Menu

Mode Gelap

Headline

Menggunakan Ilmu Kognitif untuk Menganalisis Kereta Cepat Whoosh, Begini Hasilnya

badge-check


					Kereta Whoosh, sumber istimewa Perbesar

Kereta Whoosh, sumber istimewa

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

MALANG, KREDONEWS.COM- Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek), Stella Christie, membagikan pandangannya mengenai isu utang proyek kereta cepat Whoosh.

Pandangan ini didasarkan pada ilmu kognitif atau cognitive science.
Saat berbicara di hadapan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia di Makassar, Prof. Stella panggilan akrabnya menyebutkan adanya satu konsep dari ilmu kognitif yang disebut frequency bias.

“Frequency bias itu orang pasti akan memikirkan atau mengambil keputusan bukan berdasarkan seluruh data yang tersedia tapi data yang paling tersedia di benaknya,” jelas Wamen Stella dalam acara FLC 2025 Region 3 Kemendikti Saintek, seperti dikutip dari akun Instagram @flc_dikti.official pada Senin (17/11/2025).

Stella menekankan bahwa tujuannya bukan untuk menilai apakah Whoosh adalah proyek yang merugikan atau menguntungkan.

Ia menjelaskan bahwa hal-hal yang paling kita baca atau lihat di media sosial adalah yang paling terbayang di pikiran kita pada suatu waktu. Stella kemudian mengingatkan, “Kalau kita hanya analisa setengah-setengah, itu akan mendapatkan kesimpulan yang salah.”

Setelah itu, ia melakukan pencarian di internet untuk menganalisis keuntungan dari Whoosh dan menemukan tiga aspek utama:

1. Dampak pada Ekonomi

Stella mengungkapkan adanya sebuah riset yang meneliti dampak ekonomi dari keberadaan Whoosh.

“Selama masa konstruksi, belum jadi (total), 40.000 lapangan kerja (tercipta),” kata Stella. Selain itu, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia juga naik sekitar 0,4 persen saat itu.

Diproyeksikan bahwa pendapatan di wilayah Jakarta, Karawang, dan Bandung juga akan mengalami kenaikan, diperkirakan antara 12 hingga 18 persen.

2. Dampak pada Kesehatan

Untuk menelaah efek Whoosh terhadap kesehatan, Stella menganalisis proyek kereta cepat yang mirip, yaitu jalur Beijing-Shanghai yang sudah beroperasi sejak tahun 2011.

Dari hasil analisis, “Hemat biaya kesehatan hingga Rp 48,9 triliun dalam satu tahun,” ungkap Stella.

Penghematan di China ini terjadi karena kereta cepat mampu mengurangi polusi udara. Ia merinci, “6,2 persen reduction atau reduksi di particulate matter yang diturunkan hanya enam bulan setelah pembukaan,”.

Data tambahan menunjukkan bahwa aerosol optical depth atau tingkat polusi turun sebesar 9,7 persen. “Dampaknya kalau diubah ke jumlah orang, ini menyelamatkan 3.800 jiwa, mengurangi 45,9 juta hari sakit. Itu berarti dampak ekonomi langsung,” tambahnya.

Mengacu pada kereta cepat Beijing-Shanghai, ia menyimpulkan, “Total manfaatnya ini peningkatan kualitas udara mencapai Rp 48,9 triliun.”

3. Dampak pada Kebahagiaan

Aspek ketiga adalah penurunan waktu tempuh perjalanan antara Jakarta dan Bandung, yang berkurang sekitar 82 persen.

Wamendikti Saintek ini menyampaikan, “Ini ada paper-nya, High Speed Rail and Happiness, jadi mereka melakukan studi.” Penelitian tersebut menghasilkan nilai koefisien efek sebesar 0,076.

Dari studi tersebut, ia menerangkan, “Efek kereta cepat, kebahagiaan itu bisa dihitung sekitar Rp 21.664.000 per orang per tahun. Emang agak lucu ya kebahagiaan bisa dihitung pakai uang,” jelasnya.

Terakhir, Stella berpesan kepada mahasiswa agar selalu cerdas dalam menganalisis suatu masalah secara menyeluruh dan tidak sepotong-sepotong.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketika Rumah Kebudayaan Menjadi Arena Perebutan Panggung

11 Mei 2026 - 18:17 WIB

Bupati Fandi Ahmad Yani Beri Sangu Obat dan Vitamin untuk Ratusan Jamaah Haji Asal Kabupaten Gresik

3 Mei 2026 - 19:26 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

GAAN Soroti Peredaran dan penyalahgunaan Narkoba Makin Mengkhawatirkan

2 April 2026 - 18:56 WIB

Jadwal Acara Film Televisi Nasional Kamis 2 Maret 2026 ada Hellboy hingga Bioskop Trans TV

2 April 2026 - 10:44 WIB

KPJ Borong Healthcare Asia Awards 2026

1 April 2026 - 10:52 WIB

Fadia Arafiq Keruk Uang APBD Pekalongan Rp 46 M, Menangkan Proyek untuk PT Miliknya Sendiri

4 Maret 2026 - 19:06 WIB

Trending di Headline