Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Nany Widjaja Laporkan Penyidik Polda Jatim ke Propam Mabes Polri

badge-check


					Kuasa hukum Nany Widjaja, Billy Handiwiyanto (tengah) memberikan keterangan pers, Rabu (9/7/2025).
© KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL Perbesar

Kuasa hukum Nany Widjaja, Billy Handiwiyanto (tengah) memberikan keterangan pers, Rabu (9/7/2025). © KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Mantan Direktur Jawa Pos, Nany Widjaja, melaporkan penyidik Polda Jatim ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.

Langkah ini diambil sebagai buntut dari penetapan status tersangka yang dialaminya.

Kuasa hukum Nany, Billy Handiwiyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat laporan kepada Propam Mabes Polri.

Laporan tersebut ditujukan kepada penyidik Polda Jatim yang diduga telah melanggar kode etik dalam proses penanganan perkara penetapan tersangka.

Sebelumnya, Polda Jatim melalui surat nomor B/1424/SP2HP-8/VII/RES.1.9./2025/Ditreskrimum, telah menetapkan Nany Widjaja sebagai tersangka dalam dugaan kasus pemalsuan surat atau penggelapan.

Baca juga: Selain Dahlan Iskan, Eks Direktur Jawa Pos Nany Widjaja juga Belum Terima Pemberitahuan Tersangka dari Polisi

Selain Nany, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

“Kami bersurat ke Propam Mabes Polri untuk melaporkan adanya dugaan pelanggaran kode etik terhadap penyidik dalam proses penyidikan ini,” ungkap Billy saat dikonfirmasi pada Jumat (11/7/2025).

Billy menjelaskan bahwa pihaknya menduga penyidik Ditreskrimum Polda Jatim telah mengabaikan rekomendasi gelar perkara dari Mabes Polri.

Rekomendasi tersebut menyarankan agar penyidik memeriksa sejumlah pihak, termasuk Nany dan Dahlan Iskan, yang saat itu masih berstatus sebagai saksi.

“Tapi faktanya, Pak Dahlan belum selesai diperiksa, kok tiba-tiba langsung dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Padahal harusnya diperiksa dulu sesuai rekomendasi,” tegasnya.

Laporan tersebut dilayangkan pihak Nany pada Selasa (8/7/2025), setelah beredarnya pemberitaan mengenai penetapan tersangka terhadap Nany dan Dahlan Iskan.

Baca juga: Teka-teki Status Hukum Dahlan Iskan dalam Kasus Penggelapan di Polda Jatim

“Belum ada penetapan resmi, kami belum terima surat. Tapi kok sudah dipublikasi di media. Itu yang menjadi salah satu alasan kami melapor ke Propam,” ucapnya.

Pihak Nany berharap laporan yang diajukan ke Propam Mabes Polri dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Intinya kami pasti mengikuti prosedur hukum. Soal benar atau tidaknya status tersangka, semua ada mekanismenya.”

“Kami menaati mekanisme hukum. Tetapi harapan kami, tolong penyidik juga menaati mekanisme hukum,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga BBM Pertamax Diramal Naik Rp300—Rp550 pada September 2026

31 Agustus 2026 - 19:05 WIB

IDI Usul ke Menkes Standar Gaji Dokter hingga Rp110 Juta

31 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Komdigi Larang Sisa Kuota Internet Hangus, Tetapkan Tanggal Berlaku

31 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

30 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Cuaca Panas di Sidoarjo Belum Reda, Musim Hujan Datang Akhir Oktober

30 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Rayakan Anniversary, PT Surya Sarana Sentosa Berbagi ke Anak Yatim dan Dukung Program Prabowo

29 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Modal Pengalaman 3 Tahun di Ditlantas Polda Jatim, AKP Septia Resmi Jabat Kasatlantas Kediri Kota

28 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Honda Surabaya Center Incar 120 SPK di GIIAS Surabaya 2026

27 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Pasar Mi Instan Indonesia Susut 14,54 Miliar Porsi

27 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Trending di Nasional