Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Penyebab Harga Ayam dan Telur di Peternak Loyo

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarmaman| Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Harga ayam dan telur di tingkat peternak anjlok di bawah harga pokok produksi (HPP). Kementerian Pertanian (Kementan) pun mengungkapkan penyebabnya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Agung Suganda mengatakan fluktuasi harga ini merupakan dampak langsung dari ketidakseimbangan antara ketersediaan (supply) dan permintaan (demand) di lapangan.

“Terkait dengan penurunan harga tentu ini terkait suplai dan demand, dan banyak juga penyebabnya, tetapi keseimbangan suplai dan demand ini yang terganggu, sehingga pada saat supply melimpah, demand-nya turun. Tentu itu harganya juga menjadi turun,” ujar Agung dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026).

Ia menegaskan, kondisi harga yang berada di bawah HPP saat ini menjadi perhatian serius pemerintah. Jika dibiarkan, peternak tidak akan bisa menjalankan usahanya secara berkelanjutan yang dapat berdampak pada produksi.

“Harga di tingkat peternak itu tidak terlalu jauh dari HAP, tetapi juga tidak lebih rendah dari HPP. Karena nanti kalau lebih rendah dari seperti sekarang, peternak kita tidak bisa berkelanjutan, dan produksi kita juga terancam. Ini yang harus kita jaga. Jadi banyak faktor penyebabnya dari sisi produksi maupun sisi demand,” jelas Agung.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyoroti faktor baru yang turut memengaruhi pola permintaan, salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menjelaskan program menjadi emerging market yang sangat potensial untuk menyerap produksi ayam dan telur. Dampak positifnya, yakni adanya peningkatan produksi di peternak, bahkan muncul peternak baru.

“Bahkan juga menumbuhkan peternak-peternak baru. Ini cuma saya tadi salah satu rekomendasi dari rapat ini, kita ingin bagaimana peternak kita ini menyesuaikan juga kalendernya itu sama dengan kalender anak sekolah. Karena memang ini MBG ini besar,” beber Sudaryono.

Menurut Sudaryono, fenomena libur sekolah ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk mengatur ritme produksi. Pemerintah berkomitmen untuk terus belajar dari dinamika ini agar ke depan bisa lebih responsif terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat, sehingga harga di tingkat peternak tetap terjaga dan menguntungkan.

“Ini kan sekarang ini salah satunya mungkin nambah ya, karena MBG tiga minggu, anak sekolah yang libur. Nah karena libur, ada lah gitu. Nah ini kita ingin, ini kan kondisi baru ya belum pernah terjadi sebelumnya, dan kita Insyaallah kita belajar dari kondisi ini,” jelasnya.

Sebelumnya, harga ayam di kandang terjun bebas ke angka Rp 13.000/kilogram (kg). Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengungkapkan, penurunan ini telah berlangsung sejak April 2026, di mana penurunannya sempat di angka Rp 18.000/kg.

Padahal harga pokok produksi (HPP) telah naik ke angka Rp 22.000-23.000/kg. Kondisi ini terjadi karena kenaikan sejumlah bahan pokok produksi.

“Ini sudah jadi musibah bagi peternak Rp 15.000/kg. Di Jabar (Jawa Barat) sudah Rp 13.000-14.000/kg. Terburuk ini,” kata Peternak dari Permindo Asep Saepudin, saat dihubungi, Sabtu (27/6/2026).****

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pegawai Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Digaji Rp76.000, Menteri Buka Suara

15 Juli 2026 - 20:11 WIB

Komdigi Temukan Ribuan Rekening Bank & Akun E-Wallet Terindikasi Judi Online, BCA Terbanyak

15 Juli 2026 - 19:47 WIB

Bupati Gresik Pulangkan.Puluhan Anak Pekerja Migran di Malaysia

14 Juli 2026 - 10:52 WIB

Babak Baru Kasus Penipuan PPPK Pemkab Gresik, Staf Dinas PMD Jadi Tersangka

14 Juli 2026 - 09:54 WIB

Jangan Panik! Beras Anda Aman dari Kutu dengan Trik Sederhana

13 Juli 2026 - 20:22 WIB

Daftar Harga BBM di SPBU Pertamina, BP, Shell, dan VIVO

13 Juli 2026 - 20:07 WIB

5 Kereta Api Ini Menjalani Relasi Terjauh di Indonesia

12 Juli 2026 - 19:05 WIB

Langkah-Langkah Menjaga Kesehatan di tengah Fenomena El Nino

12 Juli 2026 - 18:55 WIB

600 Desa di Jatim Masih Susah Sinyal

12 Juli 2026 - 18:39 WIB

Trending di Nasional