Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Menggeser Drakor, Bisnis Drama China 2025 Meraup Rp 156 Triliun Naik 34 Persen

badge-check


					Sungguh menakjubkan perkembangan pengaruh Dracin (Drama) China dalam bisnis video, bahkan melempar jauh keunggulan Drakor (Drama Korea) pad atahun 2025 ini. Foto: Instagram@ngomonginuang Perbesar

Sungguh menakjubkan perkembangan pengaruh Dracin (Drama) China dalam bisnis video, bahkan melempar jauh keunggulan Drakor (Drama Korea) pad atahun 2025 ini. Foto: Instagram@ngomonginuang

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Berdasarkan laporan Media Partners Asia (MPA) tahun 2025, industri micro drama di China meraih pendapatan sekitar Rp 156,06 triliun (setara USD 9,4 miliar). Pendapatan ini menunjukkan lonjakan besar dari tahun-tahun sebelumnya dan menegaskan posisi China sebagai pasar micro drama terbesar di dunia.

Pada tahun 2025, pendapatan industri micro drama China mencapai sekitar Rp 156 triliun (USD 9,4 miliar), meningkat dari Rp 116,2 triliun (USD 7 miliar) pada tahun 2024. Ini berarti ada kenaikan pendapatan sebesar sekitar Rp 39,8 triliun atau sebesar 34,3% dibandingkan tahun 2024.

Persentase lonjakan pendapatan ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dalam waktu hanya satu tahun, yang memperkuat dominasi China di pasar micro drama global dan mencerminkan tingginya permintaan serta ekspansi platform micro drama di negara tersebut.

Industri ini didukung oleh delapan platform besar yang aktif beriklan dan mengadaptasi konten untuk konsumsi ponsel dengan durasi singkat dan format vertikal. Selain itu, teknologi AI digunakan untuk pengembangan konten yang dapat viral secara cepat.

Untuk tahun 2025, pendapatan micro drama di Jepang tercatat sekitar Rp 4,42 triliun (USD 267 juta), sedangkan Korea memperoleh sekitar Rp 1,82 triliun (USD 109 juta). Proyeksi ke depan menunjukkan pertumbuhan signifikan juga di Jepang dan Korea, namun masih jauh di bawah skala pasar China saat ini.

Dengan demikian, data lengkap untuk tahun 2025 adalah:

  • China: Rp 156,06 triliun

  • Jepang: Rp 4,42 triliun

  • Korea: Rp 1,82 triliun

Industri micro drama ini terus tumbuh cepat dan menjadi pilar penting dalam ekosistem hiburan digital di Asia, terutama China yang memimpin dengan pangsa pasar terbesar dan penggunaan teknologi tinggi dalam produksinya.​

China paling unggul dalam industri micro drama karena beberapa faktor utama:
  1. Pertumbuhan Pendapatan dan Pasar Besar
    Industri micro drama China mencapai pendapatan sekitar Rp 156 triliun (USD 9,4 miliar) pada 2025, meningkat tajam dari tahun-tahun sebelumnya, dengan proyeksi terus tumbuh hingga USD 16,2 miliar pada 2030. Pasarnya sangat besar dengan penonton mencapai lebih dari 830 juta orang, dimana sekitar 60% dari mereka melakukan transaksi atau pembayaran untuk konten tersebut. Ini menjadikan micro drama sebagai pilar utama hiburan digital China.​

  2. Platform Besar dan Strategi Pemasaran
    Terdapat delapan platform besar aktif di China seperti DramaBox, DramaWave, FlickReels, dan lainnya yang agresif beriklan dan memasarkan konten mereka melalui media sosial, sehingga menjangkau pasar yang luas dan spesifik. Mereka juga mengembangkan aplikasi khusus micro drama terpisah dari video berdurasi panjang, yang memudahkan konsumsi konten berdurasi singkat melalui perangkat ponsel.​

  3. Format dan Konsumsi Adaptif
    Micro drama di China dirancang khusus untuk format vertikal dan durasi 1-5 menit per episode, dengan puluhan hingga ratusan episode dalam satu seri. Format ini sangat cocok dengan kebiasaan konsumsi media digital modern, memberikan pengalaman tontonan yang singkat, padat, dan sangat cocok untuk konsumsi ponsel.​

  4. Pemanfaatan Teknologi AI
    China juga memanfaatkan teknologi AI untuk berbagai aspek produksi micro drama, seperti rekomendasi konten, pembuatan alur cerita bercabang, dan viralisasi konten. Ini meningkatkan efisiensi produksi dan keterlibatan penonton, memberi keunggulan kompetitif teknologi dalam industri hiburan digital.​

Secara keseluruhan, kombinasi pasar besar, platform yang agresif dan inovatif, format yang sangat sesuai dengan gaya konsumsi digital modern, serta pemanfaatan teknologi canggih membuat China unggul jauh dibanding Jepang dan Korea di industri micro drama tahun 2025.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Unras di Grahadi Berujung Ricuh Malam Ini

26 Juni 2026 - 20:04 WIB

Bapanas Usul Bansos Telur dan Daging Ayam Disalurkan Lagi Imbas Harga Anjlok

26 Juni 2026 - 19:37 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

Kemenperin Panggil PT Pakerin Buntut Kabar PHK Massal 2.500 Buruh

25 Juni 2026 - 20:29 WIB

CNG Jadi Pengganti LPG 3 Kg, Mulai Diproduksi Juli

25 Juni 2026 - 20:09 WIB

Pemerintah Sepakat Tetapkan Maksimal 40 Tahun Tenor KPR untuk MBR

25 Juni 2026 - 19:45 WIB

Trending di Nasional