Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Hiu Paus Tutul 5 Meter Ditemukan Mati di Pantai Lapa Daya Sumenep

badge-check


					Hiu paus tutul sepanjang sekitar 5 meter ini terdampar dalam kondisi mati, diduga sejak malam hari sebelum Jumat (30/1/2026), menarik perhatian warga setempat yang merekam dan membagikan video di media sosial. Foto: isntagram@madura25jam Perbesar

Hiu paus tutul sepanjang sekitar 5 meter ini terdampar dalam kondisi mati, diduga sejak malam hari sebelum Jumat (30/1/2026), menarik perhatian warga setempat yang merekam dan membagikan video di media sosial. Foto: isntagram@madura25jam

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SUMENEP-​ Hingga Sabtu sore (31/1/2026), belum terdapat laporan dari otoritas Pemkab Sumenep, Madura, soal kepastian mengenai proses penguburan untuk mencegah pencemaran.

Puas itu ditemukan dalam kondisi mati, di Lokasi tepat berada di bibir pantai Desa Lapa Daja, wilayah pesisir Selat Madura yang berhadapan dengan laut terbuka.

Desa ini termasuk akses terpencil di Kecamatan Dungkek, sekitar 40 km dari pusat Kabupaten Sumenep, sering dikunjungi nelayan lokal.

Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep hanya mengonfirmasi temuan pada Jumat (30/1/2026) pukul 14.41 WIB, tanpa rincian tindak lanjut evakuasi atau pemakaman.

Dalam kasus serupa di daerah lain, bangkai hiu paus biasanya dikubur di lokasi atau dipindah dengan alat berat jika membusuk, sesuai prosedur Dinas Perikanan dan Lingkungan Hidup.

Hiu paus tutul sepanjang sekitar 5 meter ini terdampar dalam kondisi mati, diduga sejak malam hari sebelum Jumat (30/1/2026), menarik perhatian warga setempat yang merekam dan membagikan video di media sosial.

Detail Fisik
  • Panjang: sekitar 5 meter, tergeletak di bibir pantai.

  • Bobot: belum disebutkan secara spesifik dalam laporan resmi atau video viral.

  • Kondisi fisik: sudah mati saat ditemukan, diduga terdampar sejak malam sebelumnya, tanpa rincian luka atau kerusakan eksternal yang dilaporkan.​

Penyebab terdamparnya hiu paus bisa disebabkan hilangnya orientasi akibat perubahan arus laut ekstrem, anomali medan magnet bumi, atau cuaca buruk.

Faktor lain termasuk kondisi fisik lemah karena usia tua, sakit, tertabrak kapal, terjerat jaring nelayan, gangguan suara bawah laut, serta perubahan iklim yang memengaruhi sebaran makanan plankton.

Penyebab pasti hiu paus tutul (Rhincodon typus) terdampar di pesisir Desa Lapa Daja, Kecamatan Dungkek, Sumenep, belum diketahui secara definitif.

Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Agustiono Sulasno, menyebut kemungkinan hilangnya orientasi akibat perubahan arus laut ekstrem, anomali medan magnet bumi, atau cuaca buruk.

Perubahan iklim juga memengaruhi sebaran plankton sebagai makanan utama, sehingga hiu mendekati pantai dangkal.

Kondisi fisik lemah karena usia tua, sakit, tertabrak kapal, terjerat jaring nelayan, atau gangguan suara bawah laut bisa memicu stres dan disorientasi.

Fenomena upwelling yang membawa plankton ke permukaan sering menarik hiu ke pesisir, ditambah aktivitas manusia seperti perikanan dan polusi.​

Dalam kasus serupa di daerah lain, pemerintah lokal biasanya bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Lingkungan Hidup untuk menimbun bangkai guna mencegah pencemaran, serta melakukan nekropsi sederhana untuk analisis penyebab. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri PKP Pastikan Tak Ada Kenaikan Bunga KPR Subsidi Meski BI-Rate Naik

19 Juni 2026 - 21:37 WIB

Listrik Sebagian Jawa Padam Lagi, PLN Singgung Kendala Pembangkit

19 Juni 2026 - 21:18 WIB

Diskon Tarif 30% Kereta Ekonomi Berlaku Mulai Besok

19 Juni 2026 - 20:58 WIB

Kasus Korupsi di BGN, Pengacara Krisna Murti: Sony Sanjaya Prosedural, selalu Lapor dan Dibawah Pengawasan NSD

19 Juni 2026 - 17:05 WIB

Bantuan 9 Paket Senilai Rp1,48 M untuk Pengembangan Ayam Petelur Jombang

19 Juni 2026 - 13:29 WIB

Menelisik Akar Terorisme (21): Penjahat Jadi Simbol Perlawanan Rakyat

19 Juni 2026 - 12:43 WIB

Polisi Tahan Oknum Guru SMK di Pare, Pakai Akun Cewek untuk Berbuat Cabul kepada Siswanya

19 Juni 2026 - 05:40 WIB

Kiai Said dan Kiai Imjaz Serukan Pesantren Sudah Saatnya Menjadi Top of the Mind Masa Depan

19 Juni 2026 - 05:14 WIB

Tour de Mawil-4, 50 Aktivis Lingkungan Bersihkan Pesisir Taman Penyu Tatar Sepang Sumbawa Barat

18 Juni 2026 - 21:01 WIB

Trending di News