Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Pemerintah Mau Bangun KRL Surabaya-Sidoarjo, Ada Kredit Rp 4,1 T dari Jerman

badge-check


					Ilustrasi KRL Inka Perbesar

Ilustrasi KRL Inka

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kementerian Perhubungan berencana membangun jaringan kereta rel listrik (KRL) baru di jalur Surabaya-Sidoarjo sepanjang 27 Km. Nama proyeknya adalah Kereta Surabaya Regional Railway Line (SRRL).

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (LLKA) DJKA Kemenhub, Arif Anwar, mengatakan proyek ini akan dibangun di atas jalur kereta api yang sudah ada alias eksisting. Pngerjaan yang dilakukan adalah membangun jalur double track yang menghubungkan Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, menggantikan jalur single track yang saat ini masih digunakan.

Sementara untuk sumber pendanaan proyek ini, pemerintah sudah mendapatkan suntikan pinjaman atau loan financing dari Bank Pembangunan Jerman (KfW). Namun dari pinjaman yang sudah diterima ini hanya diperuntukkan pembangunan SRRL tahap satu.

“SRRL kita sudah mendapatkan loan. Ada loan agreement dengan KfW dari Jerman. SRLL ini ada di jalur eksisting, jadi pekerjaannya itu nanti adalah double track jalur eksisting dari Pasar Turi (Surabaya sampai dengan Sidoarjo,” kata Arif dalam konferensi pers di Kantor Kemenhub, Senin (15/9/2025).

“Tetapi untuk fase satu yang kita sudah mendapatkan loan-nya ini, ini dari Stasiun (Surabaya) Gubeng ya sampai dengan ke Stasiun Sidoarjo,” sambungnya.

Dalam hal ini, ia mengatakan pihaknya sudah mengamankan pinjaman sebesar US$ 250 juta atau setara dengan Rp 4,1 triliun (kurs Rp 16.400/dolar AS). Besaran dana ini hanya untuk pembangunan infrastruktur kereta seperti rel kereta baru hingga pemasangan listrik aliran atas (LAA) alias elektrifikasi.

“US$ 250 juta, semua dari Jerman. Itu kan pembangunan double track tadi ya, double track elektrifikasi, kalau untuk pola operasi nanti akan dibahas lagi. Nanti pola operasi bisa dikembangkan lebih lanjut kalau memang sudah siap,” jelasnya.

Sementara untuk target pembangunan proyek KRL Surabaya-Sidoarjo ini Arif belum bisa memastikan. Sebab penandatanganan kontrak pinjaman baru dilakukan 2025 ini, dan hingga 2026 direncanakan masih dalam tahap studi kelayakan (Feasibility Study) proyek.

Meski begitu, menurutnya untuk target operasional SRRL direncanakan mulai 2029 nanti. Meski hingga saat ini pihaknya juga belum bisa memastikan pola operasional KRL ini nantinya akan seperti apa.

“Tahun ini kan baru tandatangan kontrak, nanti tandatangan loan agreement ya. 2026 itu masih kajian dan seterusnya. Targetnya kalau nggak salah sekitar 2029,” terangnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Mentan Siapkan Rp3 T Bangun Pusat Pengembangan Bibit Ayam di Malang

13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pengusaha Buka Suara Soal Pembatasan Gas Industri

13 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Restitusi Macet Jadi Ancaman UMKM

13 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Meski Putusan MA Inkrah, Pengasuh Ponpes Mahdiy Sidoarjo Resmi Laporkan Dugaan Keterangan Palsu ke Polisi

10 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Trending di Nasional