisi, ‘Bang es kue, Bang, beli empat.’ Terus dibejek-bejek, terus dilempar kena saya es kuenya,” tuturnya sedih.

Meski sudah mencoba menjelaskan bahwa dagangannya aman, ia justru mendapat kekerasan fisik dari oknum tersebut. “Saya ditonjok, ditendang pakai sepatu bot (boots). Ditendang. Saya sampai terpental ditendang. Enggak ada minta maaf sama sekali semuanya, enggak ada,” jelas Sudrajat.

Saat kejadian, ia sempat membela diri dengan berkata, “Bukan kayak kapas bedak, ini es asli, es kue,” namun tetap tidak dihiraukan.

Meski video permintaan maaf dari Babinsa Serda Heri dan Babinkamtibnas Ikhwan Mulachela sudah beredar, tuntutan akan sanksi tegas tetap bergulir demi menjaga nama baik institusi.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perlawanan/ Eksepsi atas Dugaan Penipuan Rp5 Miliar, Tuding Dakwaan Jaksa Kabur dan Minta Hakim Bebaskan Terdakwa

6 Juli 2026 - 22:43 WIB

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

1 Juli 2026 - 13:55 WIB

Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi Bertangan Dewa

29 Juni 2026 - 16:19 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur, Polresta Sidoarjo Diancam Didemo

9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kuasa Hukum Dua Rekanan Kirim Surat ke Perumda Delta Tirta Harus Bayar Tagihan Rp 1,4 Miliar Sesuai Perintah Hakim Kasasi MA

6 Juni 2026 - 18:56 WIB

Ketika Rumah Kebudayaan Menjadi Arena Perebutan Panggung

11 Mei 2026 - 18:17 WIB

Bupati Fandi Ahmad Yani Beri Sangu Obat dan Vitamin untuk Ratusan Jamaah Haji Asal Kabupaten Gresik

3 Mei 2026 - 19:26 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

Trending di Headline