Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Ekstrak Asam Jawa Bisa Larutkan Mikroplastik 90 Persen di Laboratorium

badge-check


					Asam Jawa dipakai bahan obat dan bumbu dapur Perbesar

Asam Jawa dipakai bahan obat dan bumbu dapur

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Peneliti dari Universitas Meksiko (UNAM), bekerja sama dengan peneliti dari Instituto de Investigaciones en Materiales (IIM) dan Centro de Física Aplicada y Tecnología Avanzada (CFATA), menemukan bahwa ekstrak asam jawa dapat menghilangkan hingga sembilan puluh persen mikroplastik dalam uji laboratorium.

Senyawa dari buah ini membentuk polimer alami yang mampu menangkap partikel tersebut. Meskipun efeknya pada manusia belum dikonfirmasi, penemuan ini membuka peluang untuk pengembangan perawatan alami guna mengurangi dampak mikroplastik dalam tubuh, yang memicu penelitian medis dan lingkungan lebih lanjut.

Mikroplastik menjadi masalah serius bagi tubuh manusia. Karena berukuran mini, benda ini bisa masuk ke organ dan jaringan manusia, bahkan tanpa disadari.

Mikroplastik dapat menyebabkan masalah kesehatan dan rasa sakit karena dapat memicu peradangan, kerusakan sel, dan gangguan hormonal yang dapat meningkatkan risiko penyakit seperti kanker, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan masalah reproduksi.

Partikel mikroplastik dapat menumpuk dalam tubuh dan melepaskan bahan kimia berbahaya seperti BPA dan ftalat yang dapat memengaruhi sistem endokrin dan menyebabkan penyakit kardiovaskular.

Seperti diketahui, mikroplastik dapat masuk ke tubuh ketika kita menggunakan alat makan berbahan plastik ketika makan dan minum. Bahkan, bernapas pun bisa membuat tumpukan partikel plastik di tubuh semakin banyak. Selain itu, benda ini juga bisa masuk lewat kulit kita.

Artinya, setiap hari kita bisa terpapar partikel kecil plastik dari banyak jalur tanpa menyadarinya. Oleh sebab itu, isu ini membuat para peneliti di seluruh dunia kian waspada.

Menurut penelitian yang dilansir dari berbagai sumber, manusia dapat menelan sekitar 5 gram plastik setiap minggunya, setara dengan berat kartu ATM. Dalam setahun, jumlah mikroplastik yang masuk ke tubuh bisa mencapai 100.000-120.000 partikel.

Warga Indonesia adalah konsumen mikroplastik terbanyak di dunia, dengan jumlah konsumsi sekitar 15 gram per bulan, yang bersumber terutama dari makanan laut, air, serta berbagai produk seperti gelas kertas, teh celup, wadah makanan, dan plastik untuk makanan yang dipanaskan dengan microwave.

Kini, tanaman yang banyak ditanam era Daendels di Jawa ilmuwan berhasil menemukan fakta bahwa asam jawa yang biasa digunakan untuk bumbu dapur, dapat membantu melarutkan mikroplastik pada tubuh. Asam jawa atau tamarind, sejak dulu sudah populer di Asia, termasuk Indonesia. Selain untuk bumbu masak, asam jawa juga biasa digunakan sebagai bahan pembuatan jamu.

Tumbuhan ini berasal dari Afrika Timur dan Madagaskar, lalu menyebar ke berbagai negara tropis. Di daerah Jawa, buah ini jadi bahan wajib untuk membuat banyak kuliner khas.

Studi terbaru mengatakan jika ekstrak asam jawa bisa mengikat hampir 90 persen mikroplastik dari air, setelah melalui uji laboratorium. Senyawa alaminya membuat semacam polimer alami yang dapat menangkap partikel plastik.

Namun, penelitian ini masih dalam tahap awal. Sehingga belum bisa dipastikan apakah asam jawa bisa benar-benar mendetoks mikroplastik di tubuh manusia. Namun dengan adanya penelitian tersebut, potensi asam jawa membuat dunia penelitian semakin semangat untuk mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Asam jawa kaya akan kandungan fitonutrien yang berfungsi sebagai antioksidan kuat dan dapat meningkatkan pertahanan kekebalan alami tubuh.

Antioksidan sendiri sangat diperlukan untuk mengurangi dampak inflamasi dari stres oksidatif. Sehingga, asam jawa dapat memberi dampak anti-peradangan pada tubuh.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Setiap Ketukan “Prompt” AI Diam-Diam Menguras Listrik Jepang dan Air Afrika

20 September 2026 - 17:38 WIB

“Cium” Asisten Cantik di Lapangan Golf, Trump Gemparkan Netizen

17 September 2026 - 16:00 WIB

Raja Thailand Terbangkan Sendiri Pesawat Boeing 737 -800

15 September 2026 - 17:27 WIB

Resmi Mengaku, Amerika Serikat Kerahkan Senjata Ofensif Aktif di Orbit Bumi

15 September 2026 - 16:48 WIB

Mantan PM Inggris dan Delegasi Barat Nyaris Kena Serangan Drone Rusia

14 September 2026 - 18:51 WIB

Luana Lopes Lara, Mantan Balerina ke Miliarder Paling Tajir, Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:16 WIB

Google Lakukan Ribuan Perubahan Sistem Setiap Tahun, Siapa Diuntungkan?

3 September 2026 - 19:28 WIB

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Trending di Internasional