Menu

Mode Gelap

Headline

Isawan Risdiawan: 25.686 Tenaga Kerja Jombang Belum Memiliki Pekerjaan

badge-check


					Kepala Disnaker Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdianto. Foto: kredonews.com/elok apriyanto Perbesar

Kepala Disnaker Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdianto. Foto: kredonews.com/elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Angka pengangguran di Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada tahun 2025 masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang, tercatat sebanyak 25.686 warga Jombang belum memiliki pekerjaan.

Pengangguran tersebut tidak hanya didominasi lulusan pendidikan menengah, namun juga lulusan perguruan tinggi atau sarjana yang seharusnya lebih siap bersaing di pasar kerja.

Berdasarkan data Disnaker Jombang, pengangguran terbanyak berasal dari lulusan:

  • SMK sebanyak 8.843 orang
  • SMA 8.610 orang
  • SMP 2.560 orang
  • SD 4.508 orang.
  • Sarjana/ perguruan tinggi: Bahkan, 1.165 lulusan

Kepala Disnaker Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, mengungkapkan bahwa ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja menjadi salah satu faktor utama tingginya angka pengangguran.

“Struktur kebutuhan industri di Jombang belum sepenuhnya mampu menampung seluruh latar belakang keilmuan lulusan perguruan tinggi,” ujar Isawan, Jum’at 16 Januari 2026.

Ia mencontohkan, lulusan dengan keilmuan tertentu seperti filsafat relatif sulit terserap karena minimnya industri yang relevan di wilayah Jombang. Karena itu, ia mendorong para sarjana agar tidak hanya bergantung pada pasar kerja lokal, tetapi berani bersaing di tingkat regional hingga nasional.

Isawan juga menyoroti pola rekrutmen perusahaan di Jombang yang cenderung lebih memilih karyawan dari jalur dasar atau internal perusahaan.

“Banyak perusahaan di Jombang lebih tertarik merekrut karyawan dari proses dasar. Misalnya sarjana manajemen, pelamarnya tidak hanya dari luar, tetapi juga dari internal perusahaan. Biasanya yang internal lebih kompetitif karena sudah memahami kapasitas dan kebutuhan perusahaan,” jelasnya.

Meski demikian, Disnaker Jombang menegaskan bahwa kompetensi lulusan tetap sangat dibutuhkan. Pemerintah daerah terus mendorong pencari kerja untuk meningkatkan keterampilan melalui berbagai program pelatihan kerja dan peningkatan kompetensi.

Berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka pengangguran di Jombang, mulai dari pelatihan vokasi, peningkatan skill, hingga penguatan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Ia mengaku tidak sedikit lulusan perguruan tinggi yang bersedia mengikuti pelatihan teknis, seperti pelatihan menjahit sepatu yang diselenggarakan Disnaker.

“Banyak sarjana yang mengikuti pelatihan jahit sepatu yang kami adakan. Ini menunjukkan mereka mau beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja,” pungkas Isawan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Aksi Demo Jilid II, Enam dari Tujuh Fraksi di DPRD Kaltim Setuju Ajukan Hak Angket ke Gubernur Rudy Mas’ud

5 Mei 2026 - 11:42 WIB

Kokain 22 Kg Pesisir Sumenep Dimusnahkan

4 Mei 2026 - 20:58 WIB

Perahu Angkut 3 Ton Besi Tua dan 5 Orang Tenggelam di Pelabuhan Gresik

4 Mei 2026 - 20:18 WIB

Netizen Marah ke Gus Ipul: Lelang Sepatu Siswa SR Rp700.000/ Pasang Pagu Rp 27,5 Miliar

4 Mei 2026 - 15:32 WIB

Mandala Siswa SMP 4 Samarinda Meninggal Dunia Akibat Sepatu Kekecilan

4 Mei 2026 - 14:39 WIB

Kades Buncitan Sidoarjo Tewas di Kantor, Posisi Duduk di Sofa Leher Terlilit Selang

4 Mei 2026 - 07:34 WIB

Aksi Demo Kekerasan Seksual, Kemenag Menutup Ponpes Dholo Pati

4 Mei 2026 - 05:53 WIB

Menyeberang Harus Tunggu Aba-aba, Jombang Usulkan Fasilitas Pintu KA di Desa Nglele

3 Mei 2026 - 19:33 WIB

Bupati Fandi Ahmad Yani Beri Sangu Obat dan Vitamin untuk Ratusan Jamaah Haji Asal Kabupaten Gresik

3 Mei 2026 - 19:26 WIB

Trending di Headline