Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Yenny Wahid Ungkap Dugaan Unsur Politik di Balik Ijin Tambang untuk Ormas

badge-check


					Yenny Wahid Ungkap Dugaan Unsur Politik di Balik Ijin Tambang untuk Ormas Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM. JOMBANG–
Polemik penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) bagi organisasi masyarakat keagamaan terus menjadi perhatian publik.

Isu ini kembali mencuat setelah putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, mengungkap adanya tekanan kuat dari seorang menteri yang dinilai memaksakan kebijakan tersebut demi kepentingan politik kelompok tertentu.

Pernyataan itu disampaikan Yenny saat menghadiri Haul ke-16 Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Kamis (18/12).

Ia memulai dengan menceritakan pengalaman diskusi tertutup bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, yang justru menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan pemberian izin tambang kepada ormas.

“Saya ditelepon oleh Pak Luhud Panjaitan lalu diajak makan siang,” ungkap Yenny saat menjelaskan awal percakapan tersebut.

Dalam pertemuan itu, Yenny mendapat informasi bahwa kebijakan IUP untuk ormas bukanlah keputusan kolektif kabinet, melainkan hasil dorongan kuat dari satu pihak tertentu.

Ia pun menanyakan secara langsung siapa aktor utama di balik kebijakan yang dianggap berisiko tersebut.

“Dikatakan ada seorang menteri yang ngotot memberikan tambang,” tegas Yenny menirukan penjelasan yang ia terima.

Lebih lanjut, Yenny menyebut dorongan tersebut diduga sarat dengan motif politik transaksional. Berdasarkan informasi yang berkembang, izin pertambangan diarahkan kepada kelompok-kelompok yang memiliki afiliasi politik dengan menteri terkait.

“Nah, ternyata sekarang ada beberapa teman-teman wartawan mengatakan bahwa menteri itu memberikan izin tambang untuk ormas-ormas keagamaan yang berafiliasi dengan partainya,” jelasnya.

Situasi ini membuat Yenny khawatir, terutama terhadap organisasi keagamaan besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), yang dinilainya berpotensi hanya dijadikan alat kepentingan politik, bukan untuk tujuan kesejahteraan umat.

“Lah ini berarti kan NU hanya dipakai sebagai alat legitimasi saja,” pungkas Yenny.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Sekolah Negeri Bakal Digratiskan, Mendikdasmen: Dimulai dari TK hingga Kuliah

23 September 2026 - 20:43 WIB

Warga RI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rp 50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T

23 September 2026 - 19:59 WIB

Pastikan Sesuai Spek, LSM Seven Gab Bersama Dinas PU Sidoarjo Pantau Proyek Jalan Bluru

23 September 2026 - 10:27 WIB

PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim Imbas Pasokan Gas Terbatas

22 September 2026 - 20:36 WIB

Pemprov Jatim Amankan 411 Aset Idle dari Ancaman Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:07 WIB

Arahan Prabowo, Bahlil Godok Strategi Konversi Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:12 WIB

Beras di Ritel Modern Kosong Imbas Fortifikasi Disetop, Mentan Buka Suara

21 September 2026 - 19:02 WIB

Trending di Nasional