Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Maribati Duha Menang di MK: Pasal 251 KUHD Inkonstitusional, Perusahaan Asuransi Wajib Bayar Klaim Pemegang Polis

badge-check


					Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono meminta kepada pihak terkait termasuk asosiasi, stakeholder, industri, dan publik untuk memperbaiki serta memperjelas dokumen perjanjian polis asuransi meres[pon keputusan MK, 7 Januari 2025. Foto: antaranews.com

Perbesar

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono meminta kepada pihak terkait termasuk asosiasi, stakeholder, industri, dan publik untuk memperbaiki serta memperjelas dokumen perjanjian polis asuransi meres[pon keputusan MK, 7 Januari 2025. Foto: antaranews.com

Penulis: Tasyafarina Libas Tirani  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Maribati Duha, warga Nias Sumatera Utara,  ahli waris dari almarhum Sopan Santun Duha, menang dalam pengajuan judical review di Makamah Konstitusi, sehingga MK menghapus Pasal 251 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KHUD) yang selama ini menjadi alas hukum perusahaan asuransi menolak  klaim para pemegang polis, meskipun sudah membayar premi secara rutin.

Maribati Duha, sebagai ahli waris dari almarhum Sopan Santun Duha, mengajukan permohonan uji materiil terhadap Pasal 251 KUHD ke MK pada Agustus 2024. Permohonan ini terdaftar dengan nomor perkara 83/PUU-XXII/2024.

Maribati Duha menganggap bahwa Pasal 251 KUHD memberikan peluang bagi perusahaan asuransi untuk menolak klaim secara sepihak, yang dianggap merugikan tertanggung. Ia meminta agar pasal tersebut dinyatakan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sidang dan Penyampaian Argumen: Dalam sidang yang berlangsung, kuasa hukum pemohon, Eliadi Hulu, menjelaskan bahwa norma dalam Pasal 251 KUHD dapat disalahgunakan oleh perusahaan asuransi untuk menghindari tanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian mereka.

Pada 3 Januari 2025, MK mengeluarkan putusan yang menyatakan bahwa norma Pasal 251 KUHD adalah inkonstitusional bersyarat. Dalam amar putusan, MK menegaskan bahwa:

  • Pasal 251 KUHD bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat.
  • Pembatalan pertanggungan harus didasarkan atas kesepakatan antara penanggung dan tertanggung, dan jika terjadi sengketa, harus diselesaikan melalui putusan pengadilan.
  • Keputusan ini menghilangkan mekanisme bagi perusahaan asuransi untuk membatalkan klaim secara sepihak hanya berdasarkan ketidaklengkapan pengungkapan informasi oleh tertanggung.

MK menilai bahwa norma tersebut berpotensi menimbulkan tafsir yang beragam dan tidak memberikan keseimbangan hak antara penanggung dan tertanggung.  Perusahaan asuransi tidak dapat membatalkan klaim secara sepihak dan bahwa pembatalan pertanggungan harus berdasarkan kesepakatan antara penanggung dan tertanggung atau melalui putusan pengadilan.

Keputusan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi nasabah asuransi dan mencegah praktik penolakan klaim yang tidak adil oleh perusahaan asuransi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono menyampaikan, OJK akan meminta kepada pihak terkait termasuk asosiasi, stakeholder, industri, dan publik untuk memperbaiki serta memperjelas dokumen perjanjian polis asuransi.

Hal itu dilakukan dalam rangka menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 83/PUU-XXII/2024 yang melarang pembatalan klaim asuransi secara sepihak.

“Saat ini OJK sedang mempelajari langkah selanjutnya untuk memperbaiki proses perjanjian asuransi antara perusahaan dengan pemegang polis,” kata Ogi dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK Bulan Desember 2024, di Jakarta, Selasa.

Klaim Ditolak

Maribati Duha mengajukan judicial review ke MK gegara, kalim ausransinya diktolak. Nilai klaim yang diajukan oleh keluarga Maribati Duha, sebagai ahli waris dari almarhum Sopan Santun Duha, adalah sebesar Rp 510,5 juta. Klaim ini belum dibayarkan oleh PT Prudential Life Assurance, karena alasan pengungkapan riwayat kesehatan almarhum saat mengajukan polis.

Keberatan terhadap penolakan klaim ini menjadi salah satu dasar bagi Maribati Duha untuk mengajukan uji materiil terhadap Pasal 251 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) di Mahkamah Konstitusi.

Kasus ini berawal ketika Sopan Santun Duha, sebagai tertanggung, meninggal dunia pada 7 Januari 2024, dan klaim asuransi jiwa yang seharusnya diterima oleh keluarganya ditolak oleh Prudential Life Assurance.

Penolakan tersebut didasarkan pada alasan bahwa Sopan Santun tidak mengungkapkan riwayat hipertensi saat mengajukan polis, meskipun polis tersebut telah aktif selama bertahun-tahun dan premi telah dibayar secara rutin.

Maribati Duha kemudian melanjutkan perjuangan hukum ini sebagai ahli waris untuk mendapatkan hak atas klaim yang belum dibayarkan, yang berjumlah Rp 510,5 juta.

Pada 3 Januari 2025, MK memutuskan bahwa Pasal 251 KUHD adalah inkonstitusional bersyarat, sehingga perusahaan asuransi tidak dapat membatalkan klaim secara sepihak. Keputusan ini dianggap sebagai langkah penting dalam melindungi hak-hak konsumen dalam industri asuransi. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Unras di Grahadi Berujung Ricuh Malam Ini

26 Juni 2026 - 20:04 WIB

Bapanas Usul Bansos Telur dan Daging Ayam Disalurkan Lagi Imbas Harga Anjlok

26 Juni 2026 - 19:37 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

Kemenperin Panggil PT Pakerin Buntut Kabar PHK Massal 2.500 Buruh

25 Juni 2026 - 20:29 WIB

CNG Jadi Pengganti LPG 3 Kg, Mulai Diproduksi Juli

25 Juni 2026 - 20:09 WIB

Pemerintah Sepakat Tetapkan Maksimal 40 Tahun Tenor KPR untuk MBR

25 Juni 2026 - 19:45 WIB

Trending di Nasional