Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Polisi Geledah Kafe Milik Jampidsus Febrie Ardiansyah, Temukan Brankas Berisi Uang Rp67 Miliar

badge-check


					Bukan penggeledahan biasa, Polisi mengerahkan pasukan brimob dan rantis saat menggeledah kafe diduga milik Jampidus Febrie Ardiansyah, Rabh, 8 Juli 2026. Foto: ist Perbesar

Bukan penggeledahan biasa, Polisi mengerahkan pasukan brimob dan rantis saat menggeledah kafe diduga milik Jampidus Febrie Ardiansyah, Rabh, 8 Juli 2026. Foto: ist

Penulis: Yusran Hakim. |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA — Suasana mirip akan terjadi perang, puluhan hingga ratusan petugas kepolisian dari brimob berhadapan dengan pasukan TNI yang berjaga di kawasan Cipete, Jakarta, sejak siang hingga Rabu malam, 8 Juli 2026.

Tampak tim gabungan Korps Penyidikan Tindak Pidana Khusus (Kortastipidkor) Mabes Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah serentak dua lokasi di kawasan Cipete Raya, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Operasi ini mengungkap brankas raksasa yang sengaja disembunyikan di balik tembok Kafe de’Clan Signature serta bukti aliran dana di money changer tetangga, dengan total aset tunai yang diamankan mencapai sekitar Rp67,2 miliar.

Pengungkapan ini menjadi bukti kunci dalam penelusuran tiga klaster dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang skala nasional.

Kepala Kortastipidkor Polri, Irjen Pol. Totok Suharyanto, memimpin langsung pemeriksaan di lokasi.

Ia menjelaskan tim menemukan brankas ukuran besar yang tertutup rapat oleh lemari pajangan di lantai dua kafe, sehingga tidak terlihat oleh pengunjung maupun petugas yang datang sebelumnya.

Berisi Dolar

“Di dalam brankas tersebut ditemukan tumpukan uang tunai mata uang asing: 3.130.000 Dolar Singapura, 889.965 Dolar Amerika Serikat, serta uang rupiah sebesar Rp259,15 juta. Jika dikonversi dengan kurs acuan Bank Indonesia hari ini, nilainya mendekati Rp60 miliar,” ujarnya di hadapan awak media.

Penggeledahan berlanjut ke Point Money Changer yang berjarak hanya beberapa puluh meter dari kafe.

Di lokasi kedua ini, petugas menyita valas dan dokumen transaksi yang tidak sesuai catatan resmi, dengan nilai estimasi sekitar Rp7,2 miliar.

Sehingga total keseluruhan uang tunai yang diamankan dari kedua lokasi mencapai Rp67,2 miliar.

“Angka ini adalah hitungan awal. Kami masih memverifikasi rincian dan menelusuri jejak asal usul seluruh dana tersebut,” tambah Irjen Totok.

Tindak Lanjut
Operasi ini merupakan tindak lanjut dari penyelidikan yang telah berjalan selama setahun lebih, terkait tiga kasus besar yang saling berkaitan:

  • Pertama dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PLN yang memicu pemadaman listrik massal di berbagai wilayah;
  • Kedua penyimpangan pengelolaan dana PT Asabri periode 2020–2025;
  • Ketiga dugaan korupsi dan pencucian uang dalam penyelesaian utang terkait Krakatau Steel.

Kasus Ferry Yanto

Keterkaitan lokasi ini bermula dari penangkapan Ferry Yanto Hongkiriwang pada 28 Juli 2025.

Saat itu ia ditetapkan tersangka atas dugaan penculikan, penganiayaan, dan penghalang penyidikan terhadap anggota Densus 88 yang sedang melakukan pengawasan.

Ferry Yanto diketahui sebagai pengelola operasional harian Kafe de’Clan Signature serta orang kepercayaan yang mengurus aset terkait Febrie Ardiansyah, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung.

Selain Ferry Yanto, nama lain yang tercatat dalam administrasi badan usaha adalah Don Ritto Amin (sering disapa Pak Idon) dan Nurman Herin sebagai pendiri serta pengurus awal PT Declan Kulinari Nusantara yang menaungi kafe tersebut.

Penyelidikan selama setahun terakhir sempat terhambat persoalan wewenang, namun tim diam‑diam melacak jejak transaksi, dokumen kepemilikan, dan struktur aliran dana hingga menemukan bukti kuat ada brankas tersembunyi serta peran money changer sebagai jalur penukaran valas yang tidak tercatat resmi.

Rumah Dijaga TNI

Hingga kini, Febrie Ardiansyah belum ditetapkan tersangka, namun namanya menjadi fokus penelusuran keterkaitan aset.

Pihak Kejaksaan Agung maupun perwakilan Febrie Ardiansyah belum memberikan tanggapan resmi terkait penggeledahan ini.

Selain dua lokasi di Cipete, tim juga melakukan penggeledahan di enam titik lain di wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya.

Petugas menegaskan proses hukum berjalan sesuai prosedur dan prinsip adil, tanpa melihat jabatan atau kedudukan pihak terkait.

“Kami akan telusuri seluruh aliran dana, mulai dari sumber hasil kejahatan, jalur penukaran, hingga tempat penyimpanan akhir. Aset negara yang dirugikan akan kami pulihkan sepenuhnya,” tegas Irjen Totok.

Hasil verifikasi akhir serta kemungkinan penetapan tersangka baru akan diumumkan secara bertahap setelah berkas perkara lengkap.

Hingga Rabu malam, rumah kediaman Febrie Ardiansyah mendapat penjagaan ketat pasukan TNI beragam dengan senjata lengkap. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

63 Siswa SMA dan SD di Konawe Keracunan MBG, Korban Dirawat Puskesmas Angata

14 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (68): 550.000 Penunggang Kuda Berwajah Pucat

14 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Kapal Turis KM Feronia Terbalik Dihantam Ombak, 29 Orang Selamat Veronica Beatrix Hilang

14 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Polisi Bersama Petani Desa Cek Pertanian Jagung

14 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Sampan Angkut 37 Siswa Patah di Mentawai, Berhasil Selamat Ditolong Nelayan Sedang Lewat

14 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Trending di News