Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

SAR Temukan Jasad Rifki Yudha Siswa SMPN 7 Mojokerto di Pantai Drini

badge-check


					Petugas SAR dan aparat setempat telah berhasil menemukan jasad Rifki Yudha, 13, siswa SMN7 Mojokerto yang tenggelam bersama 13 temannya, saat outing class di pantai Drini, Gunungkidul Yogyakarta. Foto: freedompublic.com Perbesar

Petugas SAR dan aparat setempat telah berhasil menemukan jasad Rifki Yudha, 13, siswa SMN7 Mojokerto yang tenggelam bersama 13 temannya, saat outing class di pantai Drini, Gunungkidul Yogyakarta. Foto: freedompublic.com

Penulis: Wibisono  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MOJOKERTO – Tim SAR pantai Drini, Gunungkidul,  pada  Rabu pagi, 29 Januari 2025, telah berhasil menemukan jasad satu siswa dari SMPN 7 Mojokerto yang sebelumnya dinyatakan hilang setelah terseret ombak.

Korban yang ditemukan adalah Rifki Yudha Pratama, berusia 13 tahun, dan penemuan jasadnya terjadi sekitar pukul 07:30 WIB.

Insiden tragis ini terjadi,  Selasa, 28 Januari 2025, ketika 13 siswa dari sekolah tersebut bermain di area berbahaya di pantai.  Dari jumlah tersebut, tiga siswa ditemukan tewas sebelumnya, sementara satu siswa lainnya hilang hingga akhirnya ditemukan.

Pencarian dilakukan oleh tim SAR yang bekerja sama dengan pihak lokal dan berhasil menemukan semua korban.

Kejadian ini menjadi sorotan karena menunjukkan risiko bermain di area pantai yang memiliki arus kuat, meskipun telah ada peringatan dari petugas setempat.

Pernyataan dari tim SAR mengenai penemuan jasad Rifki Yudha Pratama, siswa SMPN 7 Mojokerto, mengungkapkan bahwa jasadnya ditemukan pada Rabu pagi, 29 Januari 2025, sekitar pukul 07:30 WIB, di kedalaman 10-15 meter dari lokasi ia terseret ombak.

Tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian menyatakan bahwa mereka berhasil menemukan korban setelah melakukan upaya intensif di area Pantai Drini,

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, juga menyampaikan bahwa penemuan ini merupakan hasil kerja keras tim dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Ia menambahkan bahwa penemuan jasad Rifki memberikan kelegaan bagi keluarga dan masyarakat yang terlibat dalam pencarian. Pihak pemerintah setempat, termasuk Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro, mengucapkan terima kasih kepada tim SAR dan relawan atas upaya mereka dalam mencari korban.

Kronologi

Kronologis insiden tenggelamnya siswa SMPN 7 Mojokerto di Pantai Drini, Gunungkidul, terjadi pada Selasa, 28 Januari 2025, dan melibatkan beberapa langkah penting sebagai berikut:

Rombongan siswa SMPN 7 Mojokerto yang terdiri dari 257 orang tiba di Pantai Drini sekitar pukul 04.00 WIB untuk kegiatan outing class. Setelah sarapan di Restoran Hutama, sebagian siswa memilih untuk bermain air di sisi barat pantai, yang dikenal dengan arus kuat dan palung berbahaya.

Saat para siswa bermain, tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret mereka ke tengah laut. Meskipun telah ada peringatan dari petugas SAR dan nelayan tentang bahaya arus balik laut (rip current), beberapa siswa tetap berada di area tersebut.

Tim SAR Linmas yang bertugas segera melakukan evakuasi menggunakan kapal jungkung. Dari insiden tersebut, sembilan siswa berhasil diselamatkan dan dibawa ke RSUD Saptosari dalam keadaan syok dan lemas akibat menelan air laut.

Sayangnya, tiga siswa ditemukan meninggal dunia setelah terjebak di palung dengan kedalaman sekitar 10 meter. Satu siswa lainnya dinyatakan hilang dan pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.

Ketiga jenazah siswa yang meninggal telah dipulangkan dan dimakamkan di kampung halaman masing-masing pada malam hari yang sama setelah proses identifikasi selesai.

Pencarian untuk satu siswa yang hilang dilanjutkan hingga Rabu pagi, 29 Januari 2025, ketika jasadnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Insiden ini menjadi perhatian serius terkait keselamatan di pantai selatan Yogyakarta, yang sering kali menghadapi kecelakaan serupa akibat bahaya arus balik laut (rip current),. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Unras di Grahadi Berujung Ricuh Malam Ini

26 Juni 2026 - 20:04 WIB

Bapanas Usul Bansos Telur dan Daging Ayam Disalurkan Lagi Imbas Harga Anjlok

26 Juni 2026 - 19:37 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

Kemenperin Panggil PT Pakerin Buntut Kabar PHK Massal 2.500 Buruh

25 Juni 2026 - 20:29 WIB

CNG Jadi Pengganti LPG 3 Kg, Mulai Diproduksi Juli

25 Juni 2026 - 20:09 WIB

Trending di Nasional