Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Yenny Wahid: Agar Rakyat Sejahtera Bukan Pajak yang Dinaikkan, Ada Cara Lain

badge-check


					Yenny Wahid: Agar Rakyat Sejahtera Bukan Pajak yang Dinaikkan, Ada Cara Lain Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Aktivis dan tokoh perempuan NU, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, menyampaikan kritik sekaligus refleksi tajam mengenai strategi pemerintah dalam mensejahterakan rakyat.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada 19 Agustus 2025, Yenny menyoroti gejolak yang muncul akibat kenaikan pajak di berbagai daerah.

Ia membuka pernyataannya dengan sebuah pertanyaan mendasar: “Supaya negara makmur, pajak harus tinggi atau rendah?” Menurut Yenny, keduanya bisa menghasilkan kesejahteraan, tergantung bagaimana negara mengelolanya.

Yenny mencontohkan, di negara-negara Nordik seperti Swedia, Norwegia, dan Denmark, pajak sangat tinggi hingga hampir separuh penghasilan rakyat disetor ke negara.

Namun, rakyat di sana tetap hidup makmur. Sebaliknya, Singapura, Swiss, dan Uni Emirat Arab menetapkan pajak rendah, tetapi masyarakatnya juga sejahtera.

Menurut Yenny, ada benang merah yang membuat negara-negara tersebut sama-sama makmur, yaitu:

1. Pemerintahan yang bersih, transparan, dan tegas menegakkan hukum.

2. Pengelolaan uang rakyat efisien, tidak dihamburkan untuk fasilitas pejabat.

3. Iklim usaha dijaga agar investor percaya dan lapangan kerja tercipta.

4. Infrastruktur modern yang memperlancar roda ekonomi.

5. Jaminan sosial yang memberi rasa aman bagi rakyat.

6. Prioritas pada pendidikan dan pengembangan SDM.

“Kesimpulannya, yang bikin makmur bukan pajak tinggi, tapi bagaimana uang rakyat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” tegas Yenny dalam unggahannya.

Namun Yenny Wahid saat ditanya netizen di kolom komentar pilih mana pajak tinggi atau rendah?. Yenny menjawab dengan tegas, “Pajak rendah karena rakyat sedang susah.” Kemudian ia sambil menutup videonya dengan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-80.

Pernyataan Yenny ini langsung menuai respons beragam dari publik. Banyak yang menganggap kritiknya sebagai suara jernih di tengah hiruk pikuk kebijakan, sekaligus pengingat bahwa kesejahteraan rakyat sejatinya lahir dari pemerintahan yang bersih dan berpihak.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polisi Geledah Kafe Milik Jampidsus Agung Muda Febrie Ardiansyah, Temukan Brankas Berisi Uang Rp67 Miliar

8 Juli 2026 - 22:35 WIB

Kejati Kaltim Tahan Tujuh Tersangka Sita Uang Tunai Rp701,6 M, Kasus Tambang PT JMB

8 Juli 2026 - 18:02 WIB

Terjadi 2020-2025, Kelebihan Bayar Tunjangan Rp89,7 Miliar kepada 2.847 Guru Kutai Kartanegara

8 Juli 2026 - 16:24 WIB

Laka Beruntun Libatkan Tiga Motor, Empat Orang Terluka Termasuk Bocah 7 Tahun

8 Juli 2026 - 14:20 WIB

PM Modi Ucapkan Mantra Om Nimah Shivaya, Teken Prasasti Bersama Probowo Lestarikan Candi Prambanan

8 Juli 2026 - 13:39 WIB

Atraksi 8.000 Drone: Terima Kasih No. 7 dari Madeira untuk Dunia

8 Juli 2026 - 12:12 WIB

Pemerintah Serahkan Surat Keputusan Penetapan 13 Juli sebagai Hari Kepercaan kepada Tuhan Yang Mahaesa

8 Juli 2026 - 10:31 WIB

Pengacara Keluarga Korban: Sayembara Berhadiah Rp20 Juta untuk Mencari Erlan

8 Juli 2026 - 09:44 WIB

Presiden Prabowo Suguhi Anglung untuk Sahabatnya PM Modi: Muncullah Alunan Kuch Kuch Hota Hai!

8 Juli 2026 - 08:59 WIB

Trending di News